Usung Keranda Berisi 'Mayat',  Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor KPU 


Senin, 20 Mei 2019 - 21:02:42 WIB
Usung Keranda Berisi 'Mayat',  Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor KPU  Mhasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solo Raya demo ke KPU bawa keranda mayat, Senin (20/5). MDK

HARIANHALUAN.COM- Kantor KPU Solo yang terletak di  Jalan Kahuripan Utara No.23, Sumber, Banjarsari, Senin (20/5) sore  digeruduk ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solo Raya.


Para mahasiswa berasal dari Aliansi BEM se Solo-Surakarta, BEM Universitas Sebelas Maret (UNS), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), BEM Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta dan lainnya.
Dalam orasinya mereka menyoroti banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia usai pencoblosan 17 April lalu. Sebelum ke KPU, ratusan mahasiswa sempat bersitegang dengan polisi, lantaran mereka menggelar aksi di simpang lima Sumber, yang hanya berjarak 300 meter dari kediaman pribadi Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Dilansir m,erdeka.com, aksi para mahasiswa sempat membuat arus lalu lintas di jalan arteri tersebut tersendat. Namun setelah bernegosiasi dengan polisi, mereka segera meninggalkan lokasi dan melakukan longmarch ke kantor KPU yang berjarak 450 meter. Selain spanduk dan poster, para mahasiswa yang datang sekitar pukul 14.30 WIB tersebut juga membawa replika mayat dan keranda.

"Berdasarkan data petugas KPPS yang meninggal sudah mencapai 527 orang. Yang sakit sudah mencapai 11.239 orang. Fenomena tersebut tidak bisa dianggap remeh, bahkan dunia Internasional mulai menyorot kasus kematian yang tidak biasa ini," ujar Koordinator Aliansi Mahasiswa Solo Raya, Agil Setiawan  seperti dikutip merdeka.com.

Peristiwa tersebut, lanjut Agil menjadi bentuk kegagalan pemerintah mengantisipasi dampak buruk dari sistem Pemilu yang dibuat. Pemerintah dan penyelenggara Pemilu, kata dia, harus mengevaluasi secara menyeluruh dari sistem Pemilu serentak yang sudah berjalan.

"Negara harus bertanggung jawab, harus menyelidiki kasus ini secara komprehensif dan transparan agar penyebab kematian diketahui dengan jelas," tandasnya.

Selain prihatin, para mahasiswa juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Di antaranya mendesak pemerintah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen. Menuntut pemerintah dan penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu dan DKPP) mengevaluasi Pemilu serentak secara terbuka dan independen.

"Kami juga menuntut pemerintah segera merealisasikan pemberian santunan kepada korban. Kemudian kami juga mengajak dua kubu peserta Pemilu berhenti memanfaatkan isu kemanusiaan untuk kepentingan politik praktis dan elektoral semata," tegasnya.
Dalam aksi tersebut, ratusan aparat gabungan TNI dan Polresta Surakarta melakukan pengamanan. Pintu masuk ke halaman kantor KPU juga dipasang gulungan kawat berduri.  

SUMBER: MDK
Editor: DNJ





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 13 September 2019 - 00:55:43 WIB

    Kecewa Gubernur ke Luar Negeri, HMI Riau Usung Keranda Jenazah “Gubri” Saat Orasi

    Kecewa Gubernur ke Luar Negeri, HMI Riau Usung Keranda Jenazah “Gubri” Saat Orasi PEKANBARU, HARIANHALUAN.COM – Nilai pemerintah tak serius menangani kabut asap, puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Pekanbaru menggelar demonstrasi, memprotes Pemerintah Provi.
  • Jumat, 06 Juli 2018 - 09:18:47 WIB
    HUT KE 60 PENGAMBILALIHAN PABRIK

    PT SP Usung Tema Bigger Stronger Together

    PT SP Usung Tema Bigger Stronger Together PADANG, HARIANHALUAN.COM-Memperingati HUT ke 60, Pengambilalihan Pabrik dari tangan Belanda, PT Semen Padang menggelar serangkaian acara yang diawali dengan upacara peringatan pengambilalihan pabrik yang rencananya diadakan d.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM