Penanganan Sampah Menjadi Perhatian Pemko Bukittinggi


Rabu, 15 Mei 2019 - 15:47:22 WIB

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM -- Pemko Bukittinggi menetapkan target pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga sebesar 30%. Target itu untuk periode 2018 sampai 2025 mendatang.

Target tersebut termaktub di dalam pasal 2 huruf b jo 5 ayat (1) huruf b Peraturan Wali Kota Bukittinggi Nomor 32 Tahun 2018, tentang kebijakan strategi kota Bukittinggi dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.

“Guna mewujudkan pencapaian target tersebut, Walikota mengeluarkan surat edaran bagi pimpinan perusahaan dan pengusaha se Kota Bukittinggi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bukittinggi Nofrianto kemarin.

Dalam edaran itu ujarnya, Wali Kota mengharapkan kepada pimpinan perusahaan dan pengusaha untuk dapat mendukung arah kebijakan dan strategi dalam pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga, dan sampah sejenis rumah tangga yang terpadu dan berkelanjutan dengan pola 3R (reduce, reuse dan recycle).

Selanjutnya pimpinan perusahaan dan pengusaha juga diharapkan untuk dapat memilah sampah basah dan sampah kering, dan menyediakan tempat pemilahnya. Untuk sampah basah dapat mengolahnya menjadi kompos dengan melibatkan petugas kebersihan atau petugas lain yang ditunjuk. Sementara untuk sampah kering dapat mendaur ulangnya supaya bisa menjadi terpakai kembali atau melibatkan jasa pemulung.

Kemudian juga diharapkan untuk tidak membuang sampah kering ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di Bukittinggi, kecuali residu sampah. Tidak menggunakan kemasan plastik/ kertas sebagai wadah makanan dan minuman pada pertemuan dan rapat. Pimpinan perusahaan dan pengusaha diharapkan dapat mengecat pagar kantor atau tempat usahanya, serta meningkatkan kebersihan kantor atau tempat usahanya.

Terakhir dalam edaran itu menyatakan, hasil pengolahan sampah disetiap kantor dan tempat usaha dicatat dan dilaporkan setiap bulan kepada Walikota Bukittinggi, melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup paling lambat tanggal 25 setiap bulannya.

“Semua langkah yang diambil itu tidak lain dalam usaha pengurangan sampah disumbernya. Sekaligus menunjukkan tekad yang kuat untuk pelibatan partisipasi masyarakat melalui perubahan perilaku dan budaya untuk menjadi gerakan masyarakat,” ungkap Nofrianto.

Menurutnya, pengurangan sampah dari sumber tidak boleh ada intervensi pemerintah, tapi berasal dari kebiasaan dan kesadaran masyarakat sendiri. Pemko juga dituntut untuk memotivasi masyarakat agar bertindak langsung. Untuk mewujudkan target itu membutuhkan kerjasama dari semua pihak. 

 

Reporter: Gatot

Editor: HSP





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 17 November 2016 - 00:21:13 WIB
    PEMKAB 50 KOTA TAK BERGERAK

    Penanganan Longsor Lamban

    LIMAPULUH KOTA, HALUAN – Empat hari pascabencana tanah longsor yang menimpa dua nagari di Kecamatan Bukit Barisan, hingga kini, belum ada tindak lanjut dari Pemkab Limapuluh Kota. Akibatnya, akses jalan masih tak bisa dila.
  • Selasa, 22 Maret 2016 - 04:43:12 WIB

    Damkar Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran

    Damkar Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran BUKITTINGGI, HALUAN — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Ke­bakaran (Damkar) yang ke-97, Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Bukit­tinggi menggelar simu­lasi keba­karan di Lapangan Kantin Bukittinggi, .
  • Rabu, 09 Desember 2015 - 02:37:34 WIB

    Korban Abrasi Pariaman Butuh Penanganan

    Korban Abrasi Pariaman Butuh Penanganan PADANG PARIAMAN, HA­LUAN — Musibah abrasi pantai di Naras Kecamatan Pariaman Utara Kota Paria­man yang terjadi sejak tiga bulan yang lalu, ditin­jau anggota DPR-RI, John Ke­nedi Azis (JKA)..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM