Sehari Jelang Pilpres,  Ditemukan Kejanggalan di Pelosok Mentawai


Selasa, 16 April 2019 - 12:33:40 WIB
Sehari Jelang Pilpres,  Ditemukan Kejanggalan di  Pelosok Mentawai Ketua KPPS TPS 11, Dusun Camp 2, Desa Tuapeijat Jentinus, perlihatkan dokumen kejanggalan. REDDY

MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM- Hanya satu hari menjelang pelaksanakan Pilres dan Pileg serentak di Kabupaten Kepuluan Mentawai, Sumbar, masih ditemukan berbagai kejanggalan.

Seperti kejadian  Dusun Camp 2, Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, ratusan model C.6 (Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara Kepada Pemilih) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 11, Dusun Camp 2, Desa Tuapeijat, batal didistribusikan  lantaran nama-nama undangan untuk memilih itu, disinyalir bukanlah warga Dusun Camp. 

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 11, Dusun Camp 2, Jentinus membenarkan adanya Data Pemilih Tetap (DPT) yang tidak sesuai dengan jumlah pemilih di TPS 11, dimana nama-nama baru dan tidak berdomisili di Dusun Camp tersebut jauh lebih banyak ketimbang jumlah warganya yang benar-benar tercatat di wilayahnya. 

"Kami telah menerima model A.3 atau DPT dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlahnya 274, laki-laki 136 dan perempuan 138, tetapi lebih dari separuh tidak bisa didistribusikan, karena bukan tercatat sebagai warga kami, kalau kami hitung bersama dengan anggota KPPS yang lain, terdapat 160 tidak dapat didistribusikan, "katanya kepada wartawan, Selasa (16/04) di Tuapeijat. 

Kendati demikian pihak KPPS masih akan membawa model C.6 ke TPS guna mengantisipasi adanya pemilih yang masuk pada daftar nama-nama baru tersebut, jika terdapat hal yang demikian pihaknya akan memberikan model C.6 tersebut kepada yang bersangkutan yang disertai dengan penunjukan KTP elektronik.  

"Pada saat pencoblosan, surat pemberitahuan ini akan kita bawa ke TPS, siapa tau orang yang bersangkutan bisa datang, meskipun kita tidak tau orangnya yang penting bisa menunjukkan KTP, maka akan kita berikan C.6 nya," tuturnya. 

Tidak hanya itu di tempat yang sama, Nobel selaku Anggota KPPS menyebutkan kasus pemilih ganda juga masih banyak terjadi, meskipun sebagian telah diberikan tanda oleh KPU pada model A.3 dengan cara dicoret, namun sebagian data pemilih ganda juga ada yang tidak dicoret, bahkan ada data yang dicoret dengan keterangan pindah memilih, justru merasa tidak mengurus surat pindah memilih dan meminta model C.6 ke petugas KPPS di TPS 11. 

"Untuk pemilih ganda sendiri ada 6 orang sebagian sudah diberi tanda, sebagian lagi belum, namun anehnya DPT yang diberikan tanda  pindahan memilih di Model A.3 dari KPU itu justru tidak merasa mengurus pindah memilih dan meminta lagi model C.6 nya ke kami (KPPS - red), " kata Nobel salah satu Anggota KPPS di TPS 11 tersebut. 

Nobel menyebutkan pihaknya telah mencocokkan data A.3 yang diterima dari KPU dengan data warga yang ada di Dusun, namun banyak data yang ditemukan bukan warga Dusun Camp," Karena kita bingung banyak data yang bukan warga Dusun Camp, maka kita cocokkan data ini dengan data yang ada di Dusun, ternyata memang  bukan warga dusun Camp," bebernya. 

Lebih lanjut dikatakannya kasus lain yang ditemukan bahwa ada data pemilih ganda dengan  TPS yang berbeda," Jadi ada data satu orang pemilih di dua TPS, nah, karena ada nama-nama baru di TPS 11, Dusun Camp 2, yang kita kenali, yang ternyata warga Dusun Jati, maka kita temui dan ternyata juga sudah terdaftar di TPS 1," terangnya. 

Sementara itu Kepala Dusun Camp, Desa Tuapeijat Geli Nehe sangat menyangkan data yang tidak sesuai dengan apa yang ada di lapangan, padahal pihaknya telah memberikan data warga Dusun Camp kepada pihak Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang diteruskan ke KPU untuk mengklarifikasi data dengan jumlah 172, namun yang diturunkan jau lebih banyak yaitu 271. 

"Setelah A.3 diturunkan data yang kita berikan itu tidak sesuai dengan yang ada sekarang, lalu buat apa kita melakukan pendataan, jika bukan data kita yang menjadi pedoman, sekarang kejadiannya seperti ini, justru data orang yang sudah meninggal masih masuk di dalam DPT, contohnya di TPS 3, Dusun Camp masih ditemukan 3 orang, " timpal Geli Nehe yang juga merupakan ketua KPPS di TPS 3, Dusun Camp, Desa Tuapeijat. (red) 

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]