DPRD Minta Pemko Padang Lakukan Operasi Yustisia


Selasa, 11 Juni 2019 - 14:17:06 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM - DPRD Kota Padang berpendapat bahwa pasca Idul Fitri 1440 H ini, para pendatang baru yang mengadu nasib ke Kota Padang akan semakin banyak.

Apalagi, jika Pemko Padang membuka pintu selebar-lebarnya bagi pendatang baru.

Anggota Komisi I DPRD Kota Padang, Faisal Nasir Selasa (11/6) memprediksi, kurang lebih seratus ribu pendatang baru berbondong-bondong masuk dengan ikut sanak saudaranya ketika arus balik.

Ia berpendapat ada empat alasan para pendatang baru tersebut masuk ke Kota Padang, pertama jika pemko membuka pintu bagi pendatang baru masuk ke Kota Padang.

Kedua, banyaknya pembukaan lahan baru seperti pembangunan perumahan semakin masif, mall dan ruko yang akan merekrut pekerja kontrak baru, dan jarak tempuh dari berbagai kota sudah semakin singkat.

"Akan tetapi para pendatang baru tersebut akan menimbulkan ancaman baru bagi daerah yaitu Meningkatnya pengangguran, karena para pendatang baru tersebut masuk ke kota tanpa dibekali dengan ketrampilan dan keahlihan yang cukup untuk mencari pekerjaan yang sesuai," kata dia.

Meningkatnya angka pengangguran, kata dia, akan menimbulkan masalah sosial dan kerawanan sosial.

Masalah sosial adalah tidak mempunyai tempat tinggal, sehingga pemukiman ilegal seperti membuat bedeng, semakin menjamurnya pedagang kaki lima, pekerja informal seperti petugas parkir gadungan dan kerawanan sosial seperti peningkatan kriminalitas dan tawuran.

"Sangat memalukan sekali Kota Padang sebagai Ibu Kota Provinsi, apabila masalah sosial dan kerawanan sosial tersebut tidak dapat diantisipasi," ujarnya.

Oleh karena itu, kata dia, Pemko Padang untuk melakukan operasi yustisia mendata para pendatang baru tersebut.

Paling tidak, lanjutnya mencheck surat pengantar atau surat pindah dari daerah asal, agar dapat didata, dan bila perlu segera dapat dilatih dan disalurkan ke tempat kerja yang tersedia.

Anggota Komisi III DPRD Kota Padang Arpendi berharap, Pemko Padang menggelar operasi yustisia.

Semua pendatang didata. Untuk mengantisipasi peningkatan penganggguran yang berpotensi menjadi sumber masalah di ibukota.

"Tak heran kalau pasca lebaran, banyak yang mencoba mengadu nasibnya di kota. Tujuannya ingin sukses, berhasil dan makmur. Bagi yang punya keahlian, mereka berhasil meraih keinginannya. Sedangkan yang tak berhasil, umumnya menjadi pengangguran," ungkapnya.

Pemko Padang agar, melakukan penyuluhan yustisia melalui operasi bina kependudukan (Binduk).

Sasarannya,  untuk mendata pendatang baru di kantong-kantong pemukiman padat penduduk juga perumahan elit.

Ia berharap, Pemko Padang agar melakukan sosialisasi ke seluruh pelosok di ibukota.

Hal tersebut bertujuan, untuk mereka tak kaget ketika nanti ada petugas yang melakukan pendataan.

Ia meminta pendatang baru datang dengan keahlian. Menurutnya, kedatangan warga tanpa keahlian justru akan menjadi masalah baru bagi Kota Padang.

 

“Pastikan yang dibawa tersebut memiliki keterampilan ke Kota Padang, supaya tidak jadi beban di Kota Padang," ujarnya.

Para pemudik diminta memilih orang dari kampung halamannya, untuk dibawa mengadu nasib di Kota Padang.

“Kalau tak ada jaminan dapat kerja ya jangan dibawa, apalagi kalau tak memiliki skill apapun,” katanya.

Namun, ia  memastikan arus urbanisasi tak akan merugikan Kota Padang, selama para pendatang baru memiliki skill atau minimal punya keinginan untuk bekerja keras.

“Mereka yang tak punya banyak skill kan bisa bekerja di sector-sektor usaha kecil maupun perintis. Itu kan menguntungkan juga bagi Kota Padang,” tuturnya. (h/ade


 Sumber : Ade Budi /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM