Kerusuhan 22 Mei, Tujuh Jurnalis Alami Kekerasan Aparat


Rabu, 22 Mei 2019 - 22:26:17 WIB
Kerusuhan 22 Mei, Tujuh Jurnalis Alami Kekerasan Aparat Kericuhan kembali terjadi antara demonstran yang menggelar aksi unjuk rasa dengan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar kawasan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu makam. CNNind

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Setidaknya terdapat tujuh jurnalis yang mengalami kekerasan, intimidasi dan persekusi sejak dini hari hingga pagi saat meliput kerusuhan 22 Mei.Demikian  ditegaskan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Jakarta.

Seperti dilansir CNNIndonesia, Rabu malam,  para korban itu  adalah Budi Tanjung (Jurnalis CNNIndonesia TV), Ryan (Jurnalis MNC Media), Ryan Hadi (CNNIndonesia.com), Fajar (Jurnalis Radio Sindo Trijaya), Fadli Mubarok (Jurnalis Alinea.id), dan dua jurnalis RTV yaitu Intan Bedisa dan Rahajeng Mutiara.

Kekerasan terhadap jurnalis juga diduga dilakukan oleh massa yang berunjuk rasa. 
AJI Jakarta dan LBH Pers mengecam aksi kekerasan dan upaya penghalangan kerja jurnalis yang dilakukan oleh aparat kepolisian maupun massa aksi. 

Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani mengatakan tindakan intimidasi terhadap jurnalis saat meliput peristiwa kerusuhan bisa dikategorikan sebagai sensor terhadap produk jurnalistik.

Perbuatan tersebut termasuk pelanggaran pidana yang diatur dalam Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. 
Setiap orang yang menghalangi kebebasan pers diancam penjara maksimal dua tahun, dan denda maksimal Rp500 juta.

"Kami mendesak aparat keamanan dan masyarakat untuk menghormati dan mendukung iklim kemerdekaan pers, tanpa ada intimidasi serta menghalangi kerja jurnalis di lapangan," ujar Asnil dalam keterangan tertulis, Rabu (22/5).

Kronologi Intimidasi

Jurnalis CNNIndonesia.com Ryan Hadi diduga mengalami kekerasan dan intimidasi oleh aparat kepolisian saat meliput kerusuhan di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5). 

Ryan diduga dipukul oleh aparat keamanan saat merekam video aparat yang menangkap terduga provokator massa. 
Saat itu, Ryan sedang meliput di barisan massa yang melempari batu ke arah pasukan polisi. Massa juga berusaha merangsek ke Markas Polsek Gambir, namun dicegah aparat.

Suasana bertambah kacau pada pukul 09.30 WIB. Aparat kepolisian kemudian memukul mundur massa. Ketika itu, polisi menangkap orang yang diduga sebagai provokator.

Ryan kemudian merekam kejadian itu dengan ponsel. Namun belum sampai satu menit, polisi tiba-tiba merebut ponselnya, hingga jatuh.
"Saya juga dipukul di bagian wajah, leher, lengan kanan bagian atas, dan bahu oleh beberapa aparat Brimob dan orang berseragam bebas," kata Ryan.

Saat itu, Ryan sudah mengaku sebagai jurnalis dan menunjukkan kartu pers yang menggantung di lehernya. Bahkan polisi memegang dan melihat kartu pers tersebut, namun Ryan justru ditampar.

"Mereka tetap mukul wajah saya dengan mengatakan hapus videonya," ujarnya.

Ryan menyayangkan polisi tak memberi kesempatan untuk memberi penjelasan. Polisi lalu merampas ponselnya hingga kini belum kembali.

Pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolsek Gambir AKBP Yohanes Kindangen belum merespons panggilan dan pesan singkat dari CNNIndonesia.com untuk diminta konfirmasi terkait kasus ini.

Sumber: CNNIndonesia 
Editor: DNJ





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 06 September 2019 - 22:31:58 WIB

    Kerusuhan Papua Libatkan Aktor Luar Negeri

    Kerusuhan Papua Libatkan Aktor Luar Negeri JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Libatkan aktor oknum dari dalam dan luar negeri, kerusuhan di Papua dan Papua Barat telah dirancang hingga 1 Desember 2019 untuk menarik perhatian dunia. .
  • Ahad, 01 September 2019 - 21:55:32 WIB

    Diduga  Pihak Asing Turut Memprovokasi Kerusuhan  di Papua

    Diduga  Pihak Asing Turut Memprovokasi Kerusuhan  di Papua JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Pihak asing diduga kuat ikut terlibat dalam upaya provokasi di kerusuhan Papua dan Papua Barat. Polri tentunya akan koordinasi dengan Kemlu, dengan lembaga dan kementerian.
  • Kamis, 29 Agustus 2019 - 22:04:29 WIB

    Dampak Kerusuhan di Jayapura, Telkom Grup Amankan Aset dan Layanan

    Dampak Kerusuhan di Jayapura, Telkom Grup Amankan Aset dan Layanan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sehubungan terjadinya peristiwa kerusuhan di Jayapura pada hari Kamis (29/8), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melakukan sejumlah antisipasi terhadap aset dan layanan Telkom Group..
  • Senin, 19 Agustus 2019 - 14:57:14 WIB

    Kapolri: Kerusuhan di Manokwari Dipicu oleh Aksi di Surabaya dan Malang

    Kapolri: Kerusuhan di Manokwari Dipicu oleh Aksi di Surabaya dan Malang SURABAYA, HARIANHALUAN.COM – Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8) pagi dipicu insiden penyerangan dan pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, dan kejadian di Malang, Jawa Timur akhir pekan silam. Hal it.
  • Selasa, 30 Juli 2019 - 08:48:11 WIB

    Penjara Dilanda Kerusuhan, Puluhan Napi Tewas Terbakar

    Penjara Dilanda Kerusuhan, Puluhan Napi Tewas Terbakar PADANG, HARIANHALUAN.COM-- Lembaga Pemasyarakat atau penjara dilanda kerusuhan. Setidaknya 59 orang terbunuh dalam kerudian antara geng penjara ini.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM