Ditresnarkoba Amankan Dua Paket Besar, Sumbar “Dihujani” Sabu-sabu


Kamis, 21 Maret 2019 - 10:02:42 WIB
Ditresnarkoba Amankan Dua Paket Besar, Sumbar “Dihujani” Sabu-sabu Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar saat merilis hasil penangkapan terhadap dua pelaku pengedar sabu-sabu seberar dua kilogram di Mapolda Sumbar, Rabu (20/3). PERI MUSLIADI

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Sumbar meringkus dua warga Pekanbaru di Agam dan Bukittinggi atas kepemilikan dua kilogram sabu-sabu yang diduga kuat akan diedarkan di Sumbar, Sabtu (16/3) lalu. Penangkapan itu menambah rentetan aksi penggagalan transaksi sabu-sabu di Sumbar, setelah dua pekan lalu BNNP Sumbar dan kepolisian menggagalkan peredaran dua kilogram sabu-sabu dari tangah lima pelaku.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Ma'mun mengatakan, identitas dua pelaku yang dicokok Sabtu lalu berinisial H (42) dan DT (43). H yang berprofesi sebagai sopir merupakan warga Jalan Cendrawasih, Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. Sedangkan DT bekerja sebagai driver angkutan online dan beralamat di jalan Rukun, Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.

"H kami tangkap di sebuah mobil merk kijang super bernomor polisi BM 1678 SR, tepatnya di depan RM Rumpun Padi, Tanjung Alam, Kenagarian Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, sekitar 04.15 WIB. Dari tangan H kami amankan sekitar 942,87 gram sabu dalam bungkunsan plastik merk Guanyinwang. Ia mengaku mendapatkan barang itu dari seseorang yang tidak dikenal, disuruh oleh Pen yang berdomisili di Kota Pekanbaru," ucap Ma'mun saat rilis penangkapan di Mapolda Sumbar, Rabu (20/3).

Sementara itu, pelaku DT diringkus di hari yang sama sekitar pukul 07.50, setelah dilakukan pengembangan atas penangkapan H. DT diringkus di pinggir jalan, tepatnya di depan Toko Baut Alfi, Jalan Raya Bukittinggi-Payakumbuh KM 11, Baso, Kabupaten Agam, di dalam mobil merek Agya bernomor polisi BM 1502 CM. Dari tangan pelaku diamankan sabu-sabu seberat 1.039,84 gram dalam bungkusan plastik merek Guanyinwang.

Kepada petugas, sebut Ma'mun, kedua pelaku mengaku hanya bertugas sebagai kurir sekaligus pengedar sabu, dengan jaringan dari Kota Pekanbaru dan target daerah sasarannya Kota Padang. "Sekarang ini, modus pelaku dalam mengedarkan barang haram ini berbagai macam. Seperti yang dilakukan DT ini, dengan mengangkutnya menggunakan mobil pribadi dan membawa keluarganya. Saat ditangkap, alasannya hanya mengajak keluarga berwisata," katanya lagi.

Selain itu Ma'mun mengatakan, beberapa waktu belakangan, kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar telah menggagalkan upaya peredaran empat kilogram sabu-sabu yang seluruhnya berasal dari Pekanbaru. Mengingat hal itu, pihaknya akan melakukan pengembangan dengan cara berkoordinasi dengan Polda Kepulauan Riau.

“Ini kemungkinan besar bandarnya sama dengan yang diamankan oleh BNN Sumbar. Sebab, kamilihat bungkusannya sama. Sama-sama bertuliskan Guanyinwang," katanya lagi.

Ma’mun mengaku, ada dilema saat tertangkapnya banyak pengedar sabu dengan barang bukti masing-masing. Sebab semakin banyak sabu-sabu yang ditangkap, maka harganya akan semakin tinggi sehingga, sehingga pada akhirnya, bandar sabu tetap akan memperoleh keuntungan yang besar.

"Oleh karena itu saya imbau semua pihak untuk saling bekerja sama. Mari sama-sama mematikan semua bandar sabu ini dengan cara tidak membeli barang haram itu. Satu-satunya yang ditakuti bandar itu, ya, dimiskinkan," sebut Ma'mun lagi.





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM