Air Danau Diatas Keruh dan Berbau Amis, Warga Resah


Selasa, 26 Maret 2019 - 20:35:12 WIB
Air Danau Diatas Keruh dan Berbau Amis, Warga Resah TERCEMAR--Air danau Diatas di Nagari Alahan Panjang kec. Lembah Gumanti di duga tercemar. Terlihat perubahan warna air yang sebelumnya jernih menjadi keruh. Kondisi ini berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat di daerah itu. WANDI MALIN

ALAHAN PANJANG, HALUAN--Air Danau Diatas di Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti mengalami perubahan pada warna dan berbau amis. Kondisi ini membuat masyarakat yang ada di nagari tersebut resah, karena selama ini air danau menjadi sumber air minum yang dipasok PDAM setempat.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Nagari (LPMN) Alahan Panjang Edwar Jamil mengungkapkan, fenomena ini telah terjadi sejak dua bulan terakhir. Air danau yang biasanya berwarna bening sekarang mengalami perubahan menjadi keruh kemerah-merahan dan berbau sangat amis.

Baca Juga : Penyekatan Mudik Berakhir Jumat Malam

"Keadaan ini sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti perubahan warna tersebut," ujar Edwar kepada Haluan, Selasa (26/3).

Ia menyebutkan, keadaan ini sangat berdampak bagi ekosistem di Danau Ateh yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar. Banyak Nelayan yang mengurungkan niat mencari ikan khawatir ikan-ikan di danau tercemar fenomena ini. Dampak tidak lansung juga dirasakan masyarakat yang mencuci pakaian dengan memanfaatkan air danau yang berubah kualitasnya. Termasuk pasokan air PDAM ikut tercemar menjadi keruh dan berbau. 

Baca Juga : Bikin Bising, Belasan Pemotor Knalpot Racing Dibekuk

"Ada ribuan masyarakat yang bergantung kepada sumber air di danau itu. Kini untuk minum, kami terpaksa menggunakan air galon isi ulang, karena PDAM menghentikan suplay air ke masyarakat karena fenomena ini. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, dengan sangat terpaksa tetap menggunakan air tersebut," ucapnya.

Dia bersama rekan-rekannya sudah melaporkan soal tercemarnya air danau Ateh ini ke banyak pihak. Sejak terjadinya perubahan warna dan bau air danau, pihaknya memberi tahukan kepada lembaga-lembaga terkait diantaranya Balai Wilayah Sumatera dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok.

"Teman-teman juga banyak yang sudah publish di media sosial. Semoga segera ada tanggapan dan solusi, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan kelangsungan ekosistem di Danau Ateh yang tentunya berpengaruh pada perekonomian masyarakat sekitar. “ katanya   

Sementara itu, Kepala Unit PDAM Alahan Panjang, Zul T menyebutkan konsumen  PDAM unit Alahan Panjang berjumlah kurang lebih 500 pelanggan memanfaatkan air PDAM.

“Sejak beberapa hari terakhir kami terpaksa menghentikan pasokan air kepada masyarakat. Sudah kami coba untuk menyuling beberapa kali, hasilnya tetap saja air tak layak konsumsi. Sangat keruh dan baunya amis,"  jelasnya

Terhadap itu, Camat Lembah Gumanti  Zaitul Ikhlas mengaku sudah melaporkan fenomena tersebut kepada Pemerintahan Kabupaten Solok dan masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Bupati.  

“Kami sudah koordinasi dengan bapak Bupati dan berkoordnasi dengan Dinas terkait,” jelas Zaitul

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok, Abdul Manan yang dihubungi terpisah mengaku sudah menginstruksikan bawahannya untuk mengadakan pengecekan langsung ke Lokasi danau Ateh. Dirinya juga telah melaporkan ke LH Provinsi guna penelitian.

“Saya sudah terima kabar mengenai kondisi Danau Ateh dan langsung instruksikan staf menchek kondisi air Danau Ateh hari ini ( Selasa -red)," ujar Manan. (h/ndi)

 

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]