MUI Peringatkan KPU Agar Bersikap Jujur dan Netral


Sabtu, 20 April 2019 - 00:11:40 WIB
MUI Peringatkan KPU Agar Bersikap Jujur dan Netral Gedung MUI Pusat

 JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta penyelengara pemilu, yakni KPU, Bawaslu dan DKPP untuk bersikap netral dan profesional dalam menjalankan tugasnya menyelenggarakan Pemilu 2019 yang jujur dan adil.

"Kejujuran dan keadilan ini sangat penting untuk tahapan selanjutnya," kata Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin dalam konferensi pers di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019) malam, seperti dikutip dari Antaranews.

Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI mengeluarkan Tausiah Kebangsaan menyikapi dinamika politik setelah pemungutan suara Pemilu 2019 yang bersisi tujuh poin seruan atau imbauan. MUI menggarisbawahi betul seruan keempat dalam tausiah tersebut, yakni mendesak kepada penyelenggara pemilu, sesuai amanat konstitusi.

Menurut Din, pemilu diselenggarakan harus berdasarkan asas langsung, bebas, rahasia, serta jujur dan adil untuk melaksanakan tahapan-tahapan berikutnya dengan senantiasa berpengang teguh kepada asas pemilu khususnya kejujuran dan keadilan.

Din mengatakan, poin keempat tausiah ini khusus bagi KPU, Bawaslu dan DKPP untuk menunaikan amanat konstitusi, agar pemilu yang diselenggarakan secara langsung umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Berlaku profesional, objektif, transparan dan imparsial atau non partisan.

"Netralitas KPU, Bawaslu, DKPP dapat poin khusus dalam rapat MUI. Tertuang dalam tausiah kebangsaan, mendesak KPU, Bawaslu, DKPP melaksanakan tahapan sesuai mandat kontitusi," kata Din.

Sementara itu, Ketua Komisi Luar Negeri MUI, KH Muhyidin Junaidi mengatakan, penyelenggara pemilu sejatinya menjadi wasit terlaksananya pemilu yang jujur dan adil.

"Dari pantauan yang kami lakukan penyelenggara pemilunjustru seakan-akan menjadi bagian dari pemain di lapangan. Kami melihat absensi netralitas penyelenggara, menimbulkan konflik horizontal di masyarakat," kata Muhyidin.

Menurutnya, pemilu di Indonesia dinilai oleh pengamat luar negeri sebagai pemilu yang unik. Serentak dilakukan di 800 ribu TPS seluruh Indonesia. Tetapi pemilu 2019 ini penuh peristiwa yang justru merusak nama baik Indonesia di mata internasional.

Muhyidin menyerukan kepada penyelenggara pemilu bersikap dewasa, jangan mau dipengaruhi, ditekan, karena penyelenggara pemilu dipilih oleh pemerintah dan rakyat agar menjadi wasit yang jujur dan adil. "Kalau penyelenggaran pemilu tidak netral akan merusak nama Indonesia," kata dia. (dd/ant)

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 26 Juni 2020 - 13:36:12 WIB

    Diam-Diam AHY Temui Jokowi dan Ma'ruf Amin

    Diam-Diam AHY Temui Jokowi dan Ma'ruf Amin HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui telah bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin sebelum melakukan safari politik. Di mana hari ini, dia mengunjungi K.
  • Selasa, 25 Februari 2020 - 22:33:07 WIB

    Temui Staf Khusus Presiden, Eka Wahyu Dorong Usulan Pembangunan di Sawahlunto

    Temui Staf Khusus Presiden, Eka Wahyu Dorong Usulan Pembangunan di Sawahlunto SAWAHLUNTO,HARIANHALUAN.COM - Keterikatan secara partai, dimanfaatkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sawahlunto Eka Wahyu yang juga kader terbaik Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) untuk menyamb.
  • Kamis, 14 November 2019 - 17:29:41 WIB

    MUI Bela Ahok Jadi Bos BUMN? Ini Penjelasan Sekjen MUI

    MUI Bela Ahok Jadi Bos BUMN? Ini Penjelasan Sekjen MUI JAKARTA, HARIANHLUAN.COM - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan tidak masalah jika mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnamo alias Ahok menjadi bos di salah satu perusahaan BUMN. Me.
  • Kamis, 24 Oktober 2019 - 11:07:43 WIB

    Gibran Rakabuming akan Temui Megawati Siang Ini, Terkait Pilwako Solo?

    Gibran Rakabuming akan Temui Megawati Siang Ini, Terkait Pilwako Solo? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka akan menemui Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri di kediaman pribadinya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Kamis (24/10)..
  • Senin, 14 Oktober 2019 - 22:48:13 WIB

    Ada Apa..? Giliran Cak Imin Ditemui Prabowo Malam Ini

    Ada Apa..? Giliran Cak Imin Ditemui Prabowo Malam Ini JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum Partai PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]