Pemilu Usai Digelar, Calon Gubernur Mulai Mengapung


Jumat, 17 Mei 2019 - 01:22:27 WIB
Pemilu Usai Digelar,  Calon Gubernur Mulai Mengapung Rumah Bagonjong Sumbar1, menanti pengganti Irwan Prayitno

PADANG, HARIANHALUAN.COM—Pemilu serentak presiden, legislator, dan senator 2019 sudah usai digelar dan tinggal menunggu hasil. Menengok ke sebaran pemenang berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat provinsi, dan tentu saja rekapitulasi nasional beberapa hari ke depan, topik seputar bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar untuk Pilkada 2020 mendatang tampak menarik diperbincangkan.

Saat ini, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dipastikan tidak bisa maju kembali karena sudah menjabat selama dua periode. Tersisa Wakil Gubernur Narsul Abit sebagai petahana yang berpotensi maju sebagai calon gubernur. Angin segar kemenangan telak Gerindra di Sumbar, partai yang ia pimpin di provinsi, tentu menjadi bahan perhitungan mencari pasangan.

"Gubernur yang sekarang kan sudah dua periode, tentu boleh dikatakan semua akan mulai dari nol lagi. Sangat besar kemungkinan banyak yang calon yang muncul untuk pesta demokrasi 2020 di Sumbar," kata Pengamat Politik UIN Imam Bonjol Padang, M. Taufik kepada Haluan, Kamis (16/5).

Taufik menilai, semua kepala daerah kabupaten/kota yang sudah menjabat selama dua periode sangat berpeluang maju sebagai calon gubernur Sumbar. Begitu juga dengan anggota DPR RI asal Sumbar, yang beberapa di antaranya juga sangat berpotensi maju di Pilkada 2020 mendatang.

"Banyak bupati dan wali kota yang berpotensi seperti, Bupati Agam Indra Catri, Bupati Padang Pariaman Ali Muhkni, Wali Kota Padang Mahyeldi, dan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi. Juga ada nama Anggota DPR RI seperti Mulyadi," kata Taufik.

Menurut peneliti pada Revolt Institute itu, nama-nama di atas sangat berpeluang bertarung di Pilkada Sumbar nantinya. Namun, tidak tertutup pula kemungkinan munculnya nama-nama baru yang bakal ikut mengadu peruntungan. Semuanya tergantung dengan partai yang memiliki kursi di DPRD Sumbar.

"Nama-nama itu yang sudah muncul ke permukaan, tetapi juga ada kemungkinan yang lain. Kemungkinannya akan lebih dari dua pasang," katanya lagi.

Ia mengatakan, dinamika Pilgub mendatang tidak akan sama dengan Pileg tahun ini, yang didominasi oleh partai-partai tertentu. Ia memprediksi, pemilihan gubernur sangat bersandar pada kekuatan ketokohan calon yang maju, dan sangat mungkin berdasarkan pengalaman dan keberhasilan tokoh tersebut saat menjabat posisi-posisi tertentu.

"Sepertinya tidak akan berpengaruh karena Pileg saat ini, yang didominasi oleh partai tertentu. Saya kira akan lebih banyak calon yang potensial," katanya.

Hal senada juga disampaikan pengamat Politik dari Universitas Andalas, Andri Rusta. Peneliti pada Spektrum Politika itu mengatakan, sebelum Pileg dimulai, pihaknya sudah pernah melakukan suvei. Ia menilai, nama-nama yang mengapung pascapileg tidak akan jauh berbeda dengan survei tersebut.

"Kami pernah suvei, dan muncul beberapa nama yang berpotensi untuk Gubernur Sumbar. Walaupun itu dilakukan sebelum Pileg, namun tidak akan jauh berbeda setelah Pileg," kata Andri.

Menurut Andri, melihat dengan partai yang berpeluang mengusung kader terbaiknya untuk gubernur berdasarkan jumlah kursi yang dimiliki saat ini, yang pertama tentu adalah Partai Gerindra yang menjadi pemenang pemilu di Sumbar. "Untuk Gerindra, itu sudah jelas ada Nasrul Abit sebagai Petahana Wakil Gubernur dan Ketua Gerindra di Sumbar," katanya.

Selanjutnya dari PKS, sambungnya, karena Irwan Prayitno sudah dua periode dan tidak bisa maju kembali, nama yang mengapung adalah Wali Kota Padang Mahyeldi, yang telah digadang-gadang sebagai calon orang nomor satu di Sumbar utusan PKS. Meski pun kenyataannya, Mahyeldi baru saja dilantik sebagai wali kota untuk periode kedua.

"Selain Mahyeldi, di PKS juga ada Wali Kota Payakumbuh Reza Falepi yang bisa saja diusung oleh PKS," katanya.
Selanjutnya, dari PAN yang sangat beperluang adalah Ketua DPW PAN sekaligus Bupati Padang Pariaman dua periode, Ali Mukhni, yang selama ini telah mulai melakukan pergerakan.

"Selain itu juga ada Mulyadi dari Demokrat, di mana ia telah membuktikan bisa memperoleh suara individu yang sangat dominan di daerah pemilihan Sumbar II pada Pileg. Ditambah lagi saat AHY ke Sumbar, juga telah mendeklarasikan Mulyadi yang juga ketua DPW Demokrat itu sebagai Calon Gubernur Sumbar dari Demokrat," kata Andri lagi.

Tidak hanya dari kalangan politisi saja, Dosen Unand itu juga menyampaikan munculnya nama Kapolda Sumbar, Fakhrizal, sebagai salah seorang sosok yang mencuat ke permukaan dalam survei, dan berpeluang maju sebagai Calon Gubernur Sumbar pada Pilgub 2020.

"Fakhrizal juga memiliki potensi, tetapi karena dia bukan orang partai, maka perlu juga untuk menjalin komunikasi dengan parpol yang memiliki kursi di Sumbar," sebutnya menutup.

Reporter: HENDRA

Editor DNJ





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM