PANGLIMA TNI DI SUMBAR

Ulama, Santri, dan Ponpes Adalah Benteng NKRI


Jumat, 15 Maret 2019 - 10:51:49 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Ulama, Santri, dan Ponpes Adalah Benteng NKRI Panglima TNI Masekal, Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Kota Padang, Kamis (14/3). Irham

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, menjalin silaturahim kebangsaan di Pondok Pesantren (PP) Nurul Yakin Ringan-Ringan Padang Pariaman. Silahturahim tersebut juga beriringan dengan Tablig Akbar bersama Ketua Majelis Dzikir Hubbul Wathon (MDHW) KH Musthofa Aqil Siradj.

Dalam orasi kebangsaannya, Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa ulama, santri, dan pondok pesantren merupakan benteng pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia mengakui, pesantren selama ini merupakan elemen penting yang berperan dalam membangun sumber daya.

"Pendidikan di Pasantren hampir sama dengan pendidikan di militer. Para santri dididik dengan disiplin dalam satu asrama, sehingga menghasilkan para santri yang sangat disiplin," kata Hadi, Kamis (14/3).

Hadi mengatakan, dewasa ini umat Islam dan bangsa memiliki tantangan yang sangat kompleks. Oleh karena itu, sangat diperlukan bimbingan dari ulama, sebagai contoh bagi santri yang ke depan akan memastikan bahwa masyarakat tidak menjadi kehilangan arah.

"Oleh karena itu, santri harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam berbagai hal. Untuk itulah saya selalu memperhatikan perkembangan pondok-pondok pasantren di negeri ini," katanya.

Tidak hanya itu, Panglima TNI juga menyampaikan, saat ini isu SARA, dan berita hoaks sangat banyak juga berkembang di masyarakat. Ia berharap, ulama dan para santri bisa menjadi bagian dalam membentengi penyebaran isu-isu yang bisa saja memecah belah persatuan bangsa, dan tidak jelas kebenarannya.

"Isu hoaks adalah hal negatif dari perkembangan teknologi di balik banyak manfaat lainnya yang bisa digunakan. Untuk itu, diharapkan peran serta ulama dan santri dalam menangkalnya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen MDHW, Hery Haryanto Azumi menyatakan, silaturrahim Panglima dan Kapolri dengan para ulama memberikan pesan yang kuat kepada publik bahwa Islam yang berakar kuat dalam masyarakat Muslim Indonesia harus terus dijaga demi kejayaan NKRI.

"Silaturrahim Panglima TNI dan Kapolri dengan para syekh, kyai, ustad, dan kalangan santri secara umum merupakan manifestasi dari integrasi antara agama dengan negara dalam bingkai NKRI dan tuntunan Pancasila," kata Hery, didampingi Sekretaris MDHW Sumbar, Aidil Aulia, yang juga ikut mempersiapan kegiatan tersebut.

Hery menyampaikan, saat ini masyarakat dunia banyak berharap kepada Indonesia, tempat di mana Islam dan Nasionalisme tidak pernah dipertentangkan. "Ijtihad dan perjuangan para ulama Indonesia telah membuat harmoni dan sinergi antara berbagai elemen bangsa dari berbagai latar belakang agama dan etnis menjadi mungkin," ujar mantan Ketum PBPMII tersebut.



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM