Pemanfaatan Karbon Bernilai Jual,Pertamina Gandeng UBH dan Unand


Ahad, 09 Juni 2019 - 22:07:28 WIB
Pemanfaatan Karbon Bernilai Jual,Pertamina Gandeng UBH dan Unand  Pertamina melakukan kerjasama penelitian dengan Universitas Andalas dan Universitas Bung Hatta.  IST

PADANG,HARIANHALUAN.COM-Dalam rangka kegiatan penangkapan dan pemanfaatan karbon (CCU) untuk mengurangi proses menangkap karbon dioksida, Pertamina melakukan kerjasama penelitian dengan Universitas Andalas dan Universitas Bung Hatta.  

Teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon ini memberikan solusi untuk menurunkan/mengurangi emisi gas rumah kaca. Selama ini proses pengurangan emisi gas karbon dioksida dilakukan dengan sistem Carbon Capture and Storage (CCS) yang bertujuan untuk menangkap CO2 dan melakukan penyimpanan ke perut bumi atau secara geologis. 

Sedangkan CCU bertujuan untuk memanfaatkan karbon dioksida yang telah ditangkap untuk dipakai sebagai bahan baku untuk menjadi produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi dengan memperhatikan teknologi pengolahan yang akan dipakai. 

Untuk meninjau sumber dan jumlah gas CO2 yang dihasilkan, dilakukan kunjungan ke Pertamina Refinery Unit II Dumai.

Tim dari Kimia Universitas Andalas terdiri dari Prof. Dr. Eng. Syukri Arif, Dr. Eng. Matal F. Alif dan Tim dari Teknik Kimia UBH terdiri dari Dr. Eng. Reni Desmiarti, Ellyta Sari, MT. 

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Teknik Kimia UBH (Audha Diachmesa, HasbiN Zahlevi, Nofrinaldi dan Ahmad Viqri) sebagai pelaksana Teknis dan merupakan Tugas Akhir untuk menyelesaikan pendidikan di Teknik Kimia UBH.

Tim disambut oleh pihak Pertamina dari bagian Research & Technology Center (RTC) Pertamina Dimas Ariyanta, M. Eng, Dra. Yuniati, M. Si dan Roro, M. Si serta dari bagian Refinery Unit II Dumai Aries Artanto, MT, Salman Akbar, ST dan staf bidang teknik lainnya. 

Kegiatan dilakukan dengan presentasi pemanfaatan gas CO2 oleh tim Unand dan Universitas Bung Hatta kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke lapangan untuk melihat potensi gas CO2 yang bisa dimanfaatkan. 

Pada kegiatan ini, Teknik Kimia UBH juga meminta masukan untuk pengembangan kurikulum Revolusi Industri 4.0 Jurusan Teknik Kimia UBH. 

Masukan dari pihak Pertamina supaya kurikulum harus memasukkan unsur kemampuan menggambar 3 dimensi dengan AutoCad dan Inventor, memahami P&ID, kemampuan di bidang software Teknik Kimia seperti Hysis dan Superpro untuk pra rancangan pabrik tentu saja kemampuan bahasa Inggris.

 Hal yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kerjasama tim, bekerja dibawah tekanan, kejujuran, kedisiplinan dan tata karma dengan atasan serta bawahan. 

Reni menyampaikan semua masukan dari pihak industri akan menjadi bahan yang sangat diperlukan untuk penyempurnaan Kurikulum Revolusi Industri 4.0 di Jurusan Teknik Kimia. Kurikulum ini akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2019/2020. 

Kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa untuk menambah wawasan dan pengetahuan di bidang dunia kerja di industri. 

Pewarta: ITA

Editor: DNJ

 





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM