Muslim India  Khawatir, Jika Pemerintahan PM Modi Kembali Berkuasa


Jumat, 17 Mei 2019 - 15:31:42 WIB
Muslim India  Khawatir, Jika Pemerintahan PM Modi Kembali Berkuasa Muslimah India.

NEW DELHI,HARIANHALUAN.COM-Muslim di India khawatir pemerintahan di bawah partai nasionalis Hindu, Bharatiya Janata Party (BJP) akan meningkatkan kejahatan rasial. 

Hal ini sudah terjadi beberapa hari sebelum pemilihan umum (pemilu) tahap pertama dimulai.

Seorang pedagang Muslim, Shaukat Ali yang bermukim di negara bagian Assam terpaksa harus meninggalkan dagangannya ketika didatangi oleh sekelompok massa.

Dia dipaksa berlutut di lumpur sembari diinterogasi dan dianiaya.

Tidak ada yang berani membantu Ali ketika itu. Orang-orang yang ada disekelilingnya justru merekam insiden tersebut dengan ponsel mereka.

Sebulan sejak kejadian itu, Ali masih berjalan dengan tertatih. Ali mengalami cedera pada tulang rusuk dan kepalanya. Pria berusia 48 tahun itu menangis ketika menceritakan ulang insiden mengerikan yang dialaminya.
"Mereka memukuli saya dengan tongkat, mereka menendang wajah saya," ujar Ali kepada BBC, Jumat (17/5) seperti dikutip republika.co.id.

Ali tidak hanya terluka secara fisik, dia telah dilucuti martabatnya. Kelompok massa itu memaksanya memakan daging babi yang diharamkan dalam Islam.
"Saya tidak punya alasan untuk hidup sekarang. Ini adalah serangan terhadap seluruh keyakinan saya," kata Ali.
Ali adalah korban  dari peningkatan jumlah serangan yang dilakukan terhadap Muslim yang menjual daging sapi.

Sebuah laporan dari Human Rights Watch pada Februari 2019 menemukan antara Mei 2015 hingga Desember 2018, setidaknya 44 orang tewas di 12 negara bagian India.

Juga ada kekhawatiran mereka yang memegang kekuasaan di India saat ini menganut budaya yang bebas dari jerat hukum. Salah satu contoh yang paling mengerikan adalah kasus pemerkosaan terhadap seorang gadis Muslim berusia delapan tahun pada awal Januari lalu.

Gadis itu diculik di distrik Kathua, yakni wilayah Kashmir yang diduduki oleh India. Dia ditahan selama sepekan di sebuah kuil Hindu oleh sebuah kelompok.
Dia dibius dan berulang kali diperkosa hingga akhirnya dibunuh. Laporan polisi menyatakan, kejahatan ini merupakan bagian dari rencana sekelompok pria Hindu mengusir Muslim Bakerwal yang nomaden.

Setelah kematian gadis delapan tahun itu, ratusan orang turun ke jalan.  Dua menteri BJP yang bertugas di pemerintahan negara bagian, Chaudhary Lal Singh dan Chander Prakash Ganga, termasuk di antara mereka yang turun ke jalan untuk mendukung para tersangka.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengutuk kejadian tersebut dan meminta kedua pejabat itu mundur. Menurut laporan, Sekretaris Jenderal BJP Ram Madhav justru terus membela kedua pejabat tersebut.

"Partai tidak ingin Ganga dan Singh mundur. Mereka mengundurkan diri karena media memberi kesan mereka mendukung pemerkosaan yang dituduhkan," kata Madhav.

Partai mendukung ideologi nasionalis Hindu dan beberapa tokoh seniornya menyerukan negara Hindu. Namun, para pemimpin partai telah berulang kali menekankan mereka bukan antiminoritas.

Sumber: ROL/BBC
Editor: DNJ





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 18 November 2019 - 00:29:29 WIB

    Persis: Sukmawati Bikin Muslim Muak dengan Jargon Toleransi Semu

    Persis: Sukmawati Bikin Muslim Muak dengan Jargon Toleransi Semu JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-- Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persatuan Islam (Persis), Ustaz Jeje Zaenudin mengatakan, Sukmawati menarasikan pentingnya toleransi dan kerukunan. Tetapi pada waktu bersamaan memproduksi pern.
  • Ahad, 10 November 2019 - 16:07:58 WIB

    Setuju dengan MUI Jatim, MUI Pusat: Allah Murka Jika Muslim Ucap Salam dan Doa Agama Lain

    Setuju dengan MUI Jatim, MUI Pusat: Allah Murka Jika Muslim Ucap Salam dan Doa Agama Lain JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Majelis Ulama Indonesia tingkat pusat menyatakan MUI Jawa Timur sudah melakukan kebijakan tepat menerbitkan imbauan agar pejabat muslim tak mengucapkan salam agama lain..
  • Ahad, 06 Oktober 2019 - 09:59:56 WIB

    Jokowi Masuk Top 50 Muslim Berpengaruh di Dunia, Ini Kata PKS

    Jokowi Masuk Top 50 Muslim Berpengaruh di Dunia, Ini Kata PKS JAKARTA, HARIANHALUAN.COM— Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali masuk daftar “Top 50” yaitu 500 Muslim Berpengaruh di Dunia. PKS mengatakan masuknya Jokowi dalam daftar itu tak menghapus pekerjaan rumah (PR) di dalam n.
  • Rabu, 21 Desember 2016 - 00:16:48 WIB
    LARANGAN ITU BAGIAN KEBHINEKAAN

    MUI: Muslim Tak Boleh Pakai Atribut Natal

    MUI: Muslim Tak Boleh Pakai Atribut Natal JAKARTA, HALUAN — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma’ruf Amin, melarang muslim tidak memakai atribut nonmuslim pada saat natal. Menurutnya, umat Islam tidak memakai atribut nonmuslim merupakan suatu kebhinnekaan..
  • Selasa, 11 Oktober 2016 - 01:44:52 WIB

    Ketum PBNU Masuk Tokoh Muslim Paling Berpengaruh

    Ketum PBNU Masuk Tokoh Muslim Paling Berpengaruh JAKARTA, HALUAN — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj masuk dalam jajaran 20 besar tokoh paling berpengaruh di dunia. Posisinya bahkan berada di atas pemimpin negara-negara muslim..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM