Beasiswa Rajawali Harus Cepat dan Bersih


Jumat, 15 Maret 2019 - 10:52:58 WIB
Beasiswa Rajawali Harus Cepat dan Bersih Dokumentasi Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kalangan DPRD Sumbar berharap agar Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumbar segera menyelesaikan proses verifikasi penerima beasiswa dana hibah PT Rajawali. Selain itu diharapkan agar proses pencairan dilakukan secara bersih dari bebas unsur kepentingan, sehingga realisasinya dapat dilakukan dengan tepat sasaran.

Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Rahayu Purwanti menyebutkan, realisasi penyaluran beasiswa tidak boleh tertunda terlalu lama. "Peraturan gubernur (Pergub) untuk itu juga sudah selesai. Pemerintah Provinsi (Pemprov) mesti bergerak cepat dalam proses pendataan, siapa saja yang berhak menerima beasiswa ini," ujarnya kepada Haluan, Kamis (14/3).

Ia menambahkan, dalam merealisasikan beasiswa Dana Rajawali tersebut, pemerintah mesti mengutamakan pelajar yang memiliki prestasi di bidang akademik, tetapi lemah dari segi finansial. "Pencairan dana juga mesti bersih dari unsur kepentingan, sehingga realisasi tepat sasaran," harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Sumbar, Hidayat menyampaikan, saat ini Pergub untuk penyaluran beasiswa Dana Rajawali memang telah selesai di tingkat Pemerintah Provinsi (Pemprov). Dengan telah selesainya Pergub sebagai payung hukum penyaluran beasiswa, ia meminta segala hal yang berkaitan dengan proses administrasi dan verifikasi calon penerima, dapat lebih dipercepat.

“Sehingga, memasuki tahun ajaran baru beasiswa sudah bisa disalurkan. Salah satu yang harus dikeluarkan oleh gubernur adalah Surat Keputusan (SK) gubernur berkaitan dengan besaran beasiswa yang dikucurkan untuk masing-masing penerima," ucap politisi Gerindra itu, Selasa (29/1) lalu.

Ia juga menuturkan, sebagai tahap awal, dana sebesar Rp6 miliar yang bersumber dari mudhorobah dana hibah PT Rajawali telah dimasukkan ke dalam APBD, dengan peruntukan sebagai beasiswa. Ada pun nama pos anggarannya adalah pendapatan lain-lain yang sah.

Di sisi lain, Anggota Komisi V DPRD Sumbar, Apris mengatakan, pembahasan dana hibah PT Rajawali sempat memakan waktu lama karena sebelumnya DPRD dan Pemprov masih mencari formula yang tepat untuk penyaluran, agar tidak melanggar aturan, tetapi bisa mengakomodir mereka yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan.

Apris menyebutkan, selain siswa dan mahasiswa kurang mampu, sesuai kesepakatan antara DPRD dan Pemprov ke depan, dana tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk membantu anak-anak yang akan masuk ke perguruan tinggi, tetapi terkendala biaya. Dana hibah dari PT Rajawali sendiri telah mengendap di kas daerah Pemprov Sumbar sejak 2009 lalu. Semula dana tersebut berjumlah Rp50 miliar, saat ini diperkirakan sudah



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM