Ini Alasan KPK Tetapkan Bupati Solsel Muzni Zakaria Sebagai Tersangka


Selasa, 07 Mei 2019 - 22:29:52 WIB
Ini Alasan KPK Tetapkan  Bupati Solsel Muzni Zakaria  Sebagai Tersangka

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Solok Selatab Muzni Zakaria menjadi tersangka suap proyek pembangunan Masjid Agung Solok dan Jembatan Ambayan. Muzni diduga menerima suap sebanyak Rp460 juta dari Pemilik Dempo Grup, Muhammad Yamin Kahar terkait proyek tersebut.

“Dalam proses penyidikan tersebut, KPK menetapkan MZ dan MYK menjadi tersangka,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, dalam rilis yang diterima Haluan Selasa (7/5).

lebih lanjut Basaria menyampaikan kasus bermula ketika Pemerintah Kabupaten Solok mencanangkan beberapa proyek, di antaranya proyek pembangunan Masjid Agung Solok dengan nilai proyek Rp55 miliar dan proyek Jembatan Ambayan dengan nilai Rp 14,8 miliar pada 2018.

"Pada Januari 2018, menyebut Muzni menemui Yamin untuk menawarkan proyek Masjid Agung Solok. Lalu, pada Maret 2018, Muzni kembali menawarkan proyek Jembatan Ambayan. Yamin berminat menggarap dua proyek itu," katanya.

Atas kesepakatan itu, KPK menduga Muzni memerintahkan bawahannya untuk memenangkan perusahaan Yamin dalam lelang dua proyek tersebut. 
"Diduga beberapa kali Muzni juga menagih fee proyek dari Yamin baik secara langsung maupun lewat perantara," katanya.

Menurut Basaria, Yamin selanjutnya menyerahkan uang suap kepada Muzni dalam periode April hingga Juni 2019 dengan total Rp 460 juta. Suap itu merupakan realisasi pembayaran untuk proyek Jembatan Ambayan. 

"Sedangkan untuk proyek Masjid Agung, KPK menduga Yamin telah memberikan duit Rp 315 juta kepada bawahan Muzni yang merupakan pejabat di Pemkab Solok,"

Basaria berujar dalam proses penyidikan kasus ini, Muzni telah mengembalikan uang sejumlah Rp440 juta ke KPK. Uang itu diduga merupakan sebagian dari uang suap yang diterima Muzni. 

"Saat ini, kami belum menahan Muzni maupun Yamin. Namun, keduanya telah dicegah ke luar negeri selama 6 bulan oleh KPK sejak 3 Mei 2019," katanya.

Untuk itu, Muzni disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Yamin disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (h/mg-hen).

Editor: DNJ





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 17 Januari 2020 - 14:18:03 WIB

    So Sweet..! Menteri di Jepang Lakukan Ini Saat Istri Lahiran

    So Sweet..! Menteri di Jepang Lakukan Ini Saat Istri Lahiran TOKYO, HARIANHALUAN.COM - Menteri Lingkungan Jepang, Shinjiro Koizumi berencana mengajukan cuti dua minggu untuk menemani sang istri lahiran. Koizumi menjadi orang pertama di kabinet Jepang yang secara terbuka menyatakan komi.
  • Kamis, 16 Januari 2020 - 08:41:47 WIB

    Qantas Maskapai Teraman Tahun Ini, Garuda Indonesia Posisi Berapa?

    Qantas Maskapai Teraman Tahun Ini, Garuda Indonesia Posisi Berapa? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Selain harga, keselamatan juga menjadi faktor terpenting bagi seseorang untuk memesan tiket pesawat..
  • Selasa, 14 Januari 2020 - 08:09:35 WIB

    Arab Siap Gelontorkan Investasi Rp 314 T, Ini Bagian BUMN

    Arab Siap Gelontorkan Investasi Rp 314 T, Ini Bagian BUMN JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri BUMN Erick Thohir mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan, Abu Dhabi.
  • Senin, 13 Januari 2020 - 08:19:43 WIB

    Perempuan Ini Jual Suaminya Seharga Rp230 Ribu

    Perempuan Ini Jual Suaminya Seharga Rp230 Ribu JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Seorang perempuan di Kenya baru-baru ini menjadi berita utama internasional setelah diduga menjual suaminya kepada wanita yang ia selingkuhi hanya dengan harga 1.700 shilling (sekira Rp230.000). Ua.
  • Jumat, 10 Januari 2020 - 19:37:43 WIB

    Masih Panas, Ini Peringatan Terbaru Iran ke AS & Trump

    Masih Panas, Ini Peringatan Terbaru Iran ke AS & Trump JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tensi militer Amerika Serikat (AS) dan Iran mungkin saja mereda untuk sementara. Namun, komentar keras masih tetap dilayangkan Iran kepada AS, negara yang dipimpin Donald Trump itu..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM