Polda Sumbar Ringkus Dua Pebisnis Kulit Harimau


Rabu, 24 April 2019 - 11:28:49 WIB
Polda Sumbar Ringkus Dua Pebisnis Kulit Harimau PERDAGANGAN ILEGAL — Petugas dari pihak kepolisian beserta jajaran memperlihatkan barang bukti berupa kulit harimau Sumatera dan beberapa tulang harimau dan tapir saat jumpa pers terkait penangkapan pelaku perdagangan ilegal di gedung Polda Sumatera Barat, Padang, Selasa (23/4). Tim gabungan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar beserta tim dari BKSDA Prov. Jambi dan Balai Gakkum Kementrian Lingkungan Hidup Wilayah Sumatera berhasil mengamankan 2 orang tersangka atas pelanggaran perniagaan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati. TIO FURQAN

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar, mengamankan dua pelaku berinisial S dan A karena memiliki, menyimpan, sekaligus memperjualbelikan kulit dan bagian tubuh lain dari harimau sumatera dan satwa dilindungi lainnya, Jumat (19/4) di kawasan Kota Bukittinggi.

Kasubdit IV Dirtesrkrimsus Polda Sumbar, AKBP Rokhmad Hari Purnomo mengatakan, dua pelaku tersebut ditangakap di dua tempat oleh tim gabungan dari Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumbar, yang bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar.

"Identitias masing-masing pelaku antara lain, pelaku A sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta, tinggal di Guru Tuo Gang Melur Pintu Kabun, Kota Bukittinggi. Sedangkan pelaku S keseharian bekerja sebagai pedagang, beralamat di Bukit Apit, Kota Bukittinggi," ucap Rokhmad saat rilis pers di Mapolda Sumbar, Selasa (23/4).

Penangkapan pertama kali, sambung Rokhmad, dilakukan terhadap pelaku S, setelah kepolisian menerima informasi dari warga tentang adanya praktik jual beli kulit dan tulang belulang Harimau Sumatera. Dari informasi tersebut, selanjutnya petugas mendatangi lokasi yang diinformasikan, tepatnya di salah satu toko barang antik di jalan Ahmad Yani Kota Bukittinggi, yang diketahui merupakan milik pelaku S.

"Pelaku S kami amankan Jumat (19/4) sekitar 11.30 WIB. Kami melakukan penggeledahan di tokonya. Dari penggeledahan kami temukan barang bukti (BB) satu buah tengkorak harimau dan satu tengkorak tapir yang dipajang di toko itu untuk diperjualbelikan," ucapnya.

Selanjutnya, imbuh Rokhmad, pihaknya menggali keterangan dari pelaku S, yang kemudian mengaku pernah dimintai bantuan oleh pelaku A untuk menjualkan offset Harimau (kulit harimau yang sudah diawetkan). Petugas penangkapan pun kemudian langsung mencari tahu keberadaan pelaku A.

"Masih di hari yang sama, sekitar 14.30 WIB, kami juga mengamankan pelaku A di rumahnya di Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Selayan, Kota Bukitinggi. Di sana kami mengamankan offset harimau dan pipa rokok yang terbuat dari gading gajah," ujar Rokhmad.

Disebutkan Rokhmad, dari penangkapan kedua pelaku tersebut, pihaknya mengamankan BB berupa satu lembar kulit harimau, 14 tulang punggung harimau, dua tulang tengkorak harimau, dua tulang pinggul harimau, 10 tulang bagian kaki harimau, dua tulang bahu harimau, tumpukan tulang rusuk harimau, satu tengkorak tapir, dan satu offset kulit harimau.

Rokhmad memperkirakan, kulit harimau yang diamankan tersebut baru dikuliti sekitar satu bulan terakhir. Sebab, dilihat dari kondisi kulitnya yang masih basah, serta kondisi tulang belulang harimau yang masih terdapat tempelan daging yang masih basah.

"Dari pengakuan pelaku S kepada kami, rencananya kulit dan tulang harimau itu akan dijual seharga Rp32 juta. Tetapi pelaku belum sempat menjualnya, karena kami sudah terlebih dahulu mengamankan. Sekarang, kami masih melakukan pengembangan kasus ini untuk melihat siapa saja orang yang memburu harimau. Karena sampai sekarang, kami belum tahu di mana harimau itu ditangkap," ucap Rokhmad.

Atas perbuatan para pelaku, kata Rokhmad, yang menjual tubuh satwa yang dilindungi oleh hukum internasional, kedua pelaku akan disangkakan dengan pasal 21 ayat 2 huruf B yang berbunyi: setiap orang dilarang menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati.

Selanjutnya, pelaku juga dikenakan pasal 21 ayat 2 huruf d yang berbunyi: setiap orang dilarang memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut, atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di luar Indonesia.

Tidak itu saja, pelaku juga akan disangkakan dengan pasal 40 ayat dua yang berbunyi: barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 atar 1 dan ayat 2 serta pasal 33 ayat 3 dipindana dengan penjara paling lama lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta. (h/mg-pmi)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 24 Mei 2019 - 01:36:39 WIB

    Pekan Ini, Polda Sumbar Tangkap Empat Pelaku Pengedar Narkoba

    Pekan Ini, Polda Sumbar Tangkap Empat Pelaku Pengedar Narkoba PADANG, HALUAN-Seminggu ini, Polda Sumbar, mengamankan empat orang pelaku pengedar narkoba dengan barang bukti sekitar 16 kilogram ganja dan satu ons sabu. Dari empat orang tersebut satu diantaranya seorang ibu rumah tangga (.
  • Kamis, 25 April 2019 - 19:39:50 WIB

    Kasus Narkoba, Polda Sumbar Bekuk Tujuh Pelaku

    Kasus Narkoba, Polda Sumbar Bekuk Tujuh Pelaku PADANG, HARIANHALUAN.COM-Selama April 2019 ini, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar, sudah menangkap tujuh orang pelaku penyalahgunaan narkoba. Dari tujuh pelaku satu orang diantaranya seorang mahasiswa d.
  • Selasa, 19 Maret 2019 - 11:36:51 WIB

    Polda Sumbar Terus Lidik Tarok City

    Polda Sumbar Terus Lidik Tarok City PADANG, HARIANHALUAN.COM—Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar, masih terus melakukan penyelidikan (lidik) atas dugaan praktik korupsi dalam pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City (KPTTC.
  • Selasa, 12 Februari 2019 - 11:24:18 WIB

    Polda Sumbar Ciduk Tersangka Pengedar Sabu Bersenjata Api

    Polda Sumbar Ciduk Tersangka Pengedar Sabu Bersenjata Api PADANG, HARIANHALUAN.COM-Direktorat Narkoba Polda Sumbar, menangkap dua orang yang diduga pengedar narkotika jenis sabu di dua lokasi yang berbeda. Satu orang diantaranya diketahui, mantan anggota TNI yang telah diberhentikan.
  • Rabu, 06 Februari 2019 - 12:40:36 WIB

    Dugaan Korupsi Hotel Balairung, Polda Sumbar Periksa Tiga Saksi Pekan Ini

    Dugaan Korupsi Hotel Balairung, Polda Sumbar Periksa Tiga Saksi Pekan Ini PADANG, HARIANHALUAN.COM – Polda Sumbar terus mendalami pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi terhadap biaya operasional Hotel Balairung, hotel milik Pemprov Sumbar di Jakarta yang dibangun dengan anggaran daerah, dan.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM