TNI AU Aktifkan Kembali Eks Bandara Piobang


Jumat, 29 Maret 2019 - 11:20:37 WIB
TNI AU Aktifkan Kembali Eks Bandara Piobang Walinagari Piobang menerima bantuan untuk masyarakat dari Marsekal Muda TNI Iman Sudrajat, Aspotdirga Kepala Staf Angkatan Udara dalam rangka Hari TNI AU ke 73

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM--Kunjungan Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Iman Sudrajat ke Kabupaten Limapuluh Kota, bagaikan  angin segar bagi daerah setempat. Kenapa tidak, harapan besar Pemerintah Daerah, Pemerintah Propinsi Sumbar termasuk masyarakat yang selama ini terngiang-ngiang untuk aktifkan kembali eks bandar udara Piobang yang ada di Nagari Piobang, Kecamatan Payakumbuh hampir saja terwujud.

“Dari cerita  orang tua  dulu-dulunya ketika bandara masih aktif, Piobang ini jauh lebih maju. Karena dizaman AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) dulu banyak sekali kegiatan, terutama dari kegiatan militer di bandara Piobang,” terang Syaffan Nur Walinagari Piobang dihadapan Marsekal Muda TNI Iman Sudrajat saat Hari Bhakti TNI AU di Piobang pada Kamis (28/3) pagi.

Baca Juga : Menparekraf Bakal Undang Investor Kembangkan The Gate of Minangkabau di Padang Panjang

Menurut Syaffan Nur,  banyaknya prajurit TNI AU sejak beberapa hari terakhir dan sudah berbaur dengan masyarakat Nagari Piobang itu, terkesan adanya aura-aura untuk aktifkan kembali Bandara Piobang yang selama ini tidak beroperasi. “Mudah-mudahan, ini cikal bakal untuk memulai kembali kejayaan dimasa AURI   di Piobang,”terang Walinagari Piobang.

 

Baca Juga : Padang Panjang Teken Dokumen PKS Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah

 

 

Baca Juga : Legislator Sumbar: Watek Ducati Menyajikan Suasana Asri

Kemudian, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan mengatakan, hubungan antara masyarakat Piobang dengan TNI AU merupakan dualisme yang tidak dipisahkan apalagi dengan adanya bukti lahan Bandara Piobang milik TNI AU yang dimanfaatkan oleh masyarakat.

Hubungan masyarakat dengan TNI AU itu, kata Ferizal Ridwan, tidak hanya terjadi sejak setahun atau dua tahun belakangan ini. Melainkan sejak puluhan tahun lalu ketika mempertahankan kemerdekaan RI. “TNI AU adalah kakak kandungnya Kabupaten Limapuluh Kota. Ada sejarah yang tidak dipisahkan, ada hubungan yang tidak bisa dilepaskan,” terang Ferizal Ridwan.

Baca Juga : Menparekraf Siapkan Ombilin Sawahlunto jadi Wisata Heritage

Selain itu, ucap Ferizal, pemerintah daerah sangat berharap banyak kepada TNI AU untuk aktifkan kembali  eks Bandara Piobang yang sudah lama tidak dimanfaatkan. “Aktifnya kembali bandara Piobang tidak hanya sekedar kebutuhan ekonomis saja tetapi banyak hal yang perlu dikaji sehingga sudah selayaknya Bandara Piobang diaktifkan kembali,”ucap Ferizal Ridwan.

Secara geologis, kontur serta tatanan wilayah,ucap Ferizal Ridwan, Sumbar sangat rawan terhadap bencana alam. Terutama gempa bumi serta ancaman tsunami. Kemudian, ucapnya lagi,  bandara yang ada saat ini dan satu satunya dimiliki, berada di titik rawan bencana digaris pinggir pesisir. “Apabila sewaktu-waktu ini (bencana gempa dan tsunami ) terjadi, kelumpuhan bandara bisa saja terjadi. Bandara Piobang adalah penyanggahnya untuk antisipasi kelumpuhan ini. Untuk pengembangan kedepan, mengaktifkan kembali Bandara  Piobang tidak hanya sekedar kebutuhan , melainkan sudah menjadi kewajiban pemerintah mewujudkannya. Pemerintah daerah, siap untuk mendukung ini semua,”tegas Wakil Bupati Limapuluh Kota.

Sementara, Komandan Pangkalan Udara Militer Sutan Sjahrir Padang Kolonel Pnb Purwanto Adi Nugroho mengatakan, secara sejarah dalam perjalanan kemerdekaan RI, Bandara Piobang ketika masih beroperasi dulunya,  pernah dimanfaatkan oleh Wakil Presiden RI Muhammad Hatta. “Tercatat di sejarah, Bapak Wakil Presiden RI Muhammad Hatta pernah mendarat  dan terbang di Bandara Piobang ini. Pada November 1948, Bandara Piobang masih beroperasi,”terang Kolonel Pnb Purwanto Adi Nugroho.

Sedangkan Aspotdirga Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Iman Sudrajat mengungkapkan, akan membahas terkait  pengoperasian kembali eks Bandara Piobang ke Markas Besar TNI AU di Jakarta. Menurut mantan Gubernur Akademi Angkatan Udara itu , TNI AU sepakat dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota terkait pengoperasian kembali eks Bandara Piobang itu. Tetapi, katanya untuk mewujudkan itu semua, perlu kajian serta pembahasan panjang. Yaitu antara TNI AU, Pemerintah Daerah, Pemerintah Propinsi serta berbagai instansi lainnya yang dirasakan perlu. “Apa yang diingikan pak Wakil Bupati (pengoperasian kembali Bandara Piobang)  sama dengan apa yang diharapkan TNI AU. Kami pun melihat adanya bekas perjuangan AU di Piobang ini. Tentunya sebagai generasi penerus di AU, menginginkan bangkit kembali nuansa kedirgantaraan diwilayah Piobang. Ini menjadi oleh-oleh  saya untuk dibawa  Mabes TNI AU,”terang Marsekal Muda TNI Iman Sudrajat.

Untuk pengoperasian kembali eks Bandara Piobang itu, jendral bintang dua itu berharap adanya konsep dari pemerintah daerah yang bisa dijadikan satu dan sinkron dengan TNI AU. Untuk saat ini, kondisi di eks Bandara Piobang hanya bersisa berupa tanah seluas 30 hektar. Lahan tersebut, dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berladang. Ada juga bekas-bekas pondasi bangunan bandara yang sudah terkubur.

Kedatangan  Aspotdirga Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Iman Sudrajat ke Kabupaten Limapuluh Kota  dalam rangka serangkaian kegiatan Hari TNI AU ke 73. Ada dua kegiatan TNI AU yang dipusatkan di Nagari Piobang,  yaitu karya bhakti dengan membangun 6 poskamling dan 1 lapangan volly. Kemudian kegiatan bhakti sosial berupa pembagian sembako ke 130 warga, pengobatan gratis ke 156 orang, pemeriksaan dan pembagian kacamata baca ke 370 warga dan pemeriksaan gigi ke 25 orang. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]