DPRD Padang  Kritisi, Masih Ada Parkir Liar di Objek Wisata 


Sabtu, 13 April 2019 - 11:29:51 WIB


PADANG,HARIANHALUAN.COM- -- Kesiapan Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam mempersiapkan objek wisata yang nyaman bagi pengunjung dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang belum maksimal.

"Karena masih maraknya praktik parkir dadakan dengan tarif melambung dan harga makanan yang menanjak tinggi," ucap anggota Komisi III DPRD Kota Padang, Arpendi, Jumat (12/4).

Ia mengatakan, hal ini terjadi karena lemahnya pengawasan dari instansi terkait objek wisata. "Seharusnya, hal ini harus ditindak tegas, kalau perlu Disbudpar Padang menggandeng aparat keamanan, seperti satpol PP serta polisi wisata, agar jangan ada lagi praktik seperti ini," ucapnya.

Pengawasan terhadap objek wisata, katanya, sangat perlu dilakukan. Penertiban kepada para pedagang dan juru parkir, kalau perlu didata secara resmi, sehingga lebih mudah dalam melakukan pengontrolan.

"Seperti tarif parkir kan sudah ada perdanya. Jadi, jika ada yang menarik tarif di luar tersebut berarti sudah menyalahi aturan. Untuk pedagang makanan agar membuat label harga makanan, sehingga konsumen bisa mengira-ngira berapa yang akan mereka bayar jika makan di lokasi tersebut," ucapnya.
Selain itu, jika telah diarahkan, tapi tetap tidak mau mengikuti aturan yang berlaku. Maka silahkan ditutup kedainya atau petugas parkir tersebut diganti. "Selama ini belum ada ketegasan dari pihak terkait, sehingga praktek ini selalu bisa saja terjadi," ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Padang, Iswanto Kwara mengatakan, hal seperti ini terjadi karena situasi yang mendukung para pedagang jasa tersebut mengambil harga yang tinggi.

"Tentulah hal ini terjadi karena tidak adanya pengawasan harga tersebut, perlu follow up dari setiap aturan yang dikeluarkan, sehingga aturan yang dibuat tersebut bisa diaplikasikan secara benar," ucapnya.

Ia menyebutkan, hal tersebut memang sangat meresahkan para pengunjung. Para pedagang benar-benar memanfaatkan momen ini untuk meraup untung yang banyak, khususnya Lebaran. "Hendaknya ini menjadi evaluasi nyata untuk persiapan berikutnya," ujarnya.

Ia berharap, tidak ada lagi pedagang yang main pakuak harga di lokasi objek wisata. "Jika ada terjadi dan ada barang bukti bisa melaporkan ke pihak berwenang," ucapnya.
Ia mengatakan, sebelum Lebaran ini dinas pariwisata agar mengumpulkan para pedagang makanan. Untuk diberikan sosialisasi, serta aturan terkait penjualan makanan di lokasi wisata. (h/ade) 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM