Korban Gigitan Anjing di Nagari Tanjung Gadang Dapat Bantuan


Ahad, 19 Mei 2019 - 16:09:36 WIB
Korban Gigitan Anjing di Nagari Tanjung Gadang Dapat Bantuan BANTUAN RABIES -- Bantuan Rabies yang diberikan Pemkab Limapuluh Kota, kepada keluarga Ema yang anaknya digigit anjing beberapa hari yang lalu di Tanjunggadang, Lareh Sago Halaban. ZUL

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Warga korban gigitan anjing di Jorong Bulakan, Nagari Tanjunggadang, Lareh Sago Halaban, Rafki (7) memperoleh bantuan dari PemkabLimapuluh Kota, berupa biaya pembelian Vaksin Anti Rabies (VAR). Bantuan diserahkan Kadis Kesehatan setempat, dr. Tien Septino, kepada orang tuanya Erna (25) di jorong setempat, Jumat (17/5).

Erna mengaku tidak menyangka akan mendapatkan bantuantersebut, karena sebelumnya ia tidak pernah memintanya kepada pemerintah daerah. Sebaliknya ia dan suaminya Aidil Putra (30) membeli VAR secara pribadi ke apotik, karena panik dan terlalu mencemaskan keselamatan anaknya Rafki.

“Kami waktu itu sangat takut dan cemas Rafki akan tertular rabies. Karena Rafki tidak terdaftar sebagai peserta BPJS, makanya kami langsung saja membeli VAR secara pribadi. Pikiran kami saat itu hanyalah Rafki harus sehat, sehingga tidak konsentrasi bertanya apa peluang dan prosedur yang harus dilalui untuk mendapatkan VAR gratis dari Dinas Kesehatan,” ungkap Erna.

Ia mengaku baru tahu Rafki tetap bisa mendapatkan VAR secara gratis dengan cara meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari wali nagari, sekalipun anaknya tidak terdaftar sebagai peserta BPJS. “Kami sebelumnya tidak menanyakan ke Dinas Kesehatan ataupun ke kantor wali nagari buat mencari tahu peluang bantuan. Sebab, saat itu yang ada dibenak kami cuma berfikir harus sesegera mungkin memberikan vaksin bagi Rafki,” tutur Erna.

Ibu dari dua anak itu menyebut, ia dan suami saat itu tidak terlalu tertarik mendapatkan VAR secara gratis karena khawatir harus melewati prosedur yang bisa membuat anaknya terlambat mendapatkan vaksin tersebut, karena anjing yang mengigit Rafki sudah keburu dibunuh warga yang resah ulah hewan dimaksud.

“Pikiran kami waktu itu hanyalah sesegera mungkin mendapatkan obat buat Rafki sekalipun membeli sendiri. Sebab, anjing yang menggigit Rafki itu sudah keburu dibunuh warga yang khawatir hewan itu akan menyerang warga lainnya,” sebut Erna lagi.

Erna membantah pernah memberikan keterangan yang menyebutkan Pemkab Limapuluh Kota lepas tangan dengan kasus gigitan anjing yang menimpa anaknya. Begitu pula soal dugaan sumbangan yang dikumpulkan seseorang di media sosial buat anaknya, ia juga mengaku tidak tahu sama sekali.

“Kami tidak pernah memberikan keterangan kepada siapapun kalau kami menyesalkan Pemerintah Daerah. Sebab, kami tergesa-gesa membeli vaksin itu atas kemauan kami sendiri yang panik dan cemas dengan keselamatan Rafki. Saya juga tidak tahu soal sumbangan yang dikumpulkan seseorang di media sosial buat anak kami,” jelas Erna.

Mendengarkan pengakuan Erna, Kadis Kesehatan dr. Tien Septino didampingi Kabag Humas dan Protokoler Firmansyah dan Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Fahrul Rozi, menyebut, orang tua korban tidak perlu terlalu cemas dan tergesa memberikan VAR. Sebab, bila ada gigitan beresiko rendah masih ada waktu selama 14 hari untuk observasi.

“Kita menghimbau masyarakat tidak perlu terlalu cemas dan panik, bila ada gigitan beresiko rendah masih ada waktu selama 14 hari untuk observasi. Yang paling penting dilakukan adalah segera cuci luka gigitan dengan air mengalir memakai sabun dan segara bawa ke petugas kesehatan dan juga dilaporkan kepada petugas Pos Keswan,” ujar Tien.

Kasus gigitan anjing itu terjadi ketika Rafki bermain sepeda di dekat rumahnya di Jorong Bulakan, Minggu (28/4) sekitar pukul 13.00 WIB. Begitu melewati seekor anjing yang diduga sedang masa kawin, Rafki langsung diserang pada bagian kakinya. Seminggu setelah itu anjing tersebut dibunuh warga. Karena spesimen sudah mati, maka esoknya Rabu (8/5) Rafki dibawa ke puskesmas dan meminta di beri VAR yang dibeli sendiri orang tua korban, karena khawatir dengan keselamatan anaknya.

 

Reporter: Zulkifli

Editor: HSP





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 15 September 2019 - 15:00:01 WIB

    Nofi Candra Sambangi Korban Pohon Tumbang

    Nofi Candra Sambangi Korban Pohon Tumbang AROSUKA, HARIANHALUAN.COM - Musibah pohon tumbang yang menimpa rumah kayu milik mak Jun (58), warga Pasa Usang nagari Alahan Panjang kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, mengusik empati dari senator Anggota DPD-RI H. No.
  • Selasa, 25 Juni 2019 - 12:48:50 WIB

    Jembatan Penghubung Tanjung Betung Dua Kali Makan Korban

    Jembatan Penghubung Tanjung Betung Dua Kali Makan Korban PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Jembatan penghubung antara Nagari Tanjung Betung dengan Nagari Persiapan Tanjung Betung Timur, di Kampung Rambahan-Muara Gondang, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, dikeluhkan warga..
  • Senin, 17 Juni 2019 - 17:04:11 WIB

    KAMKA Sumbar Gelar Halal Bihalal, Minta Pemerintah Bantu Korban Gunung Sinabung

    KAMKA Sumbar Gelar Halal Bihalal, Minta Pemerintah Bantu Korban Gunung Sinabung PADANG, HARIANHALUAN.COM-Keluarga Besar Muslim Karo (KAMKA) Provinsi Sumatera Barat meminta Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Sumatera Utara meningkatkan perhatian terhadap masyarakat di Kabupaten Karo yang terkena dampa.
  • Rabu, 24 April 2019 - 14:33:59 WIB
    PENEMUAN MAYAT DALAM SUMUR TERUNGKAP

    Pelaku Suami Korban, Syarnida Dibunuh Karena Hal Sepele

    Pelaku Suami Korban, Syarnida Dibunuh Karena Hal Sepele DHARMASRAYA, HALUAN - Jajaran Reskrim Polres Dharmasraya bersama anggota Reskrim Polsek Pulau Punjung akhirnya berhasil mengungkap kasus penemuan mayat perempun paroh baya dalam sumur di Jorong Bukit Barangan, Nagari Sikabau,.
  • Selasa, 19 Maret 2019 - 13:39:11 WIB

    Korban Penembakan Selandia Baru, Mulai Membaik, Pemprov Sumbar Serahkan Bantuan

    Korban Penembakan Selandia Baru, Mulai Membaik, Pemprov Sumbar Serahkan Bantuan PADANG, HARIANHALUAN.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyerahkan bantuan senilai Rp 10 juta kepada keluarga Zulfirmansyah, korban penembakan oleh Teroris di Masjid An-Noor, Kota Christchurch, Selan.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM