Ribuan Surat Suara di Padang Rusak


Senin, 11 Maret 2019 - 13:43:18 WIB
Ribuan Surat Suara di Padang Rusak Petugas dari KPU sedang melakukan pelipatan 316.771 surat suara yang dimulai Sabtu (8/3) dan ditarget selesai 10 hari ke depan.

PADANG, HARIANHALUAN.COM—KPU Kota Padang memerkirakan ribuan kertas surat suara yang akan digunakan dalam pemilu presiden dan pemilu legislatif di Kota Padang pada 17 April 2019 mendatang dalam keadaan rusak. Saat ini, petugas KPU masih mengejar target menuntaskan pelipatan surat suara sebelum memastikan jumlah kertas surat suara yang rusak.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Padang, M. Sawati di Padang, Minggu (10/3). Dilansir dai beritasatu.com, perkiraan ribuan surat suara rusak tersebut sudah merupakan jumlah akumulatif dari lima gudang yang digunakan sebagai tempat penyimpnan surat suara sebelum disalurkan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Baca Juga : Cara Mengatasi Bau Mulut, Banyak Minum Air Putih saat Berbuka

“Untuk angka pastinya surat suara yang rusak kami belum dapatkan. Namun, jumlah yang sementara ini telah ditemukan dari lima gudang yang digunakan untuk melipat surat suara itu, ada lebih dari seribu lembar yang rusak," kata Sawati.

KPU Padang saat ini tengah berupaya merampungkan proses pelipatan kertas suara yang dilakukan di lima gudang yang digunakan oleh KPU. Ia mengatakan kelima gudang tersebut adalah Gudang di Kantor KPU Kota Padang, kedua di kawasan Kurao Pagang Nanggalo, Kantor POS, Gudang Korpri di Kecamatan Padang Timur, dan Kecamatan Kuranji.

Baca Juga : Hadiri Wirid di Perumda AM Padang, Hendri Septa Ajak Tingkatkan Kepedulian

"Kami menargetkan pelipatan ini dapat diselesaikan kurun waktu lima belas hari sejak proses pelipatan dimulai. Setelah ini selesai baru kami hitung surat suara yang rusak tersebut," ucap dia.

Menurut dia kerusakan yang ditemukan di kertas surat suara mulai dari tinta yang memudar, ada titik di kertas tersebut, ada yang robek dan lainnya. Dalam melakukan proses pelipatan, pihaknya meminta kepada petugas untuk memeriksa kondisi surat suara terlebih dahulu sebelum melakukan pelipatan.

Baca Juga : Pemko Padang Gelar Bimtek PPRG Tahun 2021

Apabila petugas menemukan surat suara yang tidak sempurna langsung dipisahkan dari surat suara yang dilipat. Saat ini pihaknya telah selesai melipat surat suara DPRD Kota Padang sesuai dengan daerah pemilihan mereka, kemudiaan diikuti surat suara DPRD Provinsi dan DPR RI. "Setelah selesai baru dilakukan pelipatan terhadap surat suara presiden dan DPD RI," kata dia.

Sebelumnya KPU Kota Padang telah menerima sebanyak 604.007 surat suara untuk DPRD Kota Padang dan surat suara pemilihan ulang DPRD Kota Padang sebanyak 5.000 surat suara. Kemudian untuk DPRD Provinsi Sumbar sebanyak 604.500 surat suara dan untuk DPR RI sebanyak 604.006 surat suara. Kemudian untuk surat suara untuk presiden dan wakil presiden sebanyak 604.006 lembar kemudian surat suara DPD RI juga sebanyak 604.006 lembar.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Warga Padang Takut Berobat ke Puskesmas

Sementara Komisioner Bawaslu Sumbar Firdaus Yusri mengatakan pihaknya terus mengawal pelipatan suara yang dilakukan di lima gudang KPU.

"Saya sendiri khusus mengawal di gudang yang berada di Kantor KPU Kota Padang dan hari ini telah memasuki hari kesembilan pelipatan. Di sini sudah ada ratusan kertas suara yang rusak namun belum kami hitung, dan kemungkinan hal yang sama terjadi di gudang lainnya," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kota Padang juga memberi teguran kepada KPU Kota Padang karena menemukan pekerja pelipatan surat suara yang terkesan asal-asalan. Selain itu, Bawaslu juga menemukan surat suara yang berada tidak di lokasi daerah pemilihannya.

"Kami lihat ada pekerja yang asal-asalan dalam pelipatan suarat suara ini. Untuk itu, kami minta KPU Padang bisa selektif lagi dalam mengawasi pekerja," kata Komisioner Bawaslu Padang, Bahrul Anwar, ketika dihubungi, Rabu (6/3) lalu, sebagaimana dilansir dari kompas.com.

Bawaslu memberikan beberapa rekomendasi kepada KPU terkait permaslahan teresebut. Selain rekomendasi, Bawaslu juga langsung melakukan rapat bersama dengan KPU untuk memperbaiki cara kerja dalam pelipatan surat suara.

"Kami tidak ingin pekerja asal-asalan melakukan pelipatan. Ada yang robek atau ada bercak dalam surat suara tentu ini mengganggu. Kami sebagai pengawas sudah sampaikan itu," tegas dia.

Selain itu, Bawaslu juga menemukan di tempat melipat surat suara di gudang Kurao, Nanggalo, ada dua kemasan surat suara dari Dapil Pauh-Kuranji. Padahal, seharusnya, lokasi melipat di Dapil Nanggalo, Padang Utara, dan Padang Barat.

Pasti Dietak Ulang

Sementara itu, KPU Pusat berjanji akan melakukan pencetakang ulang atas surat suara yang rusak. Pencetakan ulang diperkirakan dilakukan pada satu hingga dua hari setelah laporan kerusakan diterima. KPU optimis, pencetakan ulang bisa diselesaikan dan bisa diselesaikan sebelum pemungutan suara. "Satu jam bisa produksi 80 ribu surat suara. Jadi produksi bisa dikebut dan selesai satu hari. Distribusi sampai 31 Maret sudah sampai Kabupaten/Kota," jelas Ketua KPU Arief Budiman.

Berdasarkan jadwal tersebut, Arief melanjutkan, distribusi hingga kecamatan bisa diselesaikan sebelum 5 April 2019. Karena jarak ibu kota ke kecamatan tidak terlalu jauh. "Kalau daratan paling 2 jam. Kepulauan memang ada yang dibutuhkan tiga hari karena harus gunakan kapal laut dan jadwalnya tak reguler," jelasnya.

Komisioner KPU lainnya, Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan tidak ada surat suara yang sudah tercoblos lebih dulu. Menurutnya, surat suara yang rusak tetap akan disortir dan diganti dengan yang baru. Pramono mengatakan secara matematis, ada peluang kecurangan petugas penyebab surat suara tercoblos. Namun, secara teknis di lapangan, sangat sulit merusak surat suara atau mencoblos duluan.

"Karena dalam proses pemungutan dan penghitungan suara itu ada kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang jumlahnya tidak hanya satu," ujar Pramono.

Selain itu, di lokasi pemungutan suara juga ada saksi dan pengawas pemilu sehingga jika ada kecurangan nantinya akan ada protes dan penindakan. Pramono juga menampik adanya pencoblosan sebelum hari H pemungutan suara. Sebab, ketika surat suara sampai di TPS, KPPS akan mengeluarkan surat suara dan menghitungnya secara ulang.

"Dihitung berapa jumlah yang diterima dan segala macam dan ketika nanti proses mulai pemungutan suara itu kan sebenarnya yang benar surat suara ketika diberikan kepada pemilih itu dalam keadaan terbuka. Jadi kalau ada yang sudah tercoblos maka akan ketahuan di situ dan pemilih yang bersangkutan bisa meminta surat suara pengganti," katanya (h/isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]