Satu Tewas, Dua Hilang, Korban Kecelakaan Berserakan di Jurang


Senin, 10 Juni 2019 - 19:49:30 WIB
Satu Tewas, Dua Hilang, Korban Kecelakaan Berserakan di Jurang Lokasi jatuhnya mobil Toyota Innova BA 1751 BP berpenumpang 10 orang. Satu korban tewas dan dua lainnya hilang diduga terseret arus sungai Batang Agam. DADANG

LIMAPULUHKOTA, HARIANHALUAN.COM - Untuk kesekian kalinya, kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalan raya Payakumbuh-Bukittinggi, kawasan  PLTA Agam, pesisnya di perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota-Kabupaten Agam. Setelah kecelakaan mobil jasa pengangkut uang pada Juni 2017 lalu yang menewaskan 3 orang, Minggu (9/6) sekitar pukul 21.10 Wib kecelakaan tunggal kembali merenggut nyawa.

Mobil Toyota Innova warna putih BA 1751 BP yang melaju dari  Payakumbuh menuju arah Bukittinggi masuk jurang sedalam 30 meter. Lokasi jatuhnya mobil berpenumpang 10 orang tersebut, sekitar 100 meter dari lokasi kecelakaan  pada dua tahun lalu.

Tautan:

Innova Terjuni Jurang PLTA Batang Agam, Satu Penumpang Meninggal, Dua Hilang

Menurut warga sekitar, saat kejadian, jalan dalam kondisi padat merayap oleh kendaraan, terutama dari arah Bukittinggi-Payakumbuh. Bahkan, masuknya  mobil yang ditumpangi oleh satu keluarga dari Kota Padang Panjang tersebut ke dalam jurang sungai Batang Agam, terlihat jelas oleh pengemudi mobil lainnya. “Jalan saat itu padat, gerimis juga,”ucap warga di lokasi kejadian.

Koordinator SAR Limapuluh Kota, Robbi mengatakan, dari 10 penumpang mobil minibus tersebut, dua diantaranya dinyatakan hilang. Kedua korban tersebut, yakni Mulyati (56) dan Deva (6) diduga terseret arus sungai Batang Agam. Kemudian, 1 korban lainnya yaitu Putri Najwa (7)  meninggal dunia dilokasi kejadian.

Sedangkan 7 korban lainnya mengalami luka-luka bahkan ada jari tangan korban yang putus. Ke 7 korban yang dirawat tersebut, yakni Rasyd Akbar (17) sopir mobil, Intan Okti Syahputri (23), M Alvin (9), Syafril (60), Yesi Novita (40), Khairani Putri (9) dan Putri hidayah (11).

“Dua korban lagi masih pencarian. Tim gabungan sejak semalam terus berupaya  melakukan pencarian. Senin siang, tim juga sudah menelusuri aliran sungai Batang Agam. Tetapi kedua korban yang hilang belum ditemukan,”terang  Robbi.

Perwakilan  Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang itu menjelaskan, pertolongan pertama dilakukan oleh warga serta pengguna jalan. Saat itu, warga  menemukan korban berserakan di tebing-tebing jurang. Tak hanya  itu saja, mobil Toyota yang ditumpangi seluruh korban, terbalik didalam dasar jurang, kaca-kacanya pun pecah.

“Sebelum dievakuasi warga, seluruh  korban berada  ditebing jurang. Saat itu juga, didalam mobil yang berada didasar jurang masih ada 2 korban lain. Diduga karena aliran air sangat deras, korban didalam mobil langsung terseret,”ucap Robbi.

Tim gabungan yang terdiri dari SAR, Tagana, BPBD, TNI, Polri, PMI langsung melakukan pencarian korban yang diduga hanyut tersebut sampai Senin subuh. “Subuh-subuh pencarian korban dihentikan. Siang dilanjutlkan lagi,”katanya.

Pada pencarian siangnya, tim gabungan menelusuri sungai  Batang Agam, setidaknya 3 kilometer dari lokasi jatuhnya mobil di jurang tanpa pembatas jalan tersebut.Perahu karetpun dikerahkan untuk pencarian korban hanyut. “Peralatan seperti perahu karet, tidak bisa dioperasikan. Hal itu mengingat aliran sungai yang deras juga dipenuhi oleh bebatuan besar,”katanya.

Menurut rencana, kata Robbi lagi, pencarian kedua korban yang hilang tersebut diperluas sepanjang sungai Batang Agam. Menurut Robbi, berkemungkinan kedua korban yang hanyut tersebut berada tidak jauh dari lokasi jatuhnya mobil dalam kondisi tersangkut di dasar sungai. “Tim pun tidak bisa menyelam karena kondisi air yang deras dan keruh. Tetapi, berkemungkinan korban tidak jauh lokasi,”katanya.

Selain penumpang mobil, seorang warga Batu Ampar, Kecamatan Akabiluru turut menjadi korban. Warga tersebut, yakni Asril (40)  relawan yang mengalami kelelahan serta luka ringat saat ikut evakuasi korban dijurang sungai Batang Agam. Proses evakusi serta pencarian korban sempat jadi tontonan warga yang melintas dijalan Payakumbuh-Bukittinggi.

Sementara, Rahmadinol kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Agam mengatakan pencarian hari pertama telah dilakukan mulai dari lokasi mobil jatuh, PLTA AGAM hingga ke Pasar Ibuah Payakumbuh. 

"Saat ini kita mengalami kendala pencarian korban karena air di aliran Batang Agam sangat keruh dan besar. Mudah mudahan besok hari cerah bisa kita lanjutkan kembali pencarian dengan menggunakan perahu dan peralatan lain," kata Rahmadinol.

Menurutnya, Pemerintahan 50 kota dan Kab. Agam akan standby di lokasi sampai korban ditemukan. 

Seandainya curah hujan di Bukittinggi deras diupayakan memaksimalkan di hari ke dua pencarian perlu diwaspadai ada  enam lubuk di Batang Agam yang perlu diwaspadai

"Besok (hari ini) jam 8 mulai sudah bergerak dengan peralatan yang sudah ada seperti perahu, benen, bambu dan lainnya," ungkapnya.

 

Reporter: Dadang/Yursil

Editor: HSP




Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM