Kondisi Objek Wisata Rimbo Panti Memprihatikan


Rabu, 20 Maret 2019 - 14:29:42 WIB
Kondisi Objek Wisata Rimbo Panti Memprihatikan Kondisi Musalla di kawasan objek wisata Cagar Alam Rimbo Panti, memprihatikan.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM--Destinasi objek wisata cagar alam Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman, sudah lama dikenal. Kawasan konservasi ini memiliki banyak daya tarik sebetulnya. Mulai dari hutan lindung nan eksotis, flora dan fauna, objek wisata ini juga memiliki pemandian air panas. 

Namun, fasilitas penunjang objek wisata ini cukup memprihatinkan. Rumah ibadah yang mulai rusak karena tidak terawat, toilet yang tidak berfungsi serta kumuhnya destinasi wisata tersebut. Kondisi ini jelas mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Pasaman, Radial Fuji, mengatakan, bahwa pihaknya sudah pernah menganggarkan dana untuk perbaikan musalla dan sejumlah fasilitas pada objek wisata itu. 

"Termasuk tahun ini. Tapi ada kendala untuk perbaikan (rehab) sejumlah fasilitas di objek wisata yang satu ini. Kendalanya, kita sulit mendapatkan izin dari pihak BKSDA. Bahkan, untuk memotong rumput saja tidak boleh," ucapnya. 

Radial mengakui, koordinasi dengan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk pengembangan objek wisata tersebut sudah pernah dilakukan, tapi belum juga menunjukkan titik terang. 

Padahal, kata dia, perbaikan sejumlah fasilitas yang rusak akan mempercantik tampilan kawasan objek wisata andalan tersebut. Karena berada dijalur lintas jalan nasional. 

"Cukup sulit. Urusannya berbelit-belit. Padahal, kita hanya ingin membenahi agar tampilan kawasan objek wisata itu rancak. Jika terus seperti ini, Pemda yang selalu disalahkan, dipojokkan. Dibilang tidak peduli," ujarnya. 

Saat dihubungi, Kepala Resort BKSDA Pasaman, Yongki membantah, bahwa pihaknya mempersulit Pemda melakukan perbaikan sarana prasarana di kawasan hutan konservasi tersebut. Menurutnya, ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi terlebih dahulu. 

"Bukan dipersulit. Memang itu tupoksinya BKSDA. Ada prosedur kalau kawasan itu mau dikerjasamakan selain dengan kami (BKSDA), termasuk dengan Dinas Pariwisata," katanya, Rabu (20/3).

Diantara mekanisme yang harus dipenuhi itu, kata Yongki, ada blok yang harus disetujui oleh pusat, rencana pengelolaan, desain tapak setelah itu baru Detail Engineering Design (DED). 

"Mekanisme itu harus dipenuhi, gak boleh loncat-loncat. Harus ada DED lebih dulu. Setelah itu baru boleh dilaksanakan. Kalau gak ada, yah gak bisa. Setelah semua dipenuhi barulah kita lakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS)," katanya. 

Ia mengakui, meski terkesan berbelit, mekanisme itu memang harus dipenuhi, agar tidak menyalahi aturan perundang-undangan. Sebab, kata dia, objek wisata cagar alam rimbo Panti itu merupakan kawasan konservasi. 

"Ini harus dilakukan, karena Rimbo Panti itu adalah kawasan konservasi, benteng terakhir perlindungan hutan dan itu wewenannya pusat," ujarnya. (h/yud)

 

 




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 17 Mei 2018 - 20:38:45 WIB

    Saling Bermaafan, ASN Turut Pantau Kondisi di Lingkungan

    Saling Bermaafan, ASN Turut Pantau Kondisi di Lingkungan TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM -- Bulan Ramadan 1439 Hijriah membawa kenyamanan dan ketentraman bagi umat manusia. Bulan suci ini menjadi bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam se-dunia, mengingat keberkahan yang luar biasa bag.
  • Selasa, 11 April 2017 - 17:08:06 WIB

    Melihat Kondisi Puskesmas, Anggota DPRD Padang Pariaman Ini Marabo

    Melihat Kondisi Puskesmas, Anggota DPRD Padang Pariaman Ini Marabo PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Pariaman daerah pemilihan (dapil) IV marabo saat meninjau pembangunan Puskesmas Katapiang, Selasa (11/4)..
  • Rabu, 05 Oktober 2016 - 02:16:41 WIB

    Kondisi Rest Area Gerbang Utara Memprihatinkan

    Kondisi Rest Area Gerbang Utara Memprihatinkan PARIAMAN, HALUAN — Kondisi rest area di gerbang utara Kota Pariaman makin menyedihkan. Pasalnya, jika hujan hujan turun, lokasi ini akan menjadi langganan ban­jir. Namun sebaliknya, jika musim kering akan mem­perlihatkan .
  • Rabu, 10 Agustus 2016 - 04:12:38 WIB

    Diberikan PMT Kondisi Penyandang Gizi Buruk Mulai Membaik

    PARIAMAN, HALUAN — Tujuh balita penyandang gizi buruk di Kota Pariaman sudah mendapat Program Makanan Tambahan (PMT) dari pe­me­rintah setempat, dan kondisinya sudah membaik..
  • Kamis, 07 April 2016 - 02:46:04 WIB

    Kondisi SMPN 7 Bukittinggi Memprihatinkan

    Kondisi SMPN 7 Bukittinggi Memprihatinkan BUKITTINGGI, HALUAN — Keinginan Pemko Bukittinggi untuk menjadikan Bu­kittinggi sebagai Kota Pendidikan, tentunya harus dibarengi dengan kondisi sekolah dan fasilitasnya yang baik. Namun kenyataannya, masih ditemukannya b.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM