Tarawih Perdana Terlaksana, Begini Kisah Awal Pembangunan Masjid oleh IASMA 1 Bukittinggi di Palangkitangan


Senin, 20 Mei 2019 - 23:45:12 WIB
Tarawih Perdana Terlaksana,  Begini Kisah Awal Pembangunan Masjid oleh IASMA 1 Bukittinggi di Palangkitangan Shalat tarawih perdana di  masjid baru, Masjid Fisabilillah Palangkitangan. Humas 

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM-Ramadhan tahun ini menjad berkah tak terhingga bagi masyarakat kampung terpencil Palangkitangan, Kec. Gunuang Omeh, Limapuluh Kota. Setelah terlaksana Shalat Jumat Perdana, di bulan penuh barokah ini relaksana pula shalat Tarwih Pedana di Masjid Fisabilillah, masjid yang dibangun IASMA 1 Bukittinggi/Landbouw.

 
Ketika ada yang bertanya kenapa Ikatan Alumni SMA 1 Bukittinggi (SMA Landbouw) membangun masjid, dan kenapa di daerah terpencil di Palangkitangan?Pembanguna masjid yang lumayan megah di daerah terpencil ini, tentu punya kisah yang pantut dikenang.

Humas Panitia Pembangunan Masjid Vera Primadewi 'Awie' mengisahkan,  sebenarnya masjid ini tidak direncanakan dari semula. Tahun 1985 silam, berawal ketika Tim Peduli Kemanusiaan IASMA melakukan survey ke seluruh pelosok negeri untuk membagikan sapi kurban bagi daerah daerah yang terpencil dan membutuhkan.

"Saat itu Palangkitangan ini menjadi daerah prioritas ke 3 dari urutan yang paling membutuhkan dari hasil survey kurban Tim Peduli Kemanusiaan IASMA tahun 2015," kenang Awie.

Ketika menjadi saksi pemotongan hewan kurban, antusias masyarakat dalam melaksanakan kurban sangat tinggi. Di hari pemotongan hewan kurban (lebaran haji) semua lapisan masyarakat berpartisipasi dan anak anak yang sedang libur berlarian kesana kemari dengan riang.

Ternyata banyak sekali anak anak usia 5 - 12 tahun yang belum disunat, dan kebetulan yang menjadi saksi kurban ini kebanyakan dari angkatan 88 IASMA (koncoarek 88). 

"Maka dilemparkan ke forum 88 pusat tentang hal ini. akhirnya 'konco arek 88' memutuskan untuk menjadikan pelaksanaan sunatan masal menjadi agenda kegiatan sosial oleh angkatan 88. "Pada waktu pelaksanaan sunatan massal ini lah baru kita mengetahui tidak ada masjid di daerah ini," kenangnya.

Saat itu, Tim pelaksana sunatan massal hanya bisa sholat di ruangan kelas. Dari sinilah kita mengetahui kalo mereka sangat ingin mendengarkan suara azan di daerah mereka. Mereka sangat membutuhkan masjid baik untuk sholat lima waktu. Untuk tempat pengajian bagi kaum ibu, tempat pengajian anak- anak, ruangan pertemuan bagi masyarakat.

"Hal ini cuma disimpan di catatan panitia pelaksana sunatan massal akt 88," jelasya lagi.

Sebelum ini disampaikan ke forum ank 88, tim yang sama juga kembali melakukan beberapa kali survey kedaerah Palangkitangan ini. Apa betul tidak ada mesjid. Bagaimana dengan Mushalla? Apa betul untuk shalat Jumat mereka harus pergi ke desa tetangga yang berjarak kurang lebih 10 km. Sedangkan penduduk ada 84 kk. Dengan penduduk 320 org.

Untuk itu setelah dilempar lagi ke pengurusan IASMA koncoarek 88, kemudian pengurus IASMA 88 memutuskan untuk menjadikan pembangunan mesjid ini menjadi agenda kegiatan sosial koncoarek 88.

Kemudian, Pengurus Pusat angkatan 88 IASMA ini memberikan mandat kepada koncoarek yg ada di Bukittinggi. Juga menunjuk Dedi Vestrawan sebagai ketua dan memberikan 'Kekuasaan penuh' dalam pengurusan dan pelaksanaan pembangunan masjid di daerah terpencil ini yang mungkin kebetulan berada di daerah Limapuluh Kota.

Karena ini berhubungan dengan pembangunan masjid, jelas Awie, maka ketua pelaksana memutuskan untuk membuka luas kepanitiaan tampa membatasi hanya bagi IASMA angkatan 88 saja. Dengan pertimbangan yang namanya ibadah tidak bisa dipaksakan dan kita tidak bisa dilarang. Tidak bisa menutup diri di angkatan saja dalam beribadah yang sifatnya universal.

"Maka kita membuka seluas luasnya bagi yang ingin ambil bagian sekecil apa pun akan dihargai."

Kemudian, setelah dibentuk kepengurusan yang sebagian besar terdiri dari IASMA konco arek 88 serta beberapa dari angkatan lain serta yang bukan berasal dari IASMA namun  tetap berada dinaungan IASMA Pusat. "Dengan bimbingan dari senior kami, Uda Mazni Harun, panitia mulai bergerak, di tambah support dan pesan Da Mazni. Kalu IASMA bekerja maka 'ijan tangguang tangguang-tanggung, Maka panitiapu sekain semangat," kenangnya.

Alhamdulillah, akhirnya  sampai saat ini sudah mulai berjalan atas kerjasama koncoarek 88, masyarakat setempat dan support dari semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu. 

Panitiapun menegaskan, bahwa sistem yang dipakai adalah untuk menyampaikan seluruh wakaf yang masuk sepenuhnya untuk pembangunan masjid saja, sedangkan biaya perjalanan untuk melakukan pengawasan, rapat atau pertemuan baik itu biaya perjalanan atau konsumsi menggunakan biaya pribadi panitia yang ikut serta dan Insyaallah tidak akan menggunakan dana wakaf satu sen pun.

"InsyaAllah setiap rupiah yang telah diwakafkan akan digunakan sepenuhnya untuk pembangunan masjid dan panitia insyaallah akan pertanggungjawabkan dunia akhirat," tutur Awie.

Panitia harus tertip organisasi dan tertip administrasi, setiap kegiatan terdokumentasi dan tercatat, catatan bisa di lihat kapanpun apabila ingin diakses.
Pembangunan terus dilaksanakan sampai masjid itu kini bisa di gunakan oleh masyarakat. Alahamdulillah, padaRamdhan tahun ini sudah dimanfaatkan masyarakat untuk shalat tarawih.

"Insya Allah  Masjid di daerah terpencil ini  akan diresmikan secara simbolik pada tgl 15 September 2019 dalam rangka ulang tahun ke 60 SMA 1 Bukittinggi dan Reuni Gadang 2019 IASAMA 1 Bukittingi  yang dipanitiai oleh angkatan 91 dan 92 (9i9z).

Editor: DNJ




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 29 Mei 2019 - 23:15:11 WIB

    Khusyuknya Tarawih di Masjid Terdalam di Perut Bumi

    Khusyuknya Tarawih di Masjid Terdalam di Perut Bumi PAPUA, HARIANHALUAN.COM - Tak terasa Ramadan sudah memasuki minggu ketiga. Bagi warga muslim di dunia, Ramadan merupakan bulan istimewa penuh rahmat dan ampunan. Warga muslim juga diwajibkan untuk berpuasa dari fajar hingga.
  • Senin, 13 Mei 2019 - 04:56:20 WIB

    Begitu Sabar, Ayah Gendong Anaknya yang Rewel saat Tarawih

    Begitu Sabar, Ayah Gendong Anaknya yang Rewel saat Tarawih SOLO, HARIANHALUAN.COM – Memberikan pendidikan agama kepada anak perlu dilakukan sedini mungkin. Itulah sebabnya banyak orang membawa anak kecil salat berjamaah di masjid, khususnya Salat Tarawih ketika Ramadan..
  • Senin, 06 Mei 2019 - 21:12:04 WIB

    Jemaah Tarekat Syattariyah Tarawih Pertama Malam Ini

    Jemaah Tarekat Syattariyah Tarawih Pertama Malam Ini PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Setelah memastikan tampak hilal pada Senin 6 Mei 2019 sore, jemaah Tarekat Syattariyah di Kabupaten Pesisir Selatan, memulai tarawih pertama Ramadan 1440 Hijriah malam ini di Masjid Nur Aman, Nagari.
  • Kamis, 07 Juni 2018 - 09:53:38 WIB

    Rang Awak di Australia, Tarawih Jamaah di Gedung yang Harus Disewa Lebih Awal

    Rang Awak di Australia, Tarawih Jamaah di Gedung yang Harus Disewa Lebih Awal Karena disini, Perth, Australia Barat tidak ada yang jualan takjil Husna Dewi mengaku harus mandiri menyiapkan penganan berbuka puasa. Jelas ini berbeda dengan situasi di kampung halamannya yang hampir di setiap sudut kota se.
  • Kamis, 17 Mei 2018 - 20:51:35 WIB

    Tarawih di Masjid UNP, Ramai Jamaah

    Tarawih di Masjid UNP, Ramai Jamaah PADANG, HARIANHALUAN.COM – Suasana hikmat menyelimuti  ibadah salat tarawih di masjid Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat yang terletak di dalam lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (16/5.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM