Minimalisir Karlahut, Sinar Mas Perluas Program DMPA ke Sembilan Desa di Riau


Selasa, 07 Mei 2019 - 15:51:12 WIB
Minimalisir Karlahut, Sinar Mas Perluas Program DMPA ke Sembilan Desa di Riau Pembentukan MSA (Masyarakat Siaga Api) di Indragiri, Riau- PT Bumipalma Lestaripersda (Sinar Mas).

PEKANBARU, HARIANHALUAN.COM – PT Bumipalma Lestaripersda sebagai anak usaha dari Sinar Mas Agribusiness and Food memperluas cakupan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) ke sembilan desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Langkah tersebut sebagai upaya perusahaan meminimalisir potensi dan dampak kebakaran lahan dan hutan (KARLAHUT).

 

Pada 2018, perusahaan Sinar Mas telah menggandeng lima desa di Indragiri Hilir untuk ikut berpartisipasi dalam program pencegahan dan penanganan kebakaran tersebut. Pada tahap kedua, perusahaan kembali menggandeng empat desa lainnya untuk secara partisipatif mengambil peran aktif dalam mencegah bahaya KARLAHUT sekaligus memberdayakan masyarakat untuk dapat melakukan teknik budidaya pertanian yang ramah lingkungan (tanpa membakar).

 

“Sejak awal 2019, kita telah melihat adanya titik-titik panas dalam jumlah yang cukup banyak dan tersebar di Provinsi Riau. Musim kemarau yang dimulai lebih awal dan diperkirakan akan lebih kering, tentunya perlu menjadi perhatian kita bersama. Saya mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan penanganannya. Tindakan pencegahan dan penanganan KARLAHUT perlu dilakukan melalui sinergi yang melibatkan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, masyarakat dan perusahaan,” jelas Franciscus Costan, CEO Sinar Mas Agribusiness and Food Riau kepada redaksi HarianHaluan.Com, Selasa (7/5).

 

Dia menambahkan, program DMPA di Riau mendapatkan apresiasi dan dukungan dari unsur pimpinan kecamatan (UPIKA) tiga wilayah yaitu Kecamantan Enok, Kecamatan Keritang, Kecamatan Kempas yang melingkupi sembilan desa. Masyarakat, pemerintah daerah setempat bersama perusahaan memberikan komitmen untuk bekerja sama dalam menanggulangi potensi dan bahaya KARLAHUT.

 

Komitmen tersebut tertuang dalam sebuah kesepakatan bersama yang telah ditandatangi oleh para pemangku kepentingan Rabu, 30 April 2019. Desa-desa yang tergabung dalam program DMPA sampai dengan saat ini adalah Desa Suhada, Desa Sunga Rukam, Desa Nusantara Jaya, Desa Lintas Utara, Desa Karya Tani, Desa Bagan Jaya, Desa Pabenan, Desa Pengalihan dan Desa Sebrang Sangar.

 

Program DMPA menggabungkan tiga elemen penting yaitu penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengendalian KARLAHUT, peningkatan ketahanan pangan masyarakat serta konservasi sumber daya alam.

 

Melalui langkah tersebut, diharapkan masyarakat memiliki kelembagaan yang mampu menekan potensi titik api dan kejadian kebakaran, memiliki kemampuan budidaya pertanian ramah lingkungan untuk peningkatan kesejahteraan serta terciptanya kelestarian sumber daya alam.

 

Pelaksanaan program DMPA di Indragiri Hilir akan berlangsung dari 2018 sampai dengan 2020. Pada tahun pertama, pendampingan akan berfokus pada pembentukan dan penguatan lembaga Masyarakat Siaga Api (MSA). Pada tahap ini, masyarakat akan melakukan berbagai rangkaian kegiatan seperti pembuatan peta indikatif batas desa dan area rawan kebakaran secara partisipatif, peningkatan kapasitas MSA melalui penyuluhan, sistem patroli, deteksi dini dan tindakan pemadaman awal, serta sosialisasi pencegahan dan pengendalian KARLAHUT kepada siswa sekolah dan masyarakat.

 

Pada tahun kedua dan ketiga, program DMPA selain melanjutkan penguatan kelembagaan MSA desa, program dilanjutkan dengan membentuk kelompok tani dan pengembangan pusat kegiatan belajar masyarakat untuk melaksanakan sistem Pertanian Ekologis Terpadu yang ramah lingkungan.

 

“Masyarakat Siaga Api (MSA) memiliki peran penting dalam keberhasilan program DMPA. MSA adalah garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Oleh karena itu, kegiatan seperti penyuluhan, sosialisasi, patroli, deteksi dini, maupun penanganan pemadaman awal apabila terjadi kebakaran sangat penting untuk diperhatikan. Selain itu, para relawan MSA wajib dibekali dengan pembinaan dan pelatihan yang baik serta peralatan penanganan kebakaran yang memadai,” jelas Franciscus.

 

Dalam pernyataannya, Franciscus menambahkan “Tidak hanya untuk penanganan kebakaran, dengan DMPA kami juga mendorong dan melakukan program pencegahan. Sejak 2018, sudah ada lima desa yang ikut melaksankan program Pertanian Ekologis terpadu (PET) untuk penguatan kelompok tani agar mereka tidak membakar lahan dalam mengelola pertanian mereka.” *





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM