Batasi Akses Medsos, Pemerintah  Rugikan Digital Marketer


Kamis, 23 Mei 2019 - 22:39:25 WIB
Batasi Akses Medsos, Pemerintah  Rugikan Digital Marketer Ilustrasi

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Pembatasan Fitur media sosial dan pesan instan yang terjadi, Rabu (22/5) dan dikabarkan berlangsung hingga 3 hari kedepan sangat disayangkan sejumlah digital marketer di Kota Padang.

Salah satunya founder The Blogger Talk Alifia Seftin O, dengan pembatasan tersebit sangat berpengaruh terhadap kegiatan mereka yang kerjanya bergantung pada medsos.

"Buat mereka yang kerjanya bergantung pada media sosial. Seperti digital marketing, blogger, content creator, olshop dll. Dengan adanya pembatasan seperti sekarang itu sangat berpengaruh terhadap kegiatan kita. Contohnya pada para pengiklan, pembatasan tersebut sangat berpengaruh terhadap scheduling jadwal mereka. Misalnya udah ada jadwal kapan ditayangkan. Dengan pembatasan medsos, penayangannya jadi molor," tutur Alifia.

Lebih lanjut kata dia, hal tersebut sangat merugikan. "Hal itu sangat merugikan, baik dari segi financial, juga dari target sebagai digital marketing juga tidak tercapai. Untuk olshop terutama, karena sekarang lagi bulan puasa, 2 minggu kedepan adalah waktu yang tepat untuk mengiklankan produk mereka. Dan dengan pembatasan ini, menjadi susah berkomunikasi dan mengganggu pekerjaan banget. Pekerja digital rata-rata memggunakan wa untuk media komunikasi. Akhirnya pekerjaan terhambat karena komunikasi," ucap Alifia yang dihubungi HarianHaluan.Com, Kamis (23/5).

Ia berharap kedepannya, pemerintah lebih bijak mengambil langkah dan bersikap.

"Kedepannya, menurut aku, dari pada membatasi masyarakat dalam menggunakan medsos, sepertinya yang perlu ditingkatkan adalah edukasi ke masyarakatnya. Seringkali edukasi nya ke anak SD, SMP, SMA, mahasiswa. Padalah yang bnyak menyebarkan hoax adalah yang usia nya 30-40 tahun lah, mungkin bisa dicari data pastinya. Jadi ada baiknya edukasi literasi internet tidak hanya untuk mahasiswa, anak millenial. Tapi juga untuk semua pengguna internet dalam skala apapun dan rentang usia berapapun. Siapapun yg menggunakan media sosial," tutur Alifia.

Setali tiga uang, Aufa Amami pemilik Online shop Aufa Olshop juga ikut menyayangkan sikap pembatasan medsos yang disebabkan untuk mengurangi berita hoax yang beredar di internet pasca kerusuhan 22 mei. 

"Banyak chat yang dipending padahal saya jualan dan mempromosikan dagangan itu paling kuat di whats app, facebook dan instagram. Dan juga proses transaksi jadi lama, mengirim foto produk tidak bisa, chat pun sulit. Semoga kedepannya kalau ada situasi serupa, solusi nya tidak begini," tutup Aufa. (yes)

Editor: DNJ




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM