Lahan Tol Sicincin dan Lubuk Alung Bermasalah, Pemprov Akan Bentuk Tim Kajian Keberatan


Jumat, 05 April 2019 - 00:32:04 WIB
Lahan Tol Sicincin dan Lubuk Alung Bermasalah, Pemprov Akan Bentuk Tim Kajian Keberatan Suasana rapat penyelesaian pembebasan lahan untuk pembangunan ruas jalan tol Padang Pariaman–Pekanbaru di ruang rapat Wakil Gubernur Sumbar, Kamis (4/4). DANI

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Pembebasan lahan untuk proyek pembangunan jalan tol ruas Padang Pariaman-Pekanbaru tampaknya masih harus menjalani proses panjang dan berbelit. Pasalnya, belum selesai dengan warga Nagari Kasang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) masih harus berhadapan dengan warga Lubuk Alung dan Sicincin yang menolak tanahnya digusur.

"Pada dasarnya, warga dari kedua daerah tersebut setuju dengan pengadaan lahan untuk jalan tol. Hanya saja mereka menolak jalur trase yang telah ditetapkan pemerintah, lantaran jalur tersebut melewati kawasan padat penduduk serta sawah produktif. Mereka inginnya trase tersebut digeser ke arah timur, yang lahannya tidak banyak dihuni oleh masyarakat," ujar Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit saat ditemui usai rapat pembahasan jalan tol Padang-Pariaman–Pekanbaru di kantornya, Kamis (4/4) sore.

Sayangnya, Nasrul mengaku tidak bisa memenuhi permintaan dari warga Lubuk Alung dan Sicincin tersebut. Hal ini karena menggeser trase yang telah ditetapkan tidaklah semudah yang dikira. Perlu kajian ulang yang mendalam dan waktu yang lama.

Padahal, ucapnya, jalur itu sudah terbaik. Mengingat, jika trase digeser, maka akan timbul masalah sosial-ekonomi yang jauh lebih besar di kemudian hari. "Jalur itu sudah yang terbaik, dan tidak bisa lagi diubah-ubah. Tinggal sekarang, bagaimana kami sebagai pemerintah meyakinkan masyarakat untuk bersedia melepaskan tanahnya, agar proyek pembangunan tol ini bisa tetap berjalan," kata Nasrul.

Oleh karena itulah, dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim kajian keberatan. Tim kajian keberatan sendiri merupakan tim yang dibentuk gubernur untuk membantu pelaksanaan inventarisasi masalah yang menjadi alasan keberatan, melakukan pertemuan atau klarifikasi dengan pihak yang keberatan, serta melakukan kajian dan membuat rekomendasi diterima atau ditolaknya keberatan.

"Tim dari Kanwil BPN Padang Pariaman sudah turun untuk melakukan uji publik untuk jalur 4,2–30 km. Kemudian bebrapa hari yang lalu juga sudah melakukan uji publik ulang. Dari sana didapati bahwa warga Lubuk Alung dan Sicincin masih menolak, sedangkan selebihnya setuju. Untuk itu, akan dibentuk tim kajian keberatan guna menyelesaikan permasalahan ini," tuturnya.

Nantinya tim kajian keberatan akan bekerja maksimal 14 hari dengan hanya satu kali pertemuan. Dalam pertemuan tersebut akan diundang tokoh-tokoh masyarakat serta warga yang keberatan untuk mengadakan dialog.

"Kami berharap ini bisa segera diselesaikan, sehingga tidak menghambat pengerjaan tol Padang Pariaman–Pekanbaru secara keseluruhan," ujar Nasrul.

Sementara itu, untuk km 0–4,2 Nasrul mengaku bahwa dari 109 bidang, baru sebanyak 30 bidang yang telah dibayar. Sedangkan sisanya masih menunggu penyelesaian dari Kanwil BPN Padang Pariaman. (h/mg-dan)

 




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 16 Juni 2019 - 17:56:33 WIB

    Dewan Sebut Stikes Caplok Lahan Pemda

    Dewan Sebut Stikes Caplok Lahan Pemda BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM -- Adanya temuan lapangan oleh DPRD terkait terpakainya sebagian lahan pembangunan gedung DPRD Kota Bukittinggi oleh pihak Stikes For De Kock Bukittinggi, mendapat sorotan dari Ketua Komisi I Bid.
  • Senin, 20 Mei 2019 - 19:25:56 WIB

    Manfaatkan Lahan Tidur, Nagari Taram Galakkan Tanam Jagung

    Manfaatkan Lahan Tidur, Nagari Taram Galakkan Tanam Jagung LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Memanfaatkan lahan tidur, wali nagari Taram, Defrianto Ifkar terus mengajak masyarakat di nagarinya menggalakkan penanaman komoditi jagung. Hal ini juga sejalan dengan permintaan pasar ya.
  • Senin, 13 Mei 2019 - 14:10:57 WIB

    Pemko Sawahlunto Kaji Aturan Alih Fungsi Lahan Pertanian

    SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Mengantisipasi alih fungsi lahan pertanian karena dijadikan kawasan lain seperti perumahan atau pembangunan lainnya, Pemerintah Kota Sawahlunto saat ini tengah melakukan kajian dan tengah memp.
  • Senin, 29 April 2019 - 16:08:24 WIB

    Puluhan Hektare Lahan di Gunung Tuleh Tertimbun Pasir

    Puluhan Hektare Lahan di Gunung Tuleh Tertimbun Pasir PASAMAN BARAT, HARIANHALUAN.COM – Masyarakat Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat berduka. Pasalnya, puluhan hektare lahan pertanian yang ditanami padi digenangi tumpukan pasir. Akibatnya masyarakat seharusnya bi.
  • Jumat, 26 April 2019 - 16:26:43 WIB

    Nasrul Abit: Tol Padangpariaman-Pekanbaru Jangan Sampai Gusur Lahan Warga

    Nasrul Abit: Tol Padangpariaman-Pekanbaru Jangan Sampai Gusur Lahan Warga PADANG, HARIANHALUAN.COM – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit berharap pembangunan jalan tol Padangpariaman-Pekanbaru tahap II tetap berlanjut. Dia juga ingin pembangunan tol ini tak menggusur warga..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM