Ada Penculikan Anak di Sukadamai Pasaman, Polisi Lakukan Penyelidikan


Kamis, 16 Mei 2019 - 14:12:19 WIB
Ada Penculikan Anak di Sukadamai Pasaman, Polisi Lakukan Penyelidikan Ilustrasi

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Seorang anak di Sukadamai II, Jorong Bahagia, Nagari Persiapan Panti Utara, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, diisukan hilang pada, Rabu (15/5) sore. Anak tersebut berinisial RS (10).

Isu kehilangan dan penculikan RS tersebut beredar luas di jagat maya facebook dan grup Whatsapp. Kasus penculikan anak ini membuat warga Pasaman gempar.

Korban RS, diketahui duduk di kelas empat SD Negeri 07 Bahagia Panti. Ia diduga jadi korban penculikan oleh orang yang belum diketahui identitasnya. Ironisnya, penculik minta uang tebusan sebesar Rp250 juta rupiah kepada orangtua korban.

Kapolres Pasaman, AKBP Hasanuddin membenarkan kasus penculikan tersebut. Bahkan, pelaku sempat minta uang tebusan hingga ratusan juta rupiah.

"Memang ada info yang berkembang seperti itu, dari sore tadi (kemarin, red) Kapolsek Panti dan Sat Reskrim Polres sedang mencari keberadaan anak tersebut untuk memastikan kebenaran. Dan sampai sekarang belum ditemukan," ujar Kapolres.

Sementara Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Lazuardi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Bahkan, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan termasuk melacak keberadaan korban dan pelaku diberbagai tempat.

"Kami masih mencari keberadaan pelaku (tersangka) dan korban. Termasuk melacak nomor handphone yang digunakan pelaku menghubungi orang tua korban untuk meminta tebusan. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil," katanya.

Rabu (15/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB, kata dia, seseorang yang diduga sebagai penculik korban menghubungi orang tua anak tersebut melalui handphone mengatakan bahwa korban diculik, lalu meminta sejumlah tebusan.

"Betul, orang tua korban ditelpon oleh OTK. Pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp250 juta. Dan meminta kasus itu tidak dilaporkan. Nomornya sudah kita lacak," katanya.

AKP Lazuardi berharap, masyarakat ikut andil mencari keberadaan sianak tersebut. Bila ada masyarakat yang melihat keberadaan korban, diharapkan untuk segera melaporkannya ke petugas kepolisian terdekat.

"Warga harap lapor jika ada yang melihat korban," katanya.

Sepupu korban, Mara Hadi mengatakan, bahwa sepupunya itu dilaporkan hilang setelah tak kunjung pulang ke rumah. Dia diketahui pergi ke kolam untuk memberi makan ikan sepulang dari sekolah dengan menunggangi sepeda motor jenis Honda Beat.

"Dia baru saja pulang sekolah. Sesampainya di rumah, adik kami ini langsung pergi ke kolam untuk memberi makan ikan dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat. Namun hingga sore hari dia tak kunjung pulang ke rumah. Kejadian itu lalu kita laporkan ke Mapolsek Panti," katanya.

Hingga Kamis (16/5), pihaknya dibantu ratusan warga tengah melakukan pencarian terhadap korban. Sejumlah tempat dan rumah kerabat yang biasa didatangi korban tak luput disisir oleh mereka. Termasuk menyisir Cagar Alam Rimbo Panti, tempat korban biasa nongkrong dengan teman sebayanya.

"Hari ini kami masih mencari adik kami. Ini, kami sedang di Rimbo Panti mencari keberadaannya. Tapi usaha pencarian kami ini belum membuahkan hasil," ujar Hadi.

 

Reporter: Yudi Lubis

Editor: HSP

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM