Limbah Abu Resahkan Warga, PLTU Ombilin Lakukan Perbaikan Juli Nanti


Rabu, 15 Mei 2019 - 17:03:26 WIB
Limbah Abu Resahkan Warga, PLTU Ombilin Lakukan Perbaikan Juli Nanti PLTU Sijantang Ombilin di Sawahlunto

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM – Pihak PLTU Ombilin tidak menampik limbah abu sisa pembakaran batubara yang sempat membuat warga disekitar resah. Saat ini, Pihak PLTU Ombilin tengah menunggu tahapan perbaikan yang akan dilakukan pada Juli 2019 ini.

"Telah terjadi kerusakan sistim elektro presetator (EP) atau filter penangkap sisa pembakaran pada pembangkit PLTU Sektor Ombilin Sijantang, sehingga membuat asap pembuangan sisa pembakaran batubara itu tidak tersaring dan lepas ke udara. Partikel abu itulah yang dirasakan mengganggu oleh warga sekitar," kata Manager PLTU Ombilin Daryanto, Rabu (15/5).

Sebenarnya, sebut Daryanto, untuk perbaikan itu awalnya direncanakan pada April kemarin. Akan tetapi sesuai dengan instruksi pusat dikarenakan situasi Pemilu dan juga memasuki bukan Ramadan dan Idul Fitri akhirnya kembali diundur menjadi Juli nanti.

BERITA TERKAIT:

"Padahal suku cadang atau spare partnya udah datang sejak Januari lalu, tapi karena pertimbangan situasi nasional makanya diundur proses perbaikannya," ucapnya.

Daryanto menambahkan, untuk proses perbaikan satu unit tersebut membutuhkan waktu hingga 100 hari atau 3 bulan lebih. Karena PLTU Ombilin sebagai supplier penyanggga listrik daln mendukung kebutuhan nasional (utamanya terkait Pilpres, Pileg, Ramadan dan lebaran) pada are Sumatra, makanya ditunda setelah usai lebaran, yakni pada Juli 2019.

"Secara teknis pihak PLTU sudah melakukan tunning yakni, untuk jangka pendek akan mengganti alat yang rusak ditanggal 18 Agustus 2018, kita juga selalu memantau kondisi PLTU selama 24 jam. Kerusakan yang terjadi juga diakibatkan oleh peralatan pembangkit yang telah memasuki uzur atau tua PLTU Ombilin telah berdiri 22 tahun, sedangkan batas untuk peralatan pembangkit listrik biasanya hanya selama 25 tahun, sehingga diposisi saat sekarang ini seluruh peralatan yang ada telah masuk tahap peremajaan," tuturnya.

Terkait abu yang bertumpuk didalam area PLTU Daryanto menjelaskan, dalam waktu dekat akan diangkut habis dan dikelola oleh PT Guguak Tinggi Coal, sesuai izin pemanfaatan LB3 FABA sebagai penetralisir asam tambang dari Kementrian Lingkungan Hidup melalui SK MenLHK Nomor:SK.197/menlhk/setjen/PLB.3/3)2019 tanggal 6 Maret 2019, akan diangkut paling lambat Juni 2019.

"Insya Allah usai lebaran, akan mulai diangkut ketempat tang telah disediakan sesuai dengan izin mentri LHK," katanya.

Sementara itu, Kepala DPKP2LH, Adrius Putra mengatakan, sebagai mitra pihaknya telah melakukan kerjasama yang baik, antara PLTU dan Pemerintah kota.

"Sesuai kewenangan dalam Permen LH nomor 12 tahun 2010 tentang pelaksanaan pengendalian pencemaran udara (PPU). Kami telah melakukan pengawasan baik turun secara langsung maupun tidak langsung. Bahkan teguran dan sanksi juga telah diberikan," katanya.

Adrius menyebutkan, terkait limbah B3 abu pembakaran batubara yang bersumber dari cerobong PLTU yang memberi dampak sebaran abu ke lingkungan masyarakat sekitar, sudah dilakukan pengelolaan intensif oleh pihak PLTU Ombilin yang dibuktikan dengan hasil uji keracunan dari abu tersebut (uji LD-50).

"Disimpulkan abu tersebut tidak beracun terhadap hewan percobaan pada dosis 5000mg/kg dilaboratorium terakreditasi. Selanjutnya juga dilakukan pengujian udara ambien disekitar industri PLTI dengan hasil dibawah baku mutu lingkungan sesuai PP nomor 41 tahun 1999 tentang PPU," tuturnya kepada Haluan.(h/rki)

Editor: Davidr

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]