BNNP Sumbar Musnahkan Sekilo Sabu-sabu


Jumat, 15 Maret 2019 - 10:47:37 WIB
Reporter : Tim Redaksi
BNNP Sumbar Musnahkan Sekilo Sabu-sabu PEMUSNAHAN SABU-- Petugas BNN memusnahkan narkoba jenis sabu di kantor BNN Sumbar, Kota Padang, Kamis (14/3). Pemusnahan sabu tersebut hasil tangkapan beberapa waktu yang lalu dari empat orang tersangka yang dua orang diantaranya merupakan pasutri. IRHAM

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar melakukan pemusnahan terhadap satu kilogram (kg) sabu-sabu di Kantor BNNP Sumbar, yang merupakan hasil dari penangkapan empat pelaku diduga pengedar di dua lokasi, yang dua di antaranya adalah pasangan suami istri (pasutri) dari tangkapan di dua lokasi pada Sabtu 2 Maret lalu, Kamis (14/3)

Pemusnahan barang bukti tersebut ikut disaksikan Wakil Direktur (Wadir) Reserse Narkoba Polda Sumbar, pihak Kejaksaan Negeri Padang, Pengadilan Negeri Padang Pariaman, dan pimpinan serta jajaran BNNP Sumbar.

Kepada wartawan, Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin mengatakan, sabu-sabu yang dimusnahkan tersebut adalah BB dari pelaku diduga pengedar sabu di antaranya, pasutri MR (31) dan EGS (25) yang beralamat di jalan Sebarang Palinggam, yang diamankan pada Sabtu (2/3) sekitar 08.30 WIB, di kawasan Jembatan Siti Nurbaya, serta BB penangkapan dua pelaku lain berinisial MA (26) dan MM (27) di perlintasan rel kereta api jalan lintas Padang-Bukittingi kilometer 21, Batang Anai, Padang Pariaman.

“Berdasarkan pengakuan para pelaku yang diamankan ini, barang bukti ini datang dari Kota Pekanbaru, dikirim oleh seseorang berininsial G. Sebelum diterima para pelaku, barang bukti disimpan lebih dulu pada sebuah gudang milik seseorang berinisial R,” kata Khasril.

Sementara itu, Wadir Reserse Narkoba Polda Sumbar, AKBP Rudy Yulianto menyebutkan, pemusnahan satu kilogram sabu-sabu tersebut merupakan peringatan agar semua pihak lebih mawas terhadap perkembangan peredaran narkotika di Sumbar. Sebab, saat ini di “kanan kiri” warga telah penuh ancaman peredaran barang haram itu.

“Ini menjadi ancaman besar untuk generasi menelial. Ancaman narkoba saat ini lebih mengerikan dari pada ancaman korupsi, karena narkoba ini yang diserangnya adalah generasi penerus bangsa. Jadi, kalau semua pihak tidak ikut terlibat dalam pemberantasannya, maka akan hancur generasi muda ke depan," ucap Rudy.

Rudy menyebutkan, seluruh aset milik pelaku penyalahgunaan narkoba memang disita untuk dimusnahkan demi menimbulkan efek jera. "Saat mereka ditangkap, semua aset-aset yang dimilikinya dari hasil penjualan barang harus disita. Agar mereka bisa jera melakukannya kejahatan serupa. Kami sita mobilnya, uangnya, sampai tanah yang berasal dari hasil transaksi sabu," ujarnya.

Survei: 63.352 Pemakai di Sumbar

Beruntunnya penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika di Sumbar tampak semakin mencemaskan. Sebelumnya pada awal 2018, Ketua Komisi I DPRD Sumatera Barat, Achiar menyebutkan, semua kalangan sudah semestinya cemas dengan grafik penggunaan narkoba di Sumbar. Data yang didapatkannya dari BNN menunjukkan, penggunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa saja, masuk dalam tiga besar dari 18 provinsi di Indonesia.

“Survei secara acak yang dilakukan BNN di 18 provinsi, Sumbar masuk tiga besar. Ini sangat mencemaskan. Semua pihak mesti bertanggung jawab dan secara bersama mencarikan jalan keluarnya,” papar Achiar saat itu.

Berbarengan dengan data BNN Pusat, BNNP Sumbar juga mencatat sebanyak 63.352 penduduk Sumbar menyalahgunakan narkoba. Mulai dari ganja, pil ekstasi, maupun sabu-sabu. Angka pengguna narkoba itu mengalami kenaikan sekitar lima persen dari tahun 2016, yakni sekitar 59 ribu orang.

Pada 2016, juga pernah dilakukan survey di mana angka penggunaan narkoba dibagi dalam empat kelompok, yaitu kelompok coba pakai 27.587 atau 43 persen. Setelah itu kelompok teratur pakai 15.895 orang atau 15 persen, kelompok pecandu non suntik 18.175 atau 29 persen dan kelompok pecandu suntik 1.695 orang atau 3 persen.

Data itu mengindikasikan, penyalahgunan narkoba telah merambah kesemua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, baik anak-anak, remaja, pemuda, orangtua, baik yang berpendidikan maupun yang tidak, serta telah menyentuh lintas profesi. Narkoba merasuk ke lingkungan keluarga dan pemukiman yang memicu terciptanya kawasan-kawasan merah rawan narkoba.

Beranjak dari kecemasan itu, DPRD Sumbar akhirnya merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Data BNNP Sumbar menunjukkan, penyelundupan narkotika dan obat atau bahan berbahaya (narkoba) ke provinsi itu lebih banyak melalui jalur laut.

"Jalur laut 85 persen lebih rawan dibandingkan dengan darat, artinya 85 persen narkoba itu masuk lewat laut," kata AKBP Emrizal Hanas, Kepala Bidang Berantas BNNP Sumbar awal 2018 lalu.

Ia mengatakan, jalur tersebut lebih favorit bagi pengedar atau bandar narkoba, karena jalur darat BNN bersama aparat penegak hukum lainnya sudah berupaya mencegah agar barang itu tidak sampai ke Sumbar. Sementara untuk jalur darat, biasanya narkoba itu masuk dari utara melewati Medan atau Sumatera Utara, Bagian Timur melewati Riau, serta dari Jambi dan Bengkulu. (h/mg-pmi)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 Februari 2019 - 11:23:07 WIB

    Pejabat di BNNP Sumbar Resmi Dilantik

    Pejabat di BNNP Sumbar Resmi Dilantik PADANG, HARIANHALUAN.COM-Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar, memimpin acara pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji jabatan pengawas, dan jabatan fungsional tertentu, Selasa (19/2) di Aula Kantor BNNP.
  • Jumat, 10 November 2017 - 01:17:03 WIB

    BNNP Targetkan Rehab 190 Pecandu Narkoba

    BNNP Targetkan Rehab 190 Pecandu Narkoba SAWAHLUNTO, HALUAN - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat menargetkan melakukan rehabilitasi bagi 190 orang pemakai atau pecandu narkotika. Hingga awal November 2017, BNNP Sumbar telah melakukan rehab kepad.
  • Jumat, 29 Juli 2016 - 11:01:06 WIB

    BNNP Sumbar Laksanakan Layanan Rehabilitasi

    PADANG, HALUAN — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat melaksanakan program layanan pascarehabilitasi di Rumah Sakit Bhayangkara di Jalan Jati, Kecamatan Padang Utara, Kamis (28/7) meru­pa­kan salah sa.
  • Senin, 16 Mei 2016 - 16:50:18 WIB

    Giliran Pejabat Pemko Bukittinggi Jalani Tes Urine BNNP Sumbar

    Giliran Pejabat Pemko Bukittinggi Jalani Tes Urine BNNP Sumbar BUKITTINGGI, HALUAN – Untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat melakukan tes urine kepada pejabat di lingkungan Pemko Bukitt.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM