Dugaan Kampanye Nyaleg di Sekolah, Istri Gubernur Diperiksa Bawaslu Empat Jam


Rabu, 06 Maret 2019 - 09:26:50 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Dugaan Kampanye Nyaleg di Sekolah, Istri Gubernur Diperiksa Bawaslu Empat Jam Caleg DPR RI, Nevi Zuairina (jilbab ungu) saat menjalani pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kampanye di kantor Bawaslu Limapuluh Kota, Selasa (4/3). DADANG


LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN. COM—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Limapuluh Kota melakukan pemeriksaan atas dugaan pelanggaran aturan kampanye yang dilakukan oleh Calong Anggota Legislatif DPR RI, Nevi Zuairina, yang juga merupakan istri dari Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Selasa (5/3).

Nevi Zuairina tiba di Kantor Bawaslu Limapuluh Kota sekitar pukul 09.30 WIB dengan mobil merek Toyota Fortuner hitam bernomor polisi BA 1856 QL. Kedatangan Politisi PKS itu didampingi ketua tim kampanyenya, Rinaldi.

Usai turun dari mobil, keduanya langsung memasuki salah satu ruangan di kantor Bawaslu Limapuluh Kota untuk menjalani proses pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kampanye.

Nevi Zuairina menjalani pemeriksaan selama kurang lebih empat jam. Sekitar pukul 13.45 WIB, Nevi dan timnya keluar dari pintu belakang kantor Bawaslu dan tak berhasil ditemui sejumlah wartawan yang telah menunggu di pintu depan kantor tersebut.

Ketua tim kampanye Nevi Zuairina, Rinaldi yang sempat memberi keterangan kepada sejumlah wartawan di ruangan kantor Bawaslu Limapuluh Kota menjelaskan, kedatangan Nevi Zuairina adalah dalam rangka mengklarifikasi laporan masyarakat ke Bawaslu terkait dugaan pelanggaran.

“Kedatangan untuk klarifikasi adanya dugaan pelanggaran,”ucap Rinaldi singkat.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Limapuluh Kota, Yoriza Asra menjelaskan, Nevi Zuairina sengaja diundang ke kantor Bawaslu untuk dimintai keterangannya terkait dugaan pelanggaran kampanye, di mana berdasarkan laporan dari masyarakat, Nevi diduga melakukan kampanye di lingkungan pendidikan serta membagikan kartu nama ke sejumlah kepala sekolah.

“Kejadiannya pada 31 Januari lalu di salah satu SMK di Limapuluh Kota. Saat itu, ada agenda rapat kepala sekolah dan Nevi Zuairina hadir disana. Di saat bersamaan, Nevi Zuairina diduga  berkampanye dan membagikan kartu nama ke kepala sekolah yang hadir,” kata Yoriza Asra.

Yoriza juga menyebutkan, proses meminta klarifikasi kepada Nevi Zuairina pada Selasa (5/3) siang tidak saja dilakukan oleh Bawaslu, melainkan juga dilakukan oleh tim Sentral Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Limapuluh Kota yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan.

“Bawaslu melakukan klarifikasi, kepolisian melakukan penyelidikan, dan jaksa untuk mendampingi. Ini adalah tahap pembahasan awal untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Apabila ditemukan unsur pelanggaran pemilu, proses berlanjut ke pembahasan tahap dua. Nanti, Gakkumdu akan berembug bersama untuk memutuskan hasil pembahasan tahap awal,” katanya lagi.

Selain istri Gubernur Sumbar tersebut, tim Gakkumdu juga telah memanggil sebanyak 12 kepala SMK se-Kabupaten Limapuluh Kota untuk dimintai klarifikasinya terhadap dugaan pelanggaran kampanye oleh Nevi Zuairina.

“Kepala sekolah juga sudah dipanggil. Hasil pembahasan tahap awal ini keluar pada 8 Maret mendatang,” ucapnya menutup. (h/ddg)

 

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM