Kasus Pembunuhan di Bukit Sundi Terungkap, Delvi Dibunuh Karena Pembagian Tak Rata


Jumat, 17 Mei 2019 - 15:47:33 WIB
Kasus Pembunuhan di Bukit Sundi Terungkap, Delvi Dibunuh Karena Pembagian Tak Rata Foto tersanga saat diamankan di kantor polisi. ERI SATRI

SOLOK, HARIANHALUAN.COM - Selang dua hari setelah kejadian pembunuhan di Bukit Sundi, jajaran Polres Solok Kota berhasil menangkap pelaku pembunuhan Delvi Busrya, warga Gunung Pangilun Kota Padang. Delvi yang ditemukan tewas bersìmbah darah di dekat  jenjang kincia (kincir air) di Dusun Kincia, Jorong Balai Pinang Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Selasa (14/5) lalu.

Pelaku diketahui bernama Rahman alias Pito (28) warga Jorong Koto Panjang Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok.

Pito dilumpuhkan polisi Hari Kamis (16/5) sore saat membeli takjil di Sangir Kabupaten Solok Selatan.
Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan,  Dt Pandeka Rajo Mudo mengatakan, Pito menghabisi nyawa Delvi karena kesal lantaran pembagian hasil pencurian mobil tidak merata.

"Pito menagih tambahan hasil pencurian mobil, karena merasa uang yang ia terima tak sepadan dengan yang diambil Delvi. Lalu terjadi cekcok mulut yang bermuara pada perkelahian. Dalam perkelahian itu Delvi tewas bersimbah darah setelah menerima 5 tusukan,"ujar Dony di Mapolre Solok, Jumat (17/5).

Pito minta tambahan hasil pencurian mobil sebelumnya. Karena pelaku merasa pembagian tidak merata. Lalu terjadilah perkelahian yang berujung pembunuhan.

Setelah membunuh, Pito berniat untuk kabur jauh jauh. Tetapi uang disaku tidak cukup untuk pergi jauh. Kemudian ia menggadaikan motornýa pada salah seorang pedagang. Karena Pito datang dengan pakaian penuh percikan darah, pedagang itu tak mau menerima gadai. Akhirya Pito kabur ke Sangir.

Ditambahkan Dony, Pito merupakan resedivìs kelas kakap yang miliki rekam jejek kriminal yang sangat meyakinkan. Ia dikenal sebagai urang bagak dan ditakutì orang di Muarò Paneh, serta tergabung dalam jaringan curanmor Jambi dan Palembang.

Rahman alias Pito pertama kali masuk bui di lapas Palembang pada tahun 2002 karena kasus pencurìan. Kemudian pada tahun 2003 masuk lagi ke Lapas Palembang selama satu tahun juga karena kasus pencurian. 

Pada tahun 2006 ia kembali dihukum karena kasus pencurian. Kali ini  ia mendekam di sel tahanan Lapas kelas II B Kota Solok selama 6 bulan. Pada tahun 2009 ia kembali menghuni Lapas Kelas II B kota Solok selama 7 bulan karena kasus pencurìan.

Pada tahun 2016 Pito dihukum selama 2 tahun di Lapas Kelas II B Kota Solok karena kasus penggelapan dan penipuan.Terakhir ia kembali menginap di Lapas Kelas II B Kota Solok selama satu tahun karena kasus penganiayaan di dalam lapas.

 

Reporter: Eri Satri

Editor: HSP

Baca juga: Pito tersangka pembunuh ini ingin curi mobil lagi dan nyamar jadi orang gila

Diduga korban pembunuhan warga gunung pangilun padang ditemukan tewas di solok

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]