Polisi Tangkap 441 Orang, Terduga Perusuh 22 Mei Terus Bertambah


Jumat, 24 Mei 2019 - 19:42:53 WIB
Polisi Tangkap 441 Orang, Terduga Perusuh 22 Mei Terus Bertambah Aksi massa yang berujung kerusuhan 22 Mei 2019 di Jakarta. dok/cnn

HARIANHALUAN.COM—Jumlah terduga perusuh saat aksi massa 22 Mei 2019 terus bertambah. Hingga berita ini ditayangkan, Jumat (24/5), Polisi sudah menangkat total sebanyak 441 orang.

Sementara sehari sebelumnya, Kamis (23/5), terduga perusuh yang ditangkap sebanyak 300.

Baca Juga : Terduga Gembong 500 Gram Sabu Diciduk Polisi

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap ratusan orang tersebut.

"Sekarang dalam proses pemeriksaan saat ini sudah 441 terduga perusuh," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (24/5).

Baca Juga : Simpan Sabu Dalam Koper, Sepasang Pasutri Dicokok Polisi

Dedi mengatakan polisi terus mendalami keterangan ratusan terduga perusuh itu.
"Dipilah-pilah siapa yang sebagai pelaku lapangan, operator dan aktor intelektual dibalik kerusuhan tersebut," tuturnya.
Polisi telah mengidentifikasi jika sebagian dari perusuh tersebut merupakan preman Tanah Abang yang mendapatkan bayaran mulai dari Rp100-300 ribu per hari.

Sedangkan sisanya berasal dari luar DKI Jakarta seperti Jawa Barat dan Banten. "Betul preman Tanah Abang. Sekali datang dikasih duit," ujarnya.

Baca Juga : Rp500 Juta Raib, Nasabah Bank di Kediri Dirampok

Kerusuhan pada 21-22 Mei terjadi di sejumlah lokasi antara lain di depan gedung Bawaslu Jalan MH Thamrin, Asrama Polisi di Petamburan dan Flyover Slipi, Gambir. Massa di Slipi sempat membakar dua bus milik polisi dan sejumlah mobil warga.

Pada Kamis (23/5), Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal M Iqbal juga menyebut ada perusuh Aksi 22 Mei yang terafiliasi dengan Gerakan Reformis Islam (GARIS).

"Kami menemukan dua tersangka dari luar Jakarta yang terafiliasi dengan kelompok GARIS. Mereka memang niat untuk berjihad," ujar Iqbal saat memberikan keterangan di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta.

Iqbal mengklaim telah memiliki bukti kuat yang menunjukkan afiliasi dua orang tersangka itu dengan GARIS. Kelompok ini disebut Iqbal pernah menyatakan dukungan pada ISIS Indonesia dan berada di bawah pimpinan Ketua Dewan Syuro Ustaz Abu Bakar Ba'asyir. Bahkan, GARIS juga pernah mengirimkan kadernya ke Suriah.
?

Baca Juga : Dilaporkan ke Polisi, Ketua Koperasi Sawit Datuk Nan Sembilan Bantah Langgar Aturan

HARIANHALUAN.COM—Jumlah terduga perusuh saat aksi massa 22 Mei 2019 terus bertambah. Hingga berita ini ditayangkan, Jumat (24/5), Polisi sudah menangkat total sebanyak 441 orang.

Sementara sehari sebelumnya, Kamis (23/5), terduga perusuh yang ditangkap sebanyak 300.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap ratusan orang tersebut.

"Sekarang dalam proses pemeriksaan saat ini sudah 441 terduga perusuh," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (24/5).

Dedi mengatakan polisi terus mendalami keterangan ratusan terduga perusuh itu.
"Dipilah-pilah siapa yang sebagai pelaku lapangan, operator dan aktor intelektual dibalik kerusuhan tersebut," tuturnya.
Polisi telah mengidentifikasi jika sebagian dari perusuh tersebut merupakan preman Tanah Abang yang mendapatkan bayaran mulai dari Rp100-300 ribu per hari.

Sedangkan sisanya berasal dari luar DKI Jakarta seperti Jawa Barat dan Banten. "Betul preman Tanah Abang. Sekali datang dikasih duit," ujarnya.

Kerusuhan pada 21-22 Mei terjadi di sejumlah lokasi antara lain di depan gedung Bawaslu Jalan MH Thamrin, Asrama Polisi di Petamburan dan Flyover Slipi, Gambir. Massa di Slipi sempat membakar dua bus milik polisi dan sejumlah mobil warga.

Pada Kamis (23/5), Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal M Iqbal juga menyebut ada perusuh Aksi 22 Mei yang terafiliasi dengan Gerakan Reformis Islam (GARIS).

"Kami menemukan dua tersangka dari luar Jakarta yang terafiliasi dengan kelompok GARIS. Mereka memang niat untuk berjihad," ujar Iqbal saat memberikan keterangan di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta.

Iqbal mengklaim telah memiliki bukti kuat yang menunjukkan afiliasi dua orang tersangka itu dengan GARIS. Kelompok ini disebut Iqbal pernah menyatakan dukungan pada ISIS Indonesia dan berada di bawah pimpinan Ketua Dewan Syuro Ustaz Abu Bakar Ba'asyir. Bahkan, GARIS juga pernah mengirimkan kadernya ke Suriah.
?

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]