Keluarga Ingin Dengar Percakapan Telfon, Polisi Pastikan Hilda Korban Laka


Selasa, 19 Maret 2019 - 11:40:17 WIB
Keluarga Ingin Dengar Percakapan Telfon, Polisi Pastikan Hilda Korban Laka Ilustrasi (net)

Kemudian, Firdaus mengarahkan jajarannya untuk menemui orang tua Syarif yang bernama Marnis. "Dari keterangan Marnis, ia mengaku mendapatkan tas milik korban di daerah Pantai Muaro Lasak. Dalam tas itu, kami mengamankan barang milik korban berupa satu lembar Kartu Tanda Penduduk (KTP), Buku Tabungan, Kartu BPJS, Kartu PMI, dan beberapa kartu ATM," sebut Firdaus lagi.

Oleh karena itu, Firdaus mengaku saat ini pihaknya telah menghentikan proses penyelidikan terkait kasus dugaan kejanggalan yang dilaporkan oleh keluarga Hilda. Sebab, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa kejadian hilangnya Hilda selain dugaan kejadian laka lantas.

"Sedangkan untuk laka lantasnya, sudah ditangani Unit Laka Satlantas Polresta Padang dan untuk proses dugaan tindak kriminal lain, kami hentikan sementara. Jika ada bukti lain, kami akan proses kembali," tutupnya.

Firasat Keluarga

Menanggapi keterangan pihak kepolisian, orang tua Hilda, Wida Yenti Muas, tetap tidak dapat menyembunyikan keyakinan bahwa ada kejanggalan dalam kasus kecelakaan yang menyebabkan anaknya tidak ditemukan hingga hari ini. Pihak keluarga bahkan telah berbagi keluh kesahnya kepada pengacara kondang, Hotman Paris, yang berkunjung ke Padang beberapa hari lalu.

“Memang Polsek Padang Barat telah menemukan barang bukti berupa tas yang dipakai Hilda pada waktu kejadian itu dari seorang pemulung yang mengaku mendapatkan tas itu beberapa jam setelah peristiwa. Tapi kenapa tidak sejak lama pemulung itu memberi tahu kami atau pihak berwajib," sebutnya kepada Haluan.

Menurut data yang dihimpun oleh keluarga, pada 23 Januari, nomor telepon Hilda melakukan panggilan ke sebuah nomor selama 2 kali, dan pada tanggal 24 Januari, juga melakukan panggilan ke nomor yang berbeda sebanyak 2 kali. Kelurga bahkan telah meminta bantuan kepada Polda untuk membuka isi rekaman dari dua nomor yang ditelpon dari nomor Hilda.

"Jawaban orang Polda, kasus ini ditangani Polsek Padang Barat. Tunggu saja kabar dari Polsek. Padahal saya ingin tahu isi pembicaraannya, karena dari isi pembicaraan tentu semuanya bisa dipastikan. Tapi kalau tidak dibuka, jadi tanda tanya oleh kami. Kalau isi pembicaraannya tidak ada tentang Hilda, berarti saya ikhlas bahwa anak saya memang hanyut," sebutnya lagi.

Didampingi Hotman Paris, sambil menangis Wida memohon agar Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal bersedia melakukan pengusutan yang lebih terang dan tuntas dengan cara yang transparan.

"Assalamualaikum Bapak Kapolda. Pak, saya sebagai orang tua Hilda memohon kepada bapak agar mengusut kasus ini sampai tuntas pak. Saya ingin kasus ini terbuka pak, harus ada titik terangnya pak. Ini udah 2 bulan loh pak, anak saya belum ketemu. Saya mohon bantuan bapak, terima kasih ya pak," ucap Wida.

Menanggapi hal tersebut, Hotman Paris menilai, pemeriksaan atas dugaan kejanggalan ini seharusnya ditingkatkan ke level Polda. “Karena berdasarkan penelusuran keluarga, ditemukan beberapa kejanggalan yang orang awam pun juga akan merasa curiga,” sebut Hotman. (h/mg/pmi/mg-yes)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM