Banyak Musim Libur,  Banyak Pula Supir Angkot   ‘Tauncang’


Senin, 13 Mei 2019 - 22:22:31 WIB
Banyak Musim Libur,  Banyak Pula Supir Angkot   ‘Tauncang’ Razia Angkot di kota Padang beberapa waktu lalu. PERI MUSLIADI

PADANG,  HARIANHALUAN.COM- ‘Tauncang” alias pendapatan menurun dratis dialami sejumlah sopir angkutan kota (Angkot) di Kota Padang.  Mereka  mengeluhkan sepinya  penumpang pada masa liburan sekolah ini, dan banyak musim libur lainnya yang akan tiba.

 

Terlebih kini banyak musim liburan.  Liburan  sekolah  iniakan  diiringi dengan liburan  lebaran.

  

Dipantau harianhaluan.com, Senin ini, Angkot jurusan Pasar Balaibaru Kuranji ke Pasar Raya saja sudah sepei penumpang,  apalagi jurusan Pasar Balaibaru ke Pasar Siteba.

 

Sudah sekitar seminggu terakhir penumpang lebih sepi dari sebelumnya.

 

" Karena siswa sudah banyak yang libur," ujar Irwan (45) Supir Angkot Pasar Balaibaru ke Pasar Raya Padang ini, Senin (13/5).

 

Apalagi, semenjak kendaraan sewa via  online mulai banyak, dengan murahnya ongkos menyebabkan pendapatan mereka berkurang.

 

Selain itu, pada memasuki liburan anak sekolah selesai mengikuti Ujian Nasional (UN).

 

“Praktis, uang yang dapat dibawa pulang seadanya, setelah menutupi biaya operasional.

Pendapatan sehari-hari yang diperolehnya tidaklah menentu, berkisar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu,” ujarnya.

Itu juga, kalau kebetulan angkot banyak penumpang. Jumlah tersebut tidak sebanding yang dikeluarkan.

 

"Pengeluaran bisa lebih dari Rp 100 ribu, mulai dari bensin, makan minum dan lainnya. Apalagi kalau sampai mobil macet, bisa nombok," keluhnya.

 

Beruntung, dirinya mendapatkan trayek yang lumayan jauh, yakni Pasar Balaibaru ke Pasar Raya. Apabila dibandingkan dengan rekannya yang mengemudikan angkot jurusan Pasar Balaibaru ke Pasar Siteba jaraknya pun dekat sekali.

 

Sedangkan, Surdi (50) supir angkot Siteba mengatakan, sekarang penumpang jauh berkurang.

 

"Sepertinya  banyak yang beralih ke online. Selain itu sekarang ini sedang libur anak sekolah," ucapnya.

 

Liburnya anak sekolah di Kota Padang memberikan dampak buruk pada pemasukan para sopir angkutan kota (angkot), terutama yang trayeknya melewati area sekolah.

 

Para sopir menjerit, tak bisa mengais keuntungan jelang lebaran  tahun 2019 ini.

Kondisi tersebut dialami semua sopir angkot.

 

Burhan (34) supir angkot jurusan Jati mengatakan, sudah mulai awal liburan sekolah, sangat sepi penumpang.

 

"Pendapatanpun ikut puasa. Para sopir memang menjerit. Apalagi selama ramadhan  ini. Sepinya karena banyak anak tidak sekolah, yang sudah libur dan pulang kampung. Saat nyopir, kami hanya tolah-toleh saja tak ada yang numpang,” keluhnya.

 

Cerita Burhan, dirinya tak hanya menjerit sendiri. Hal yang sama juga dirasakan sopir lainnya yang beda trayek dengan dirinya.

 

Pendapatan dari nyopir angkot membuat pria paruh baya ini, terpikir untuk beralih pekerjaan di tempat lain.

 

“Sepertinya sudah tak kerasan jadi sopir angkot kalau pendapatannya seperti ini terus. Saya harus cari pekerjaan lainnya. Mungkin setelah lebaran cari kerja lain,” katanya dengan nada mengeluh.

 

Menurut keterangan Oman (37) supir angkot Ampang, omzetnya sudah menurun sejak liburan sekolah.

 

Kendati demikian, katanya, ada sisi positif dari lengangnya Kota Padang beberapa hari ini.

 

"Jalanan nggak macet, polusi udara juga turun," imbuh dia.

 

Menurutnya, miskinnnya penumpang angkot-angkot pada masa liburan sekolah sudah hal biasa.

Kondisi ini diperkirakan sopir angkot itu, akan berlangsung hingga usai lebaran nanti.

 

"Selesai lebaran, orang-orang kan udah pada kerja dan anak-anak udah masuk sekolah," katanya.

 

Reporter: ADE

Editor: DNJ





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM