Keluarga Ingin Dengar Percakapan Telfon, Polisi Pastikan Hilda Korban Laka


Selasa, 19 Maret 2019 - 11:40:17 WIB
Keluarga Ingin Dengar Percakapan Telfon, Polisi Pastikan Hilda Korban Laka Ilustrasi (net)

Saat ini proses penyelidikan terkait kasus dugaan kejanggalan yang dilaporkan oleh keluarga Hilda telah dihentikan. Sebab, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa kejadian hilangnya Hilda bukan disebabkan laka lantas. Kami hentikan sementara. Jika ada bukti lain, kami akan proses kembali. (AKP FIRDAUS-KAPOLSEK PADANG BARAT)

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Sat Lantas Polresta Padang memberikan penyataan bahwa peristiwa terjunnya satu unit minibus Xenia putih bernomor polisi B 2432 SYG ke dalam sungai Banda Bakali, Jalan Salak, Purus Kebun, Kota Padang pada Minggu 20 Januari lalu murni kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Polisi menepis dugaan adanya kejanggalan dalam peristiwa yang menyebabkan salah seorang penumpang bernama Hilda, tewas dan tak ditemukan jasadnya hingga hari ini.

"Mobil yang hanyut beberapa waktu lalu dan menyebabkan satu orang penumpang bernama Hilda hilang hingga saat ini, itu murni laka lantas. Karena disebabkan oleh out of control sopir mobilnya," kata Kasat Lantas Polresta Padang, Kompol Asril Prasetya, Senin (18/3).

Asril menyebutkan, saat ini pengendara mobil tersebut bernama Warsan, telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini kasusnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Padang. "Berkasnya masuk tahap P19 karena saat diserahkan ke kejaksaan, masih ada berkas yang kurang, yaitu keterangan saksi-saksi ahli. Sekarang, kami tengah melengkapi kekurangan itu," ujarnya lagi.

Sementara itu, Kapolsek Padang Barat, AKP Firdaus menepis dugaan kejanggalan yang dilaporkan oleh keluarga korban Hilda kepada kepolisian, yang menyebutkan bahwa nomor telfon genggam (HP) korban masih aktif dua hari pascakejadian. Firdauz menyebutkan, HP korban ditemukan oleh seorang pemulung di kawasan Pantai Muaro Lasak.

"Sekarang HP, tas korban yang berisi KTP, dan buku tabungan, serta beberapa kartu ATM milik korban sudah ditemukan oleh seorang pemulung bernama Marnis, beserta dua orang anaknya bernama Syarif dan Rangga. Ditemukan sekitar pukul 03.30 WIB, atau sekitar lima jam setelah kejadian mobil jatuh ke Banda Bakali itu," kata Firdaus, Senin (18/3).

Firdaus menyebutkan, proses penyelidikan terhadap dugaan kejanggaran berawal saat salah seorang keluarga korban mengatakan bahwa HP milik korban Hilda masih aktif setelah kejadian. "Mendapatkan informasi tersebut, kami langsung melacak keberadaan HP tersebut dan beberapa nomor yang sempat dihubungi dari nomor di HP itu," katanya lagi.

Setelah dilacak, sambung Firdaus, pihaknya mendapatkan data bahwa nomor tersebut pernah menghubungi seseorang atas nama Suci Veronika. "Lalu kami melacak dan memminta keterangan kepada Suci itu. Ia mengaku dihubungi melalui nomor Hilda oleh seorang temannya," ujarnya.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata teman yang dimaksud oleh Suci bernama Syarif. "Saat kami menjemput Syarif, ia mengatakan bahwa ia mendapatkan HP itu dari orang tuanya yang bekerja sebagai pemulung," katanya.





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM