Seniman Korban Penembakan di Selandia Baru Bukan Warga Pessel


Sabtu, 16 Maret 2019 - 00:54:11 WIB
Seniman Korban Penembakan di Selandia Baru Bukan Warga Pessel Zulfirman Syah seniman komunitas Seni Sakato di Yogyakarta, warga Indonesia yang jadi korban penembakan di Christchurch, Selandia Baru.(foto instagram)

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Zulfirman Syah seorang seniman komunitas Seni Sakato di Yogyakarta, Warga Negara Indonesia (WNI) yang jadi korban penembakan di Christchurch, Selandia Baru, ternyata bukan asal Pesisir Selatan.

Hal tersebut dibenarkan oleh kakak kandung korban Handra Yuspita, ia menyebutkan bahwa Zulfirman Syah bukan berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan, melainkan di Padang, Sumbar.

"Kami sekeluarga sudah lama tinggal di Kota Padang, tepatnya di kawasan Lapai. Saya bersama adik saya Zul, sekolah dan besar di Padang. Kalau dari cerita nenek, daerah asal kami turunan dari Solok," katanya saat dihubungi wartawan di Painan, Jumat (15/3).

Ia mengakui, jika adiknya Zulfirman Syah termasuk salah satu korban penembakan di Selandia Baru, karena melihat sejumlah pemberitaan di Facebook dan keterangan dari istrinya Alta Marie.

"Saat mengetahui informasi tersebut, kami bersama keluarga sangat kaget dan shok. Saat ini kami sedang berkumpul bagaimana caranya memberitahukan kejadian ini pada orangtua kami. Sebab, beliau tidak mudah menerima kabar ini," ucapnya.

Ia mewakili pihak keluarga, berharap doa atas kesembuhan Zul dan anaknya yang saat ini tengah di rawat di salah satu Rumah Sakit yang ada di Selandia Baru.

"Kami minta doanya agar Zul dan anaknya bisa selamat dari maut. Kami dapat info jika Zul terkena tembakan di bagian paru, sedangkan anaknya bagian kaki," tuturnya diiringi isak tangis.

Ketika ditanyakan apakah sudah ada pemerintah atau kepolisian yang menghubungi pihak keluarga di Padang, ia mengaku belum ada.

"Belum ada, kecuali wartawan. Kemungkinan besok pagi kami akan melapor ke Gubernur Sumbar terkait peristiwa ini. Dan kami berharap bisa menjenguk Zul dan anaknya kesana," ujarnya. 

Sebelumnya, sejumlah media lokal memberitakan bahwa Zulfirman Syah korban penembakan di Selandia Baru berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan.

Diketahui, Zulfirman Syah dan putra keduanya menjadi korban aksi brutal yang menewaskan 40 orang dan 48 orang lainnya mengalami luka-luka. Ia tertembak di bagian paru, dan anaknya pada bagian kaki. 

40 orang tewas dan 48 luka-luka dalam serangan bersenjata di dua masjid saat salat Jumat (15/03) di Christchurch, Selandia Baru. 30 orang korban tewas ditemukan di Masjid Al Noor di Jalan Dean dan 10 orang tewas di Pusat Islam Linwood di Linwood Avenue. (h/kis)

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM