LKAAM: Tugas Mamak Bimbing Kemenakan


Ahad, 26 Mei 2019 - 16:00:44 WIB
LKAAM: Tugas Mamak Bimbing Kemenakan KETUA LKAAM Sawahlunto, Adi Muaris Khatib Kayo, saat sambutannya dalam silaturahmi dan berbuka bersama di kediaman Waki Kota Sawahlunto. HUMAS

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Sawahlunto, Adi Muaris Khatib Kayo mengimbau agar mamak lebih mengawasi dan membimbing kemenakan. Mamak diimbau untuk meningkatkan intensitas bertemu dengan kemenakan ,dengan kata lain, mamak janganlah sampai 'jauh' dari kemenakannya.

Hal itu diungkapkannya, saat silaturahmi dan buka bersama Wali Kota dengan LKAAM, KAN, MUI, Bundo Kanduang, Tokoh masyarakat serta Kepala Desa dan lurah se Kota Sawahlunto, pekan lalu.

"Mamak haruslah dekat dengan kemenakannya, sehingga peran dan fungsi mamak dalam mengawasi maupun membimbing kemenakan dapat terbantu dengan kedekatan itu," kata Adi Muaris.

 

Selain itu sebutnya, Adi menilai pentingnya arisan atau pertemuan suku untuk digiatkan kembali. Dia menilai, selain meningkatkan silaturahmi, saling mengenal siapa mamak siapa kemenakan siapa datuak dan lainnya, kegiatan ini juga dapat menjadi momen mamak menjemput aspirasi dari kemenakan dan suku.

"Dengan pertemuan yang intens, maka mamak akan lebih kenal kemenakan dan begitu sebaliknya. Bahkan kalau bisa mamak hendaknya juga bisa mendapat kepercayaan dari kemenakan sebagai tempat mengadu atau menceritakan masalah-masalah yang mereka dapat," ujarnya.

 

Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta sangat mendukung dan mengaprsiasi imbauan ketua LKAAM tersebut. Deri menilai hak tersebut sesuai dengan visi misi Pemerintah Kota (Pemko) dalam memberdayakan nilai-nilai agama, adat dan budaya masyarakat.

"Pemerintah sangat mendukung hal ini. Kami ingin fungsi dan peran Niniak mamak untuk lebih dikokohkan lagi. Niniak mamak ''kapai tampek batanyo, kapulang tampek babarito, kusuik menyalasaikan dan karuah nan kamanjaniahan" itu harus kembali diteguhkan," ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu, Walikota Deri Asta juga menyampaikan bahwa dalam mengawasi dan membimbing kemenakan, mamak dituntut untuk 'berpandai - pandai'. Sebab untuk membimbing kemenakan yang berada dalam usia millenial tidak bisa dipaksakan, juga tidak bisa jika terlalu lunak.

"Kemenakan-kemenakan kita yang millenial ini mendekati dan membimbingnya harus ada trik-trik tertentu pula. Sebab anak muda sekarang jika dipaksa dengan keras mereka malah balik melawan, sementara jika dengan lunak saja tidak diacuhkan. Jadi memang harus berpandai-pandai," katanya.

 

Reporter: Riki

Editor: HSP





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM