Siaga Satu, Sebanyak 871 Warga Buton Sulawesi Tenggara Mengungsi


Jumat, 07 Juni 2019 - 15:30:21 WIB
Siaga Satu, Sebanyak 871 Warga Buton Sulawesi Tenggara Mengungsi Puluhan rumah masih dalam kondisi terbakar di Desa Gunung Jaya usai terjadi keributan antar pemuda di perbatasan antara Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu, 5 Juni 2019. ANTARA

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sebanyak 871 warga Desa Gunung Jaya, Buton, Sulawesi Tenggara,  terpaksa mengungsi akibat bentrok yang terjadi antara masyarakat desanya dengan Desa Sampuabalo. "Rumah mereka rusak dan secara psikologi takut kejadian tersebut terulang," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 7 Juni 2019.

Buntut dari bentrok tersebut, dua orang Desa Sampuabalo tewas, delapan warga mengalami luka-luka, dan 87 rumah di Desa Gunung Jaya hangus terbakar dan rusak.

Berdasarkan informasi dari warga, bentrokan bermula saat puluhan pemuda Desa Sampuabalo melakukan konvoi menggunakan motor knalpot bising melintas di Desa Gunung Jaya pada 4 Juni 2019 sekitar pukul 20.00 WITA.

“Warga Desa Gunung Jaya merasa terganggu dengan suara bising knalpot motor puluhan pemuda tersebut. Beberapa menit kemudian, puluhan pemuda yang melakukan konvoi kembali,” kata Dedi. Di pertigaan Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo, puluhan pemuda yang melakukan konvoi berteriak. Selanjutnya terjadi pelemparan ke arah rumah-rumah warga di Desa Gunung Jaya hingga akhirnya terjadi keributan.

Lalu, pada pukul 21.00 WITA, dua anggota Polsek Sampuabalo ke lokasi kejadian melerai dua kelompok pemuda yang bertikai tersebut.

Pertikaian ternyata belum berakhir. Esoknya, pada 5 Juni 2019 pukul 14.30 Wita, warga dari Sampuabalo kembali mendatangi Desa Gunung Jaya. Mereka melempari rumah-rumah warga dengan bom molotov.

Aksi ini memicu warga Gunung Jaya melakukan perlawanan. Mendapat informasi bentrokan itu, Polres Buton mengerahkan satu peleton Dalmas di lokasi kejadian pada pukul 16.21 Wita dipimpin oleh Wakapolres Buton Kompol Arnaldo Von Bullow.

Dedi mengatakan, saat ini status kedua desa adalah siaga 1. Tiga satuan setingkat kompi (SSK) atau 300 personel brigadir mobil diturunkan untuk mengamankan perbatasan kedua desa. "Juga dibantu dua satuan setingkat pleton (SST) dari komando resort militer (korem)," kata Dedi. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara bersama bupati setempat, tokoh masyarakat dan tokoh agama telah melakukan rapat untuk meredam situasi di sana. (h/tmp)

 

Editor: HSP




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 13 Juni 2019 - 20:29:27 WIB

    Ancaman Gempa dan Tsunami, Lanud Sutan Sjahrir Tingkatkan Kesiapsiagaan

    Ancaman Gempa dan Tsunami, Lanud Sutan Sjahrir Tingkatkan Kesiapsiagaan PADANG,HARIANHALUAN.COM-Sadar berada di daerah zona merah gempa dan tsunami, Lanud Sutan Sjahrir Padang kembali menggelar rapat koordinasi dan latihan kesiapsiagaan operasional koopsau I kemarin di mako Lanud Sutan Sjahrir Pa.
  • Senin, 19 November 2018 - 10:29:28 WIB

    PT Hitay Dikawal Brimob, Ribuan Warga Salingka Gunung Talang Siaga

    PT Hitay Dikawal Brimob, Ribuan Warga Salingka Gunung Talang Siaga AROSUKA, HARIANHALUAN.COM—Warga di nagari Batu bajanjang Kecamatan Lembang Jaya, kembali memanas, menyusul dilanjutkannya rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) oleh PT Hitay Daya Energy di .
  • Jumat, 16 November 2018 - 10:05:29 WIB

    Siaga Darurat Banjir di Padang Berakhir 19 November 

    Siaga Darurat Banjir di Padang Berakhir 19 November  PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Siaga darurat banjir Kota Padang ditetapkan sampai dengan 19 November, karena masih ada masyarakat yang masih butuh membersihkan rumah dan memperbaiki rumah..
  • Jumat, 12 Oktober 2018 - 12:02:34 WIB

    Banjir dan Longsor Mengintai, Sumbar Siaga Satu

    Banjir dan Longsor Mengintai, Sumbar Siaga Satu PADANG, HARIANHALUAN.COM — Akibat curah hujan yang tinggi, sebanyak empat kabupaten/kota di Sumbar dilanda banjir dan longsor. Keempat daerah tersebut adalah Kabupaten Pasaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Dat.
  • Rabu, 27 Juni 2018 - 11:56:25 WIB

    Intensitas Gempa Meningkat, Pemda Diminta Siap Siaga

    Intensitas Gempa Meningkat, Pemda Diminta Siap Siaga PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Beberapa waktu lalu, Kepulauan Mentawai sempat diguncang gempa sebanyak 13 kali dalam kurun waktu satu bulan. Gempa yang tejadi ini ditakutkan ahli bisa menyebabkan megathrust..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM