Siswa SMAN 5 Padang Demo Tuntut Kepsek Mundur


Senin, 11 Maret 2019 - 19:41:51 WIB
Siswa SMAN 5 Padang Demo Tuntut Kepsek Mundur Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Padang melakukan aksi demo menuntut kepala sekolahnya yang bernama Yenni Putri mundur dari jabatannya, Senin (11/3). Tio Furqan

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Padang melakukan aksi demo menuntut kepala sekolahnya yang bernama Yenni Putri mundur dari jabatannya, Senin (11/3). Aksi demo yang berlangsung kondusif tersebut dilakukan usai dilaksanakannya upacara bendera di halaman sekolah SMAN 5 Padang yang beralamat di Jln. Raya Balai Baru Gunung Sarik Kecamatan, Kuranji Kota Padang.

Perwakilan dari OSIS yang melakukan aksi, Fiqry Nugraha dari kelas 11. MIPA 6 menjelaskan tuntutan yang disampaikan siswa SMAN 5 Padang.

Baca Juga : Hilang Kontak di Laut Bali, Kapal Selam KRI Nanggala 402 Belum Ditemukan

"Tuntutan kami jelas, agar Kepala SMAN 5, Bunda Hj. Yenni Putri mengundurkan diri dan diganti karena ada beberapa alasan kami yaitu tidak adanya transparansi dana komitte, tidak adanya dukungan terhadap kegiatan-kegiatan prestasi siswa, serta pencitraan yang dilakukan bunda Yenni, seolah-olah banyak yang telah dilakukannya, padahal kami tidak merasakan adanya dukungan apapun," jelas Fiqry Nugraha.

Ia juga menjelaskan, kalau Yenni Putri belum turun dari jabatannya, siswa akan tetap mogok belajar.

Baca Juga : Kasus Pembangunan Ruko, Pihak Pengembang Diduga Langgar Garis Sempadan

"Selama ini kami nahan-nahan, dan ancang-ancang untuk melakukan aksi ini. Tujuannya menyampaikan aspirasi saja. Kami tidak ingin generasi sebelumnya merasakan ini. Mungkin sudah 2.5 tahun ini kami merasakan kegiatan mulai tidak jelas dan tidak disokong lagi, padahal untuk keperluan sekolah. Dan hanya mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan sekolah, seperti citra dan penghargaan di luar sedangkan kegiatan di dalam sekolah tidak disokong," kata dia.

Kepala SMAN 5 Padang Yenni Putri, mengakui adanya aksi siswa yang menuntutnya mundur. Namun tidak mengerti tentang tuntutan siswa tersebut.

Baca Juga : Penerapan WBK dan WBB Dicanangkan Lanud Hang Nadim Batam

"Tadi pagi, ketika sampai di sekolah bunda tetap salaman sama anak-anak, terus lanjut upacara dan tetap berjalan lancar. Kemudian selesai upacara saya masuk ke ruangan komputer untuk mengecek komputer. Baru kemudian terdengar anak-anak bersorak-sorak, karena rupanya mereka tidak senang dengan saya karena aspirasinya tidak tersalurkan," ucap Yenni Putri.

Ia menambahkan, sejumlah tuntutan yang disampaikan siswa yang memintanya untuk mundur dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

Baca Juga : Malam Ramadhan, Sepasang Mahasiswa Digerebek Warga di Tempat Kost

"Nah mereka menyampaikan tuntutannya sekarang yang sebenarnya bisa dijelaskan. Antara lain, uang komite tidak transparan, kemudian pergi lomba tidak ada uang. Jadi saya konfirmasi sejak Juli-Desember tidak ada pemungutan uang komitte. Mengenai uang komitte, komite yang mengelola. Dan saat anak lomba, tidak ada uang karena tidak ada pemungutan uang komite. Kata para siswa malahan tidak apa-apa saya, kalau tidak ada uang, kami siap membayar atau iyuran bersama. Lalu binda jawab kalau setuju mana surat persetujuan orang tuanya,saya minta, mereka kasih, baru kemudian bunda keluarkan surat izin kegiatan," tuturnya  

Yenni Putri juga menanggapi tuntutan siswa yang mengancam akan mogok belajar jika ia tidak mundur dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

"Kalau siswa mogok belajar, yang penting besok saya bertugas seperti biasa. Kalau tidak mau belajar berarti selama ini kami tidak berhasil mendidik karakter mereka. Yang penting bunda tidak berbuat apa-apa. Selama ini kegiatan siswa bunda support, buktinya ada. Setiap ada lomba bunda acc," tuturnya. (h/mg-yes)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]