Atlet Silat Jalani Sidang Pembunuhan Perdana di Padang


Rabu, 27 Maret 2019 - 15:37:28 WIB
Atlet Silat Jalani Sidang Pembunuhan Perdana di Padang Terdakwa kasus pembunuhan di area Kompleks PT Semen Padang, Yandrizal, yang merupakan mantan atlit silat, keluar dari ruang sidang dengan bantuan petugas, menuju tahanan sementara PN Padang, Selasa (26/3). YUHENDRA

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Terdakwa Yandrizal (25) yang berprofesi sebagai atlet silat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum, setelah diseret sebagai terdakwa untuk kasus pembunuhan terhadap korban Rio Oktavianda Putra. Sidang perdana kasus tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Padang, Selasa (26/3).

Dalam sidang tersebut, terdakwa keluar dari sel tahanan PN Padang mengenakan rompi merah tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang dan menggunakan kursi roda menuju ruangan sidang. Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebutkan, peristiwa pembunuhan ini berawal pada 15 September 2018 sekitar pukul 17.00 WIB, saat terdakwa sedang mengendarai sepeda motor menuju rumahnya di Blok M Indarung, Lubuk Kilangan.

"Tiba-tiba sepeda motor terdakwa dipepet oleh sepeda motor lain yang dikendarai oleh saksi Roni Anwar bersama Rio (korban). Atas tindakan Roni, terdakwa marah dan memaki kedua orang tersebut," kata JPU Dewi saat membacakan dakwaannya.

JPU menambahkan, mendengar terdakwa memaki, Rio pun turun dari motor sambil mengacungkan pisau ke arah terdakwa. Lalu terdakwa meminta Rio untuk menunggu di lokasi tersebut. Kemudian, terdakwa pergi menuju kedai saksi Jhon Firdaus alias Ucok yang sekitar 300 meter dari lokasi, dengan niat meminjam pisau dengan alasan untuk mengupas mangga.

Lebih lanjut JPU menjelaskan, setelah pisau itu diperoleh, terdakwa menyelipkan pisau tersebut di pinggang, lalu kembali menemui Roni dan Rio yang sedang duduk di atas sepeda motor di depan Kantor Pos Giro Kompleks PT Semen Padang.

"Terdakwa kemudian mendekati keduanya, lalu menusukkan pisau teresebut ke arah dada Rio berulang kali. Rio berusaha menghindar, dan sabetan pisau terdakwa mengenai lengan tangan kiri Roni. Keduanya kemudian berlari untuk menjauhi terdakwa," lanjutnya.

JPU juga menuturkan, saksi Anwar yang melihat kejadian itu berteriak kepada keduanya untuk lari. Rio pun lari ke arah pos Satpam Indarung, sedangkan Roni lari ke arah Kantor Satpam PT. Semen Padang.

"Terdakwa kemudian mengejar Rio dan kembali menusukkan pisau ke dada korban. Setelah itu, saksi Roni kembali ke tempat semula, mengambil sepeda motornya dan membawa Rio menuju Simpang Cubadak," tutur JPU.

JPU juga menyebutkan, dalam perjalanan, Rio menyebut kalau dirinya pusing dan napas sesak setelah dadanya tertusuk pisau. Kemudian, datang mobil yang dikendarai oleh orang tak dikenal. Roni menghentikan motor, dan pegemudi itu menawarkan untuk mengantar korban ke rumah sakit.

"Korban kemudian diantar ke Klinik PT. Semen Padang dan kemudian dirujuk ke RS Semen Padang. Namun, nyawa Rio tidak tertolong. Jasad korban kemudian divisum di RS Bhayangkara," sebut JPU.

Hasil visum menunjukkan terdapat pendarahan hebat di kantong jantung korban dan luka tusuk di hati korban. Atas perbuatan terdakwa itu, terdakwa diancam pidana dengan pasal berlapis seperti 340, 351, dan 338 KUHP.

Setelah mendengar dakwaan, PH terdakwa, Adek Putra, tidak mengajukan eksepsi (nota keberatan atas dakwaan JPU). Usai siding, terdakwa kembali didorong dengan kursi roda menuju sel tahanan. Sidang yang diketuai oleh Purba dengan anggotakan Agnes Sinaga dan Dina Herlina itu ditunda hingga pekan depan.

Sebelumnya, terdakwa Yandrizal sempat terjun dari lantai tiga di rumah tahanan (rutan) Anak Air. Akibatnya, terdakwa mengalami patah kaki dan benturan di kepala, sehingga harus dirawat di RSUP M.Djamil Padang. (h/mg-hen).

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM