Tuntut Pelaksanaan Pemilu Jurdil, KAMMI Unjuk Rasa di Depan Gedung KPU Sumbar


Rabu, 22 Mei 2019 - 23:49:53 WIB
Tuntut Pelaksanaan Pemilu Jurdil, KAMMI Unjuk Rasa di Depan Gedung KPU Sumbar Mahasiswa yang tergabung Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia berunjukrasa di depan Kantor KPU Sumatera Barat, Rabu (22/5).

PADANG, HARIANHALUAN.COM --Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berunjuk rasa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar. KAMMI menuntut demokrasi Jujur dan adil (Jurdil).

Sekitar seratus mahasiswa yang tergabung dalam organisasi KAMMI, melakukan aksi baca surat yasin dengan cara duduk bersama dijalan, tepatnya di depan kantor KPU Sumbar.

Mereka menyampaikan pendapat melalui orasi, membaca ayat kursi secara bersama-sama, teatrikal puisi.Selain itu, mereka juga membawa spanduk dengan bertuliskan duka cita pemilu 2019 dengan hastag save demokrasi 2019.

Selang beberapa menit, salah satu dari perwakilan mahasiswa meminta agar anggota KPU turun untuk menemui mereka. Namun, pihak kepolisian memberikan opsi agar memilih 10 orang perwakilan dari mahasiswa untuk diajak masuk ke dalam ruangan menyampaikan orasinya.
Namun, opsi pihak kepolisian ditolak dan para mahasiswa tetap menginginkan agar KPU yang turun dan menemui mereka. Akhirnya, Anggota KPU Sumbar Izwaryani, Gebril Daulay dan Yanuk Sri Mulyani turun menemui para mahasiswa.
Ada enam tuntutan KAMMI diantaranya, KAMMI daerah Padang akan terus menjadi oposisi paling setia kepada Pemerintah yang sedang berkuasa dan yang akan berkuasa selanjutnya, kedua KAMMI daerah Padang menegaskan sikap tidak percaya kepada pemerintah dalam penegakkan hukum dan memelihara kehidupan berdemokrasi,
Tuntutan ketiga, KAMMI daerah Padang menegaskan sikap tidak percaya kepada KPU dan Bawaslu Pusat dalam pengelenggaraan Pemilu 2019, keempat KAMMI daerah Padang menegaskan rasa kecewa kepada kedua kontestan Capres-Cawapres dan para calon anggota legislatif pada Pemilu 2019 yang gagal menghargai kedaulatan rakyat dengan mengotori proses Pemilu dengan berbagai macam kecurangan.
Serta, KAMMI daerah Padang menuntut TNI dan Polri agar tidak terlibat dalam permainan politik. TNI harus netral dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat, dan KAMMI daerah Padang menyerukan kepada semua gerakan mahasiswa, pemuda, komunitas, dan masyarakat agar jangan diam melihat kekacauan bangsa.
Dalam orasinya, Nandia salah satu mahasiswi yang tergabung dalam KAMMI mengatakan bahwa di Indonesia sekarang tidak dalam kondisi yang kondusif, negara Indonesia berduka. "Suara yang kami teriakan ini adalah suara rakyat yang menangis merintih, jangan curangi lagi rakyat, kita harus lawan,” ujarnya, Rabu (22/5).
Mahasiwi berkacamata dengan baju muslimah abu-abu, mengenakan tas hitam ini sempat menyita perhatian, pasalnya, aksinya untuk bersuara menjadi berbeda karena selama ini tak banyak wanita yang berani bersuara sembari bercucuran air mata.
"Kami ingin keadilan, negara ini berduka, negara ini dalam keadaan tidak baik," lirihnya. Tak hanya itu, pada orasi lainnya, Anggi Pradana Wiranata yang mebacakan maklumat KAMMI Padang mengungkapkan Pemilu adalah simbol kedaulatan rakyat, namun harapan terselenggaranya pemilu yang adil, jujur transparan berwibawa dan penuh sportifitas pupus begitu saja.

“Pemilu ini dirusak, pemilu menjadi pesta yang memuakkan karena rakyat terjebak pada permainan politik politisi sehingga kedaulatan rakyat dikebiri. Terhadap kedua kubu pasangan calon kami sangat kecewa karena elit-elit yang jelas mencedirai demikrasi. Kematian KPPS seolah0olah menjadi misteri yang tak ada kejelasan,” tegasnya.

Maka dari itu, KAMMI Padang sebagai oposisi paling setia pada pemerintah menuntut agar KPU meberikan penjelasan dan seperti apa pertangung jawaban yang sebenarnya terkait meninggal dunianya ratusan KPPS tersebut.
“Maka dari itu KAMMI Padang akan bersikap tegas bahwa akan terus menjadi oposisi paling setia kepada pemerintah saat ini dan pemerintah yang akan berkuasa berikutnya, tak hanya itu KAMMI juga menegaskan sikap tidak percaya kepada pemerintah dalam penegakan hukum dalam kehidupan terkhusus dalam hal memelihara hidup berdemokrasi,” pungkasnya.
Kemudian, KAMMI juga turut mengapresiasi KPU Sumbar sebagai penyelenggara pemilu, namun KAMMI Padang juga sangat kecewa dengan KPU dan Bawasalu sebagai penyelenggara karena masih saja meloloskan kecurangan-kecurangan yang terjadi pada Pemilu.

“KAMMI juga menegaskan bahwa sangat kecewa dengan unsur Capres dan Cawapres, caleg yang sepanjang pemilu telah menciderai dengan kecurang-kecurangan yang jelas-jelas merusak pemilu,” ujarnya.
Menyikapi hal itu, Komisioner KPU Sumbar Izwaryani yang pada aksi tersebut dititipkan bendera berwarna kuning sebagai lambang kekecewaan mengatakan bahwa ia sangat setuju dengan sikap anak muda yang siap mebela, mengawal dan mengawasi kinerja pemerintah.
“Itu sikap yang tepat, kinerja pemerintah perlu dikawal, terkait kecurangan dan ketidak percayaan mari kita bersama-sama mengawal untuk memberikan pembuktian untuk masyarakat semoga demokrasi ini berjalan dengan baik demi menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila,” ujar Izwaryani.
Terkait KPPS yang meninggal dunia, KPU telah mempersiapkan santunan untuk keluarga yanga akan diserahkan untuk keluarga yang ditinggal. Kepada mahasiswa mari kita jaga silaturrahmi dan komunikasi yang baik.
"Pihak dari KPU sudah menyiapkan santunan kepada keluarga yang mendapat musibah," ujarnya.
Ia mengatakan, oposisi adalah sikap yang dibutuhkan pemerintahan Republik Indonesia. Pemerintah itu perlu dikawal, dan apabila masyarakat kurang percaya dengan pemerintah, salurkan dengan cara konstitusional.
Izwaryani mengklaim penyelenggaran Pemilu sudah sesuai undang undang dan koridornya. Jikapun ada kecurangan, sudah banyak yang ditindak aparat. "Untuk hal hal yang belum dapat ditindak, disamping meningkatkan profesional penyelenggara, juga dibutuhkan kerja sama masyarakat untuk bersama sama menyerahkan pembuktian," pungkasnya.
Usai diskusi dengan komisioner KPU, KAMMI menyerahkan bendera berwarna kuning sebagai tanda kekecewaan mahasiswa dan ditutup dengan doa bersama.
Sementara itu, Kabag Ops Polresta Padang Kompol Alwi Haskar mengatakan, personil yang dikerahkan untuk mengamankan aksi terdiri atas 220 personil Polresta Padang dan dibackup jajaran Polda Sumbar.
Selebihnya terdiri atas berbagai kesatuan seperti dari Polwan sebagai tim negosiator, Shabara, Brimob dan lainnya. "Kami mengamankan pengunjuk rasa, objek unjuk rasa, masyarakat, dan termasuk juga anggota kepolisian," ujarnya. ? rina




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 16 Mei 2019 - 14:22:19 WIB

    ASN Pessel Dituntut Bekerja Maksimal

    ASN Pessel Dituntut Bekerja Maksimal PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkungan Pemkab Pessel harus bisa merobah paradigma menjadi birokrasi yang melayani masyarakat. Hal ini disampaikan Sekdakab Pessel, Ir Erizon di ruang rapat Sekd.
  • Ahad, 01 Juli 2018 - 14:28:50 WIB
    PERTEMUAN DENGAN DIREKTUR PDAM BUKITTINGGI

    Warga Sungai Tanang Tuntut Bagi Hasil dan Kesetaraan

    Warga Sungai Tanang Tuntut Bagi Hasil dan Kesetaraan AGAM, HARIANHALUAN.COM– Warga Sungai Tanang, Kecamatan Banuhampu mengancam akan menyetop sumber mata air PDAM Tirta Jam Gadang Bukittinggi, jika tuntunan mereka tidak dipenuhi..
  • Rabu, 06 September 2017 - 02:32:14 WIB

    Kosumsi Sabu-Sabu, IRT Dituntut 4 Tahun Penjara

    PADANG, HALUAN—Titi Anggrini (35), ibu rumah tangga (IRT) Terdakwa kasus sabu-sabu dituntut empat tahun kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar di Pengadilan Klas 1A Padang, Selasa (5/9). Wa.
  • Senin, 05 Juni 2017 - 20:08:25 WIB

    Ratusan Warga Solok Turun ke Jalan, Tuntut dr Fiera Diproses Secara Hukum

    Ratusan Warga Solok Turun ke Jalan, Tuntut dr Fiera Diproses Secara Hukum SOLOK, HARIANHALUAN.COM- Pernyataan kontroversial dr Fiera Lovita dimedia masa mengundang reaksi keras dari masyarakat Kota Solok. Forum Peduli Masyarakat Solok yang terdiri dari unsur niniek mamak, bundo kanduang,anggota DPR.
  • Selasa, 19 Juli 2016 - 07:01:39 WIB

    Ratusan Warga Datangi DPRD Agam, Tuntut PT KAMU Kembalikan Lahan

    Agam, Haluan — Lebih kurang seratusan orang warga Sungai Aua, Sungai Jariang, Nagari Lubuk Basung, mendatangi, DPRD Agam Lubuk Basung, Senin(18/7)..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM