BPJS Kesehatan Solok Kucurkan Rp42,7 Miliar untuk Pembayaran Klaim 15 April 2019


Selasa, 16 April 2019 - 21:19:23 WIB
BPJS Kesehatan Solok Kucurkan Rp42,7 Miliar untuk Pembayaran Klaim 15 April 2019 PPS BPJS Kesehatan Cabang Solok, Marinus Hardi Sampeliling didampingi jajaran memberikan keterangan pers terkait pembayaran klaim BPJS tanggal 15 April 2019 di Solok. ERI SATRI

SOLOK,HALUAN - BPJS Kesehatan Cabang Solok telah menggelontorkan dana sebesar Rp 47.716.489.271 untuk membayar hutang kalim jatuh tempo pembayaran 15 April 2019. Dana klaim itu dibayarkan kepada 254 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 29 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).

"Semua tagihan klaim rumah sakit, FKTP dan FKRTL yang lolos verifikasi telah dibayarkan. Pembayarannya dengan memakai mekanisme first in first out. Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dahulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dahulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena adanya dukungan penuh dari Kementrian Keuangan dan Kementrian Kesehatan," ujar PPS BPJS Kesehatan Cabang Solok, Marinus Hardi Sampeliling di Solok, Selasa (16/4).

Baca Juga : Puluhan Rumah Terendam Banjir, Warga: Pemda Agar Peduli

Lebih jauh Marinus Hardi mengatakan, setiap tanghal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan Cabang Solok pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPKS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi pembayaran kapitasi ini dahulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuam yang berlaku dapat dilakukan hari ini, agar kita bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerja kita telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Marinus Hardi.

Baca Juga : Trans Balerang Sering Diserang Banjir, Drainase Segera Dinormalisasi

Dikatakannya, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kedehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesui dengan yang tertuang dalam regulasi. Ia juga berharap pihak rumah sakit,FKTP dan FKRTL dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

"Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani pesertaJKM-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlansung, rumah sakit menjadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman," ujarnya lagi.

Baca Juga : BMKG: Warga Agar Waspadai Dampak Siklon Tropis Surigae

Marinus Hardi mengungkapkan, program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas , juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama. Jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

"Kedepan, Insya Allah pemerintah akan terus menjaga sustainabilitis Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterimakasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerjasama, pengertian dan kesabarannya selama ini," pungkas Marinus Hardi. (h/eri)

Baca Juga : Didampingi WWF dan BKSDA, Warga Giring Kawanan Gajah Liar Kembali ke Habitatnya

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]