Merasa Dizalimi, Saksi Nasdem Minta Penghitungan Surat Suara Diulang


Rabu, 24 April 2019 - 14:45:13 WIB
Merasa Dizalimi, Saksi Nasdem Minta Penghitungan Surat Suara Diulang Saksi Partai Nasdem Sel Aldi, saat melakukan protes terhadap hasil penghitungan rekapitulasi surat suara di Kantor Camat Linggo Sari Baganti. OKIS

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Diduga tidak transparan, Partai Nasdem meminta rekapitulasi penghitungan surat suara di gudang logistik Kantor Camat Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, di hitung ulang.

 

Sel Aldi selaku saksi Partai Nasdem daerah setempat mengatakan, pihaknya merasa dirugikan dengan tidak transparannya hasil penghitungan surat suara yang dilaksanakan oleh Kelompok Penyelengara Pemungutan Suara (KPPS).

 

"Berdasarkan pantauan dilapangan, mulai dari proses pencoblosan hingga rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan, kami merasa ada kejanggalan yang dilakukan secara masif oleh penyelenggara pemilu. Sehingga pihak kami merasa di zolimi dengan kondisi ini," ujarnya pada wartawan di lokasi, Selasa (23/4).

 

Ketidak transparan itu, kata Sel Aldi, terindikasi adanya kecurangan pencoblosan surat suara yang direkayasa oleh pihak tertentu sehingga mengotori jalannya Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 di Dapil IV yang meliputi Kecamatan Linggo Sari Baganti dan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Ia menjelaskan, kejanggalan itu seperti, tidak melaksanakan proses pemilu yang sudah di amanatkan oleh undang-undang. Padahal dalam UU no 7 tahun 2017 pasal 391 menjelaskan bahwa setiap Panitia Pemungutan Suara (PPS) wajib menempelkan formulir C1 dimuka publik usai proses perhitungan suara di TPS.

 

"Parahnya itu tak pernah dilakukan hingga sekarang. Tentu ini melanggar undang-undang yang ada dan ancamannya adalah pidana," katanya menegaskan.

 

Tak hanya itu, lanjut Sel Aldi, kejanggalan juga terlihat pada salinan data C1 yang diterima oleh saksi, yang mana pada formulir C1 terlihat ada pencoretan data yang tidak diparaf atau digaris dua sebagai tanda koreksi oleh petugas penyelanggaran.

 

"Ini jelas sudah ada mal praktek administrasi dalam penyelenggaraan Pemilu, sehingga ada caleg atau partai yang sangat dirugikan dalam proses ini," ucapnya lagi.

 

Selanjutnya, ia sangat menyayangkan data pada salinan formulir hasil penghitungan suara tidak terlihat di seluruh TPS, bahkan sebagian salinan C1 yang diterima pihaknya tidak sama dengan PPS. Sehingga terkesan ada unsur kesengajaan untuk melenyapkan data C1 Partai Nasdem.

 

"Ada apa ini. Dimana letak profesional dan netralitas penyelenggara pemilu selama proses berlangsung. Hal ini jelas menciderai demokrasi di negara ini," tuturnya.

 

Dari temuan tersebut, ia meminta agar pihak terkait meninjau ulang segala kebijakan yang dilakukan selama proses penyelenggaraan Pemilu 2019 berlangsung, khususnya di Dapil IV Kecamatan Linggo Sari Baganti dan Ranah Pesisir. Atas nama partai Nasdem kata dia, pihaknya berharap agar PPS, PPK, KPPS, Panwascam, dan saksi menghitung ulang surat suara dan C1 Plano yang ada di dalam kotak suara di kantor Camat Linggo Sari Baganti.

 

"Kami minta agar pihak penyelenggara menghitung ulang surat suara dan C1 Plano yang ada pada kotak suara di kantor camat ini. Sebab, kami menyakini ada kecurangan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Apapun hasilnya nanti akan kami terima," ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua PPK Kecamatan Linggo Sari Baganti, Nasrul mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah bekerja sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. Bahkan segala proses dilapangan sudah diawasi dan dikawal oleh Panwascam dan melibatkan seluruh pihak terkait selaku penyelanggaran Pemilu 2019.

 

"Kami sudah bekerja sesuai aturan. Nah, jika ada komplain tentu kami akan lakukan koordinasi dengan Panwascam untuk mengambil keputusan dan langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya," katanya.

 

Ditanya soal UU no 7 tahun 2017 pasal 391 tentang KPPS wajib menempelkan C1 didepan publik, Nasrul mengakui, pihaknya tidak melakukan hal tesebut dikarenakan waktu yang tidak memadai karena petugas harus bekerja hingga larut malam.

 

"Pada hari penghitungan suara memang tidak kami tempelkan C1, sebab KPPS bekerja hingga larut malam. Namun, jika memang tidak ada kecocokan C1 yang pada masing-masing saksi, maka pihak kami siap melakukan penghitungan ulang," ucapnya. (h/kis)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 05 Juni 2018 - 14:58:46 WIB

    Merasa Dirugikan, KPU Sawahlunto Gugat Timsel ke KPU RI

    Merasa Dirugikan, KPU Sawahlunto Gugat Timsel ke KPU RI PADANG, HARIANHALUAN.COM-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sawahlunto surati KPU RI, karena menduga tim seleksi telah bekerja di luar kewenangan dan bisa disimpulkan bahwa hasil yang dikeluarkan oleh tim seleksi ilegal atau tidak s.
  • Kamis, 25 Agustus 2016 - 04:06:29 WIB

    Pengetatan Syarat Pencalonan, Aleg Artis Merasa Didiskriminasi

    Pengetatan Syarat Pencalonan, Aleg Artis Merasa Didiskriminasi JAKARTA, HALUAN — Artis-artis di parlemen yang menjabat sebagai anggota legislatif (aleg) mulai menyuarakan ragam opini menanggapi wacana pengetatan syarat pencalonan legislatif dalam revisi UU Nomor 1 tahun 2015 tentang Pe.
  • Jumat, 23 Oktober 2015 - 19:19:48 WIB

    Kabareskrim Tidak Merasa Diintimidasi

    TANGANI KASUS PELINDO II

    JAKARTA, HALUAN — Kabareskrim Komjen Anang Iskandar mengaku dirinya sama sekali tidak merasa diintimidasi dalam menangani p.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM