Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Padang, Keluarga Korban Kejar Tersangka


Jumat, 15 Maret 2019 - 17:46:27 WIB
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Padang, Keluarga Korban Kejar Tersangka Saat rekontruksi pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Rabu (2/1) yang lalu, di Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Pauh, Padang, Pada Jumat (15/3). PERI MUSLIADI 

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Rekonstruksi pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Rabu (2/1) yang lalu, di Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Pauh, Padang, ditanggapi protes oleh keluarga korban. Hal ini terjadi saat tersangka atas nama Mardiani (43) akan dibawa ke Polsek Padang Timur.

Awalnya rekonstruksi yang dilaksanakan di Mapolsek Pauh tersebut berjalan lancar dan disaksikan oleh keluarga korban. Namun, disaat rekonstruksi usai dan tersangka akan dibawa ke Mapolsek Padang Timur, pihak keluarga korban berusaha mengejar tersangka. Polsek Pauh bisa mengamankan situasi dan tersangka langsung dibawa ke Mapolsek Padang Timur. Sehingga keluarga korban berhasil ditenangkan.

Salah seorang kerabat korban, Nurminah (46) mengatakan, pihaknya tidak terima dengan gelar perkara yang dilakukan tersebut, karena menurutnya ada satu reka adegan yang menurut mereka tidak sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya.

"Dari pengakuan tersangka dikatakan ia tidak mengetahui dimana letak barang emas milik korban tersebut. Sebenarnya Ia mengetahui hal tersebut dan berusaha mengambil barang emas itu, karena niatnya untuk meminjam uang kepada korban tidak terpenuhi. Setelah tersangka membekap korban dengan bantal hingga lemas dan meninggal dunia, tersangka langsung mengambil barang emas milik korban tersebut," ujar Nurminah.

Terkait kericuhan yang terjadi setelah rekonstruksi usai, pihaknya mengatakan, itu adalah wajar mengingat yang menjadi korban adalah orang tua dan kerabat mereka.

"Ndak urang ndak awak, kalau sudah menyangkut keluarga, siapapun pasti akan silap mata. Kami hanya berharap keadilan ditegakkan, nyawa dibalas nyawa," ujar Nurminah.

Sementara itu, Kapolsek Pauh Kompol Hamidi mengatakan, selama rekonstruksi yang dilakukan hari Jumat (15/3) tersebut berjalan aman dan lancar serta kondisi dapat dikendalikan oleh personilnya.

"Ada 16 reka adegan dilakukan dalam rekonstrusi tersebut yang dimulai dari saat tersangka bertemu dengan korban untuk meminjam uang sebanyak Rp.250 ribu untuk keperluan membayar arisannya. Karena alasan tidak ada uang untuk dipinjamkan, tersangka langsung membekap korban dengan bantal hingga lemas dan meninggal dunia," ucapnya.

Ia katakan, setelah korban tidak sadarkan diri, tersangka mengambil barang emas yang tersimpan di pakaian dalam korban dan menyimpannya dipinggang tersangka. Tidak lama kemudian anak korban datang, karena sebelumnya mendengar ada suara minta tolong dari dalam rumahnya.

"Saat anak korban datang Ia sudah melihat korban tidak bernyawa, dan mendapati tersangka bersembunyi di balik pintu kamar, anak korban langsung menghubungi pihak kepolisian dan mengamankan tersangka," ungkap Hamidi.

Hamidi katakan, motif dari tersangka melakukan perbuatannya tersebut karena sakit hati, tidak dipinjamkan uang oleh korban.

"Terkait kericuhan yang terjadi itu, saat tersangka akan dibawa, tapi hal itu, bisa terkendalikan oleh personilnya sampai tersangka diantarkan ke Mapolsek Padang Timur, mengingat di sana adanya penjara wanita," jelas Hamidi. (h/mg-pmi)

 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM