Biaya Pengobatan Jantung Rp230 Miliyar Setahun, KTR Sumbar Kurang Ketat


Jumat, 22 Maret 2019 - 10:10:08 WIB
Biaya Pengobatan Jantung Rp230 Miliyar Setahun,  KTR Sumbar Kurang Ketat RUMAH SAKIT JANTUNG - Warga melintas di depan bekas Rumah Sakit Khusus Jantung cabang utama Sumatera Barat di Jalan Khatib Sulaiman, Padang, Rabu (20/3). Saat ini biaya pengobatan sakit jantung warga Sumbar yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan lewat Program Jaminan Kesehatan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mencapai Rp. 230 Miliar per tahun. TIO FURQAN

Selain pengaruh pola makan, kebiasaan merokok masyarakat Sumbar saya kira juga menjadi salah satu penyebab terbesar tingginya angka penderita sakit jantung di Sumbar. Penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) perlu diperketat. (NASRUL ABIT-WAKIL GUBERNUR SUMBAR)

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Penyakit jantung menjadi masalah kesehatan yang paling banyak menyedot biaya pengobatan di Sumbar. Setidaknya, BPJS Kesehatan harus membayar klaim hingga Rp230 juta setiap tahun. Rokok menjadi salah satu kebiasaan yang dinilai berperan memunculkan pasien baru. Penegakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang lebih ketat tampaknya jadi satu solusi.

Hal itu dikemukakan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Kamis (21/3). Nasrul mengakui, tingginya angka pengidap sakit jantung di Sumbar menjadi hal yang sangat memprihatinkan dan patut diwaspadai. Oleh karena itu, pemerintah mulai berpikir untuk fokus menyiapkan berbagai langkah preventif.

"Kami akan kembali rapat dengan pihak BPJS, Jumat 22 Maret ini untuk membahas berbagai hal. Termasuk membahas langkah preventif untuk menanggulangi angka penyakit jantung di Sumbar yang semakin meningkat setiap tahun," kata Nasrul kepada Haluan.

Selain pengaruh pola makan, Nasrul Abit menilai kebiasaan merokok masyarakat Sumbar juga menjadi salah satu penyebab terbesar tingginya angka penderita sakit jantung di Sumbar. Oleh karena itu, ia menilai penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) perlu diperketat.

"Nanti kami akan melayangkan surat kepada pemerintah kabupaten/kota. Isinya kira-kira untuk meminta pemkab/pemko membuat dan menerapkan Perda KTR, terutama sekali (dimulai) di kantor-kantor pemerintahan," tutur Nasrul.

Perokok Pelajar 40,1%

Terkait kebiasaan merokok sendiri, pada awal tahun 2019 peneliti dan pengajar Politeknik Kesehatan (Poltekes) Padang, Sari Arlinda menemukan bahwa 40,1 persen dari total 1,2 juta perokok aktif di Sumbar berasal dari kalangan pelajar berusia 15 sampai 19 tahun. Sementara itu dinas terkait mengaku telah berusaha maksimal menekan angka pelajar perokok melalui berbagai program. Sementara, peran serta keluarga dituntut lebih.

"Dari 1,2 juta perokok di Sumbar, terungkap yang paling banyak merokok itu mereka di usia pelajar," kata Sari Arlinda di Padang, Sabtu (19/1) lalu.

Ia mengungkapkan hal itu pada diskusi kelompok terarah (FGD) dengan tema "Peranan Organisasi Masyarakat Mewujudkan Kota Padang Tanpa Iklan Promosi dan Sponsor Rokok", yang digelar oleh LSM Ruandu Foundation. Bahkan, menurut Sari, tidak hanya didominasi usia remaja, bahkan ada anak usia 5-9 tahun yang merokok dengan jumlah 1,5 persen dan 10-14 tahun sebanyak 13,7 persen.

Sementara itu di Kota Padang, lanjutnya dalam data, dari 876.880 jiwa penduduk, jumlah perokok dengan usia di bawah 20 tahun mencapai 323.963 orang atau 66,2 persen. Tidak hanya itu, ia menemukan dari lima SMA yang disurvei dengan 1.000 siswa, 59 persen atau lebih separuh siswa merokok.

Menurut Sari, seseorang merokok banyak dipengaruhi oleh rekan sebaya apalagi remaja yang sedang dalam proses pencarian jati diri. Kemudian iklan dan promosi yang dikemas secara menarik juga merupakan salah satu faktor yang mendorong remaja untuk merokok.

Di sisi lain, Sari melihat industri rokok menjadikan remaja sebagai target konsumen karena diharapkan menjadi pengganti para perokok yang nantinya akan meninggal atau proses regenerasi. "Karena itu industri rokok berlomba-lomba memperkenalkan merknya pada remaja, karena mereka memahami remaja akan setia pada merk rokok pertama yang diisap," katanya.





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM