Wiranto: Pemerintah Batasi  Warga Akses Medsos


Rabu, 22 Mei 2019 - 22:02:11 WIB
Wiranto: Pemerintah Batasi  Warga Akses Medsos Menko Polhukam Wiranto dan Presiden Joko Widodo. ANT

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM— Untuk mencegah provokasi hingga penyebaran berita bohong kepada masyarakat, pemerintah mengambil langkah pembatasan sementara akses tertentu di media sosial. 


 Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Baca Juga : Kasus Korupsi, Mantan Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Mulai Diadili

"Akan kami adakan pembatasan akses di media sosial. Fitur tertentu tidak diaktifkan untuk menjaga agar hal-hal negatif tidak terus disebarkan ke masyarakat," kata Wiranto seperti dikutip kompas.com.

Wiranto didampingi Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menkominfo Rudiantara, dan pejabat lain. 
Dalam jumpa pers tersebut, mereka menjelaskan kronologi kerusuhan dan fakta-fakta yang ditemukan kepolisian.

Baca Juga : Amanda Divonis Ringan, Jaksa Langsung Nyatakan Banding

Wiranto, berdasarkan rangkaian peristiwa hingga kerusuhan pecah, terlihat ada upaya membuat kekacauan nasional. Hal itu terlihat dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa. 

Wiranto melihat ada upaya membangun kebencian hingga antikepada pemerintah. 

Baca Juga : Lagi, Kota Pekanbaru Diterjang Banjir Ketika Diguyur Hujan Lebat

Padahal, kata dia, ada aksi brutal yang dilakukan kelompok lain selain pengunjuk rasa. Mereka menyerang petugas, merusak asrama Polri di Petamburan, membakar sejumlah kendaraan, dan aksi brutal lain.

 Rudiantara menambahkan, sesuai hasil analisa, pihaknya melihat modus penyebaran berita hoaks di media sosial pascakerusuhan.
 

Baca Juga : Diguyur Hujan Deras, Jalanan di Kota Batam Direndam Banjir

Awalnya, pelaku mengunggah video atau foto ke Facebook dan Instagram. Kemudian, pelaku melakukan screenshot unggahan. 
Konten yang kemudian viral adalah screenshot tersebut. Jadi, pemerintah melakukan pembatasan sementara penyebaran video dan foto di

WhatsApp. "Teman-teman akan alami pelambatan kalau download atau upload video karena viralnya yang negatif ada di sana. Sekali lagi ini sementara," kata Rudiantara.
 Ia menyarankan agar masyarakat mengakses informasi di media tepercaya.(dnj/kcm)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]