Inovasi Puskesmas Kuraitaji Tekan Realisasi Biaya Pelayanan


Kamis, 23 Mei 2019 - 20:39:41 WIB
Inovasi Puskesmas Kuraitaji Tekan Realisasi Biaya Pelayanan Puskesmas Kuraitaji mengembangkan inovasi Duta Tablet Tambah Darah Pantau Cegah Anemia pada Anak Remaja Putri (Duta Rancak) dan Buku Sakti Cerita Indah Jiwa Kita (Bukti Cinta) menjadi andalan pelayanan kesehatan di Kota Pariaman. HUMAS BPJS

PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM–Puskesmas Kuraitaji mengembangkan inovasi Duta Tablet Tambah Darah Pantau Cegah Anemia pada Anak Remaja Putri (Duta Rancak) dan Buku Sakti Cerita Indah Jiwa Kita (Bukti Cinta) menjadi andalan pelayanan kesehatan di Kota Pariaman. Kedua program tersebut merupakan bagian dari pengembangan pelayanan kesehatan jiwa  dan sistem promotif-preventif untuk mencegah stunting.

Kepala Kantor BPJS Kesehatan Kota Pariaman, Sari Rusfa menyambut baik inovasi tersebut karena sesuai dengan upaya promotif-preventif yang tengah digalakkan oleh BPJS Kesehatan. Sari berharap, kedua program tersebut mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap gejolak kesehatan jiwa dan anemia pada remaja.

"Kita tahu bersama bahwa tindakan kuratif berupa pengobatan dan rehabilitatif berbentuk pemulihan kesehatan akan memakan banyak biaya, sehingga inovasi bersifat promotif dan preventif ini kami dukung penuh pelaksanaannya. Pelaksanaan inovasi yang maksimal akan dapat meningkatkan derajat hidup kesehatan masyarakat," kata Sari kepada Jamkesnews melalui sambungan telepon menjelang waktu berbuka tiba.

Jika dilihat dari komitmen Pemerintah Kota Pariaman terhadap kesehatan, Sari Rusfa yakin inovasi Duta Rancak dan Bukti Cinta akan berkembang seiring-sejalan dengan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

“Dan yang lebih penting, optimalnya inovasi tersebut juga akan berpengaruh terhadap realisasi baya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat lanjut di Kota Pariaman khsusunya dan Provinsi Sumatera Barat pada umunya,” tandasnya.

Kepala Puskesmas Kuraitaji, dr. Rahmadani nampak bahagia dengan dua inovasi yang akhirnya diajukan sebagai Kompetisi Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik 2019. Ia mengatakan bahwa inovasi-inovasi tersebut merupakan pertama kalinya yang ada di Indonesia dan satu-satunya yang ada di Kota Pariaman. Sejak Duta Rancak dilaunching, penderita anemia di sekolah mengalami penurunan sebanyak 33%, sedangkan untuk Bukti Cinta kini Kecamatan Pariaman Selatan sudah bebas dari pemasungan.

Rahmadani menambahkan, ke depan selain Program Duta Rancak dan Bukti Cinta ini dapat diterapkan di puskemas lainnya diseluruh wilayah Kota Pariaman. Ia juga berharap kepada pemerintah untuk terus mendukung inovasi pelayanan kesehatan di puskesmas karena pelayanan kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia, dan mendukung program dari puskesmas karena puskesmas satu satunya fasilitas kesehatan pertama yang diberi kewenangan untuk menangani kesehatan masyarakat. (h/isr)

Editor: DNJ





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM