Pembangunan Stadion Utama Lubuk Alung Harus Diawasi


Jumat, 12 April 2019 - 15:09:11 WIB
Pembangunan Stadion Utama Lubuk Alung Harus Diawasi Taufik Hidayat

PADANG,HARIANHALUAN.COM - Sekretaris Komisi IV DPRD Sumbar, Taufik Hidayat meminta penanggung jawab proyek Stadion Utama Lubuk Alung melakukan pengawasan yang maksimal terhadap pembangunan stadion yang terletak di Sikabu, tersebut.
Pasalnya dari kunjungan Taufik dan rombongan Komisi IV ke stadion terkait pekan kemarin terungkap, material seperti besi, semen dan batu-batu diletakkan begitu saja dekat lokasi pembangunan, tanpa ada penjagaan.
"Jika besi-besi itu terus dibiarkan seperti itu bisa terjadi pengaratan dan mempengaruhi kemantapan besi saat digunakan. Begitu juga dengan material lain, jika tak dijaga akan rentan dicuri," kata politisi Partai Hanura tersebut, Rabu (10/4).
Untuk persoalan ini Taufik meminta pengawasan dilakukan secara optimal oleh pihak terkait. Hal tadi untuk menghindari APBD yang telah digelontorkan ke proyek tersebut tidak berakhir sia-sia. Dimana tahun 2019 sekarang sebesar Rp170 miliar dianggarkan untuk pembangunan infrastruktur yang satu ini.
Ia menambahkan, anggaran yang tersedot untuk pembangunan Stadion Utama Lubuk Alung sudah sangat besar. Selain untuk pembangunan fisik yang dilaksanakan tahun sekarang, sebelumnya juga dianggarkan untuk pembukaan dan pengerasan lahan.
"Kita mendesak hendaknya pembangunan bisa cepat selesai," tukasnya.
Meski mendesak Stadion Utama Lubuk Alung diselesaikan segera, Taufik mengaku pihaknya tak berharap lokasi ini dipakai sebagai tempat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2020 seperti yang direncanakan gubernur.
"Kami tidak berharap MTQ bisa dilaksanakan di Main Stadium karena pasti tidak akan efektif, disebabkan jarak lokasi itu dari pusat kota terlalu jauh, kami sanksikan tak akan ada yang datang untuk melihat pelaksanaan MTQ jika tetap dilaksanakan di sana. Ditambah lagi sarana dan prasarana lainnya belum lengkap, tapi karena anggaran yang telah disediakan untuk pembangunan terlanjur besar, pembangunan tetap mesti disegerakan," tutupnya.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumbar, Saidal Masfiyuddin juga menyangsikan Stadion Utama Lubuk Alung bisa dimanfaatkan sebagai lokasi MTQ. Salah satu alasannya adalah melihat pelaksanaan MTQ yang sudah dekat, sementara pembangunan fisik baru akan dimulai.
"Sebelum pengesahan APBD, DPRD terutama Fraksi Golkar sempat menolak anggaran Rp170 miliar itu digelontorkan untuk Stadion Lubuk Alung. APBD kita sangat minim, jika dianggarkan sebesar itu, kemudian pembangunan tidak terkejar untuk lokasi MTQ, kan sangat sayang sekali," ucapnya.
Ditegaskan Saidal, pihaknya bukan tidak setuju Stadion Utama Lubuk Alung dianggarkan melalui APBD, hanya saja pembangunan hendaknya dilakukan secara bertahap, tidak harus dipaksakan sebagai tempat penyelenggaraan MTQ 2020. Sebab, ia melihat akan lebih baik anggaran yang ada tadi diarahkan untuk hal yang lebih urgen, semisal untuk perbaikan irigasi. Dimana, sebut dia,  saat ini sebanyak 30 daerah irigasi yang ada di 19 kabupaten/kota berada dalam keadaan rusak berat dan rusak ringan.
"Untuk perbaikan satu daerah irigasi dibutuhkan anggaran Rp5 sampai Rp10 miliar. Jika Rp170 miliar untuk stadion utama tadi dipakai untuk perbaikan irigasi, bayangkan berapa banyak daerah irigasi itu yang bisa diperbaiki, dan berapa hektar sawah yang bisa terselamatkan," tegasnya.
Jika alasan pemerintah daerah menganggarkan stadion ini dana besar karena untuk lokasi MTQ, lanjut Saidal, tak harus  yang dipakai Stadion Utama Lubuk Alung. Pemerintah provinsi bisa menggunakan Gor Agus Salim yang ia nilai juga sangat layak untuk dimanfaatkan.
"Walaupun Fraksi Golkar sempat menolak, anggaran sebanyak itu tetap disepakati untuk pembangunan Stadion Utama Lubuk Alung ini. Ya kita lihat lah ke depannya seperti apa," katanya. (h/len)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 26 Mei 2020 - 04:50:56 WIB

    Sumbar Anggarkan Rp5,9 Miliar untuk Pembangunan Drainase

    Sumbar Anggarkan Rp5,9 Miliar untuk Pembangunan Drainase HARIANHALUAN.COM -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumbar akan memulai proyek pembangunan drainase di 7 (tujuh) Kabupaten/Kota di provinsi itu. Proyek itu bernilai Rp 5,9 milliar. Pasalnya, pembangunan draina.
  • Senin, 04 Mei 2020 - 22:35:08 WIB

    Ketua DPRD Mentawai Minta Pembangunan Ruang Isolasi Covid-19 Dipercepat

    Ketua DPRD Mentawai Minta Pembangunan Ruang Isolasi Covid-19 Dipercepat MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM - Ketua DPRD Mentawai Yosep Sarogdok meminta kepada pihak terkait agar mempercepat pembangunan ruang isolasi khusus bagi orang yang terpapar virus corona di Kepulauan Mentawai. .
  • Senin, 27 April 2020 - 06:10:07 WIB

    DPMD Sumbar: Pembangunan Jadi Unggulan Wujudkan Nagari Mandiri

    DPMD Sumbar: Pembangunan Jadi Unggulan Wujudkan Nagari Mandiri PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumbar, Syafrizal mengatakan Badan Musyawarah Desa (BAMUS) merupakan hal yang sangat mutlak kehadirannya. Pasalnya, berhasil tidaknya implementa.
  • Kamis, 23 April 2020 - 06:00:54 WIB

    Syafrizal: Pemangku Adat Agen Pembangunan di Nagari

    Syafrizal: Pemangku Adat Agen Pembangunan di Nagari PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar Drs. H. Syafrizal, MM Datuak Nan Batuah mengatakan, lembaga adat merupakan lembaga yang kredibel sebagai agen pembangunan di desa atau nagari..
  • Senin, 20 April 2020 - 19:47:07 WIB

    Pembangunan Fisik Harus Memperhatikan Standar Kesehatan Ditengah Pendemi

    Pembangunan Fisik Harus Memperhatikan Standar Kesehatan Ditengah Pendemi AGAM, HARIANHALUAN.COM - Rekanan diminta memperhatikan standar kesehatan, di tengah pendemi Covid 19 dalam pembangunan Puskesmas di Palupuh. Selain itu  berdayakan tenaga kerja lokal, toko bangunan lokal yang ada..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]