Dipetik Muda, Pedagang Kelapa Menjerit


Kamis, 16 Mei 2019 - 16:10:35 WIB
Dipetik Muda, Pedagang Kelapa Menjerit ilustrasi

SOLOK, HARIANHALUAN.COM  – Pedagang kelapa di Kota Solok mulai cemas menyusul banyaknya buah kelapa yang dipetik muda pada bulan Ramadan. Kemungkinan untuk tiga bulan ke depan, buah kelapa yang siap dijadikan untuk memasak akan langka, karena harus menunggu matangnya kelapa berikutnya.

 

Beberapa orang pedagang kelapa di pasar Solok mengaku sangat risau akibat banyaknya kelapa dipetik muda. Perilaku pedagang dadakan memetik kelapa muda untuk memenuhi pasar, karena permintaan akan kelapa muda untuk berbuka di bulan Ramadan sangat tinggi. Disepanjang jalan utama dan pasar Solok berjejer pedagang kelapa muda dadakan.

 

Kelapa muda itu banyak dipetik di Selayo, Koto Baru, Saok Laweh, Panyakalan dan Tanjung Bingkung. Setiap hari mulai pukul 16.00 WIB, pedagang dadakan itu sudah mulai berjualan, satu buah kelapa muda dijual Rp7.000 sampai Rp 8.000. Padahal kepada petani pemilik kelapa dibeli Rp3.000 sampai Rp4.000. Usaha menjual kelapa muda memang sangat menanjikan.

Akibat banyaknya pedagang dadakan menjual kelapa muda, pedagang kelapa mulai risih dan takut tidak ada lagi kelapa berporduksi untuk tiga bulan ke depan. “Jika terjadi kelangkaan kelapa, jelas sangat merugikan pada masyarakat. Santan untuk membuat sambal sulit diperoleh,” kata Kasmir seorang pedagang kelapa.

Ia mengatakan, sampai saat ini kebutuhan akan buah kelapa masih aman. Jika pasokan kurang, kelapa didatangkan dari Pariaman dan Pesisir Selatan. “Kita sudah punya relasi di Pariaman dan Pessel yang siap mendrop buah kelapa ke Kota Solok. Hanya saja, jika kelapa Pariaman maupun Pesisir Selatan yang masuk terjadi selisih harga. Selisish harga itu tidak banyak hanya Rp500 sampai Rp1.000.

Ia menyebutkan, mengingat makin meningkatkanya jumlah pedagang kagetan di pasar Sokok, dikhawatirkan bakal terjadi kelangkaan kelapa. Pedagang santan juga bakal menjerit yang bermuara pada ibu rumah tangga. Di sini jelas akan berlaku humum pasar (Demand Suplay). Jika barang sedikit harga melonjak, namun jika ketersediaan barang melimpah permintaan sedikit harga anjlok.

Sementara di lapangan memang terlihat permintaan akan kelapa muda cukup tinggi, jumlah pedagang kelapa muda pun menjamur di sepanjang jalan utama maupun jalan lingkungan sejak masuknya Ramadan.

“Menjadi pedagang kelapa muda memang tidaklah merepotkan seperti halnya minuman lainnya. Namun untung lebih besar,” ujarnya. 

 

Reporter: Alfian

Editor: HSP





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM