Alumni UI  Tuntut Pengusutan Atas Kematian  Massal Petugas Pemilu


Selasa, 14 Mei 2019 - 23:59:36 WIB
 Alumni UI  Tuntut Pengusutan Atas Kematian  Massal Petugas Pemilu Alumni UI sampaikan tuntutan. dok.HT

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Ikatan Keluarga Besar (IKB) Universitas Indonesia(UI)  mendatangi Gedung DPR). Perwakilan alumni yang hadir sekitar lebih dari 20 orang itu menyoroti banyaknya anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia.

Juru Bicara IKB UI, Ahmad Nur Hidayat, menilai peristiwa yang memakan korban jiwa itu terjadi karena proses rekrutmen yang salah, atau memang sejak awal dilakukan tanpa proses seleksi yang baik.

"Dalam proses rekrutmen seorang anak manusia warga negara Indonesia, itu menurut kami tidak tepat. Sudah bisa masuk dalam abuse of recruitment atau disebut slavery modern atau perbudakan modern," ujar Ahmad saat menyampaikan pandangannya di Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, seperti dikutip harianterbit.com (HanTer),S elasa (14/5/2019).

TAUTAN: 

Sudah 6 Orang Anggota KPPS Sumbar Meninggal Dunia

Bertambah Lagi Hari Ini, Jumlah Petugas KPPS Meninggal Dunia Menjadi 318 Orang

Menurut Ahmad, kerisauan mereka terhadap kondisi saat ini dinilai sudah menjadi kekhawatiran bersama. Kalangan terdidik atau ia sebutkan masyarakat intelektual organik perlu bersuara. Oleh karena itu, wacana  people power yang belakangan muncul baginya adalah hal yang wajar.

"Kami melihat arus bahwa ini gejolaknya luar biasa. Dan kalau seandainya dari pejabat negara, wakil-wakil rakyat institusi pemerintah bertindak status quo seperti ini, membiarkan tidak ada langkah konkret, maka kami takutkan people power terjadi," tegasnya.

"Dan bisa jadi, UI, kami mempelopori people power manakala kecurangan, penyimpangan, kebohongan, terus dipertontonkan di hadapan masyarakat tanpa ada penyelesaian konkret dari aparat atau pejabat negara yang berwenang," lanjut Ahmad.

Sementara itu, Djuju Purwantoro selaku Koordinator Advokasi Hukum IKB UI mendesak agar pemerintah mengungkap secara tuntas sebab akibat kematian massal petugas pemilu.

Data terakhir yang dihimpun, korban meninggal hingga 600 orang.

Mereka juga meminta kepada DPR dan Bawaslu untuk melakukan investigasi terhadap kecurangan-kecurangan proses Pemilu 2019.

"Kami menyatakan kematian massal anggota KPPS tersebut sebagai bencana nasional yang patut mendapat perhatian serius pemerintah," harapnya.


Sumber:  Harianterbit
Editor: DNJ

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]