Kasus Korupsi Proyek Jalan, KPK Geledah Kantor dan Kediaman Bupati Bengkalis


Rabu, 15 Mei 2019 - 19:04:39 WIB
Kasus Korupsi Proyek Jalan, KPK Geledah Kantor dan Kediaman Bupati Bengkalis Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Sebelumnya dalam perkara ini, penyidik antirasuah itu telah menetapkan dua orang tersangka. Mereka adalah M Nasir, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai. Dalam proyek itu, M Nasir adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis.

Tersangka lainnya adalah Hobby Siregar, Direktur Utama (Dirut) PT Mawatindo Road Construction (MRC). Perusahaan ini merupakan pihak rekanan yang mengerjakan proyek yang dikerjakan tahun 2013-2015 lalu itu. Kini kedua pesakitan itu telah dihadapkan ke pengadilan untuk menjalani persidangan.

BERITA TERKAIT:

Menurut Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah, penyidik masih mengembangkan perkara tersebut. Sejumlah langkah dilakukan KPK untuk membuktikan keterlibatan pihak lain dalam kasus yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp105.881.991.970,63 itu.

“Pengembangan dari penyidikan sebelumnya,” ujar Febri kepada Haluan Riau (Haluan Media Group) melalui pesan singkat aplikasi perpesanan WhatsApp, Rabu siang.

Salah satu langkah itu dengan melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kabupaten Bengkalis, Rabu (15/5). Adapun lokasi tersebut adalah Kantor Bupati Bengkalis di Jalan Ahmad Yani, Pendopo atau Rumah Dinas Bupati Bengkalis di Jalan Antara, dan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis.

“Hari ini ada 3 lokasi penggeledahan. Tim KPK ditugaskan di Bengkalis untuk lakukan penggeledahan di Kantor dan Pendopo Bupati, serta Kantor Dinas PU (PUPR,red) di sana,” lanjut mantan aktivis Indonesian Corruption Watch (ICW) itu.

Dalam penggeledahan tersebut, pria kelahiran Padang, Sumatera Barat (Sumbar) 36 tahun silam itu mengatakan, KPK menyita sejumlah dokumen terkait proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih itu.

“Sejauh ini diamankan dokumen-dokumen terkait anggaran proyek jalan di Bengkalis,” imbuh pria bergelar Sutan Piobang itu.

Penggeledahan untuk mengumpulkan alat bukti di lokasi-lokasi tersebut bukanlah kali pertama dilakukan KPK. Bahkan, saat penggeledahan di Rumah Dinas Bupati Bengkalis pada 1 Juni 2018 lalu, KPK menemukan uang tunai Rp1,9 miliar, dan membawa beberapa koper yang diduga berisi dokumen terkait proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

Sementara terhadap sang Bupati, Amril Mukminin, juga sudah berulang kali diperiksa KPK. Teranyar dia diperiksa pada Selasa (26/2) lalu, setelah sebelumnya mangkir. Seperti yang lalu lalu, status Amril masih berstatus saksi.

Tidak hanya itu, Amril juga dicegah bepergian ke luar negeri sejak 13 September 2018 untuk 6 bulan ke depan.

Bagaimana kelanjutan penemuan uang Rp1,9 miliar, dan terkait status cekal Amril Mukminin, itu akan disampaikan KPK di waktu mendatang. “Info lebih lanjut menyusul,” pungkas Jubir KPK Febri Diansyah.(dod)

Editor: Davidr



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM